Bakat Tersembunyi Shu Lin

Bakat Tersembunyi Shu Lin
Episode 3 : Bertemu Shu Jin Kembali


__ADS_3

Hari ini dgn balutan Hanfu berwarna merah jambu, Shu Lin sedang bersiap siap untuk pergi menghadiri acara perjamuan untuk menyambut tahun baru, sekaligus acara pencarian kandidat Calon Putri Mahkota.


Dan hari ini pula, Shu Lin akan bertemu dengan Ayah serta Gegenya di dunia ini.


"Lin'er...." Panggil Xia yg sudah mulai dekat dengan Shu Lin


"Apa ada masalah kak..." Tanya Shu Lin


"Tidak, Bukan itu. Hanya saja Jenderal Shu dan tuan muda Shu Jin sedang menunggu kedatangan mu." Xia berbicara dengan santai tanpa mengeluarkan mimik apapun.


"Baiklah, kak Xia tolong bilang ke Ayah dan yg lainnya bahwa aku akan segera datang." Shulin~


"Baiklah..."


πŸŒΊπŸ’•πŸŒΊπŸ’•πŸŒΊπŸ’•πŸŒΊπŸ’•πŸŒΊπŸ’•


"Hormat Shu Lin..." Shu Lin menunduk hormat kepada Ayahnya yg sekarang


"Kau sudah besar..." Jenderal Shu mengelus pipi Shu Lin yg tertutup oleh kain tipis yg sering di sebut cadar.


"Iya ayah..." Shu Lin tersenyum lembut saat merasakan pipinya di Elis dengan lembut.


Satu kata yg bisa menyatakan perasaan Shu Lin saat itu, 'NYAMAN..'


Shu Lin yg sedang berbincang dengan Jenderal Shu sebagai pereda rindu pun tidak menyadari bahwa ia sedang di tatap intens oleh keluarganya yg lain.


Cemburu, Iri, Marah, Sedih, Kecewa, dan Jengkel, semua bercampur menjadi satu saat melihat Shu Lin begitu akrab dgn Jenderal Shu, itu lah yg di rasakan oleh Para selir dan Anak anaknya.


Sedangkan seorang lelaki tampan dgn setelan pelajarnya sedang menatap ke arah Shu Lin dgn tatapan yg tak dapat di tebak.


"Shu Lin..." Gumamnya tanpa sadar

__ADS_1


Tidak ada yg dapat mendengar gumaman tersebut karena terlalu terbawa suasana. Tapi tidak dengan Shu Lin yg memiliki pendengaran tajam. Shu Lin mencari asal suara yg memanggil namanya hingga ia bertemu dengan...


Deg....


'Shu Jin,...' Batin Shu Lin memanggil nama Shu Jin saat melihat ke arah seorang lelaki tampan yg mirip dengan sekretaris sekaligus kakak angkatnya.


Jenderal Shu yg menyadarinya pun segera melihat ke arah tatapan Shu Lin.


"Oh iya, sampai lupa... Shu Lin ini adlh gegemu. Shu Jin... Dan Shu Jin mungkin kau melupakan Meimei mu jadi ayah perkenalkan ulang. Ini adlh Shu Lin adikmu." Ucapan Jenderal Shu membuat tanda tanya di kepala Shu Lin Dan Shu Jin semakin banyak.


Hening.....


Tidak ada yg mengeluarkan suara di antara ke dua maniak bersaudara tersebut.


"Ayah... Boleh aku bicara dengan Gege / Meimei" Ucap Shu Lin Dan Shu Jin bersamaan


"Baiklah.. ingat! kita harus segera berangkat." Peringat Jenderal Shu


"Baik ayah..."


"Kak Jin'er / Lin'er... Apa ini benar benar kau?" Shu Lin Dan Shu Jin berkata dengan bersamaan


"Apa kau berasal dari masa depan..." Tanya mereka berdua kembali bersamaan.


Hening....


Dan beberapa detik kemudian setetes cairan bening keluar dari pelupuk 2 org maniak saudara tersebut.


"Itu benar benar kamu kan kak?.. Hiks Hiks..


Apa yg kakak lakukan di sini?? Dan bagaimana kakak bisa berada di sini???..." Shu Lin melontarkan berbagai pertanyaan kepada Shu Jin yg ia yakini adlh asisten sekaligus kakak angkatnya di kehidupan pertama.

__ADS_1


"Iy, ini memang aku.. Lin'er adikku...


Dan kakak tidak tahu bagaimana kakak bisa di sini... Tapi, meski begitu kakak juga bahagia karena dapat bertemu dgn Lin'er lagi.." Jawab Shu Jin.


Shu Lin yg mendengar hal tersebut pun tersenyum puas dgn air mata yg senantiasa masih setia bertengger dan membasahi pipinya yg basah.


Shu Lin memeluk Shu Jin dgn sangat erat, melupakan sejenak rindu yg terpendam. Begitupun dengan Shu Jin yg juga membalas pelukan Shu Lin dgn bahagia.


"Kakak, kita harus segera kembali ke ayah. Bukankah, kita harus segera pergi.." Shu Lin melepaskan pelukannya dan berkata dengan manja.


(Note : Shu Lin itu memang kadang memiliki sifat manja apalagi saat berhadapan dengan sang kakak dan kekasih.


Kalau tidak paham, pahami aja. Ok πŸ‘Œ)


"Baiklah, Ayo..."


πŸ‘«πŸ«‚πŸ‘«πŸ«‚πŸ‘«πŸ«‚πŸ‘«πŸ«‚πŸ‘«πŸ«‚



JENDERAL SHU (MASIH MUDA YA.... 38THN)



SHU JIN (USIANYA BARU 17THN)


........


Next eps 4


Sorry, kalau bosan.

__ADS_1


Silahkan meneruskan jika anda menginginkannya, dan silahkan pula mengeluarkan nya dari rak buku jika anda tidak menginginkannya, dan tanpa harus mengkritik dengan kasar


(Bukan berarti gak boleh kritik. Hanya saja, pikirkan kata kata kritikannya...)


__ADS_2