Bakat Tersembunyi Shu Lin

Bakat Tersembunyi Shu Lin
Episode 5 : Pemilihan Calon Putri Mahkota


__ADS_3

Tok.. Tok.. Tok..


Suara pintu yg di ketuk membuat Shu Lin yg senantiasa tertidur dgn lelap di ranjang miliknya pun terbangun.


Shu Lin menatap ke sekelilingnya dan menyadari bahwa ia sedang tidak berada di kamarnya. Ia memutar kembali memori yg anda dan... mengingat bahwa ia sekarang sedang berada di istana.


"Tunggu...." Shu Lin beranjak menuju pintu dan membukanya


"Kau cepat keluar... ini adlh hari pertama kau menjalani pemilihan kandidat Putri Mahkota.


Ya... meskipun kau tak akan menang.." Sindir seorang pelayan yg seumuran dgn Shu Lin, dan di sebelahnya ada pelayan lain yg lebih muda dari Shu Lin yg sedang menatapnya dengan tatapan meremehkan juga angkuh


'Ck,... Ini lagi..' Batin Shu Lin menatap dgn jengah ke arah pelayan tersebut.


"Aku sudah mengetahuinya,,, pergilah.. aku tak butuh bantuan seorang pelayan dgn kasta rendah untuk bersiap siap.." Shu Lin berucap dengan penuh penekanan dan menutup pintu dengan sedikit kasar.


"Kau... Lihat saja dirimu pasti akan kalah dengan telak di acara pertama ini... dasar tak berguna" Caci Pelayan yg tadi menatap Shu Lin dengan angkuh. Kemudian berlalu pergi dari sana bersama Pelayan yg satunya dengan kesal dan geram.


πŸ›‘πŸ›‘πŸ›‘πŸ›‘πŸ›‘πŸ›‘πŸ›‘πŸ›‘


Setelah mandi, Shu Lin berjalan ke arah lemari yg di sediakan. Dan mengambil salah satu hanfu secara acak yg berwarna Hijau muda yg elegan dan anggun. Dan di padukan dengan make up yg tipis dan natural juga aksesoris yg sederhana dan tidak berlebihan.


"Baiklah.. aku sudah siap. Tapi.. aku lumayan lapar. Apakah tidak ada makanan untukku. Heeuuummm...." Pikir Shu Lin dan dgn sengaja memikirkan makanan nya di waktu modern.


Saat sadar, Shu Lin mengelap liurnya yg tanpa sengaja keluar. Shu Lin membulatkan matanya saat melihat piring dgn makanan modern yg tadinya sedang ia bayangkan.


"I...ini..." Shu Lin berjalan keluar untuk mencari siapa yg membawakannya makanan.


Tapi, nihil.... Tidak ada org sama sekali.


"Apa ini perbuatan Cincin Dimensi ini..." Shu Lin menatap ke arah jari jemari tangannya yg terdapat sebuah cincin berwarna hitam dgn Batu berwarna warni di tengahnya.


Shu Lin kembali membayangkan minuman kesukaannya saat berada di zaman modern. Kemudian kembali membuka matanya, dan... tidak ada reaksi. "Bagaimana mungkin..." Shu Lin mengerjapkan matanya untuk mencerna apa yg baru saja terjadi.

__ADS_1


"Huh... sudahlah.." Shu Lin pasrah dan dgn tanpa sengaja menyenggol liontin yg di pakainya. Seketika tubuhnya di penuhi dengan cahaya yg sangat menyilaukan.


Shu Lin membulatkan matanya dan mengerjap beberapa saat. Sebuah Minuman Milk Tea..


"Apa ini berarti... Kalung ini bisa mengabulkan keinginanku.." Girang Shu Lin dengan bahagia.


Tok.. Tok... Tok..


Suara pintu yg di ketuk, membuyarkan kebahagiaan Shu Lin. Ia mendekat ke arah pintu tersebut dan membukanya.


"Ada apa?" Tanya Shu Lin menatap ke arah pelayan di depannya dgn malas.


"Nih.... makan" Pelayan tersebut memberikan Shu Lin piring berisikan makanan yg biasanya di makan oleh pelayan dgn paksa


"Makan saja... aku sudah makan.." Shu Lin mengembalikan Piring yg di berikan pelayan tersebut.


"Ti...tidak.. ka...kau harus memakannya" Ucapan Gugup dari pelayan tersebut membuat Shu Lin merasa curiga


🍚🍲🍚🍲🍚🍲🍚🍲🍚🍲


Shu Lin beranjak menuju barisan para kandidat calon Putri Mahkota. Shu Lin yg saat itu sedang mengenakan pakaian dan aksesoris yg terbilang sederhana dengan ke eleganan dan ke anggunan yg melekat dengan dirinya pun mampu menarik perhatian seluruh lelaki bangsawan maupun para pangeran, tak terkecuali oleh Putra Mahkota.


"Dia siapa...."


"Cantiknya..."


"Wow.. Bidadari.."


"Pemandangan yg indah..."


"Menarik..."


BisikΒ² para lelaki saat tak menyadari bahwa wanita yang sedang di pujinya tersebut adlh Shu Lin (Shu Lin pakai cadar berwarna hijau yg lumayan tebal, jadi... tak ada yg menyadari bahwa itu adlh dirinya).

__ADS_1


"Aku lebih cantik.."


"Biasa saja.."


"Wajah pas Pasan aja bangga..."


"Ganjen....."


"Jalang Murahan..."


BisikΒ² para wanita yg iri dgn Shu Lin pun mulai terdengar. Sedangkan Shu Lin hanya menanggapinya dengan acuh dan santai. Baginya, itu adlh hal yg biasa.


Shu Lin duduk di kursi tempatnya yg bertuliskan no. 26.


Kasim yg tersadar bahwa semuanya telah hadir pun segera memulai acara dan mempersilahkan kepada kandidat untuk persatu satu menunjukkan bakatnya.


Hingga nomor 26 pun di sebut, Shu Lin berdiri dari duduknya dan berjalan dengan anggun ke panggung.


Memainkan musik dari Zaman modern menggunakan seruling. Shu Lin memainkan Seruling tersebut dengan merdu, indah, dan sangat mempesona.


Berbagai orang merasa tersayat sekaligus kagum saat mendengar lantunan alunan dari seruling milik Shu Lin yg seolah menceritakan tentang kisah hidupnya yg di kelilingi pembunuhan, cacian, ejekan, bullian, rasa kesepian, dan penderitaan dengan dukungan dari Sang Sahabat dan kekasih tanpa adanya keluarga asli. Bahkan para hewan, tumbuhan, serta angin ikut meramaikan seruling tersebut.


Mengukirkan sebuah cerita dengan alunan musik yg menyayat hati.


Shu Lin menghentikan musiknya, ia membuka bulu matanya yg panjang.


Suara tepukan menggema di seluruh aula acara, membuat para lelaki menjadi semakin kagum. Dan para wanita menjadi merasa bersalah dan ada juga yg membenci Shu Lin karena kepopulerannya.


"Wanita yg sangat menarik..." Batin 4 lelaki yg tak lain adlh Para Putra Mahkota


πŸ‘‘πŸ‘‘πŸ‘‘πŸ‘‘πŸ‘‘πŸ‘‘πŸ‘‘πŸ‘‘πŸ‘‘πŸ‘‘


Next eps 6

__ADS_1


__ADS_2