Balas Budi Dengan Tubuh

Balas Budi Dengan Tubuh
14. Di selamatkan


__ADS_3

 


"Wille Hil Tolong akuu... Wille Hill.." Orang pertama yang dipanggil oleh Freya Tatau saat dia sadar dari pinsannya tetaplah Wille Hill.


Wiile Hill buru-buru bergegas mendekati Freya Tatau, ia begitu Khawatir wanitanya terjadi sesuatu, jika saja ia terlambat menyelamatkan Freya Tatau maka ia tidak bisa memaafkan dirinya.


"Sayang," panggil Wille Hill.


karena keadaan Freya Tatau sangat lemah ia hanya bisa melirik Wille Hill dengan lemah.


 


Mereka yang hadir semua memahami keadaan Wille Hill dan Freya Tatau saat ini dan diam-diam mundur, meninggalkan mereka dan memberi ruang pribadi untuk mereka berdua.


Wille Hill tentu saja tahu betapa bahagianya dia, dalam beberapa hari terakhir dia tidak berserela untuk makan, bahkan untuk memejamkan matanya sangat sulit. Ia begitu khawatr dengan keadaan kekasihnya.


"Will Hill Kamu terlihat sangat kurus." Freya Tatau menatap pria di depannya sejenak, lalu menghela nafas, matanya dipenuhi rasa kasihan.


 

__ADS_1


“Bodoh, saat ini harusnya kamu memikirkan keadaanmu, bukan memikirkan orang lain, lihat tubuhmu kau sangat kurus.” Wille Hill memeluk Freya Tatau matanya berkaca-kaca, mulutnya terus meminta maaf: “aku salah, aku seharusnya tidak meninggalkanmu. Itu karena aku tidak baik sehingga kamu harus menderita. Maafkan aku..."


Freya Tatau membeku selama beberapa detik, pertama kali dia melihat Wille Hill yang menyedikan.


Kemudian ingatan di gudangnya datang kembali, sebelum dia pingsan, Freya Tatau mendengar samar-samar di telinganya suara Wille Hill. Awalnya, dia masih berpikir ini hanyalah sebuah mimpi karena keputusasaannya, dan ia sangat sangat menanti Wille Hill, tapi Freya tidak menyangka bawah itu adalah Wille Hill.


"Will Hill, bagaimana kamu tahu bahwa aku dikurung di kurung di sini?" Freya Tatau membuka matanya lebar-lebar dan menatapnya dengan ekspresi bingung.


 


Bibir Willw Hill sedikit melengkung karena puas, wajahnya sekarang mendapatkan kembali aura liciknya yang biasa. Will Hill menarik lengan ramping Freya Tatau ke arahnya, gerakannya sangat lembut seolah takut tidak sengaja melukai tubuh lemah ini.


 


"Mungkinkah ... apakah karena gelang ini?" Kata-katanya agak ragu-ragu, meskipun dia yakin bahwa delapan atau sembilan bagian dari apa yang dia katakan itu benar, tetapi masih ada beberapa bagian yang tidak pasti.


 


Wille Hill tidak lagi peduli dengan gelang itu, matanya sekarang benar-benar terfokus pada wajah cantiknya dengan ekspresi sangat puas: "Benar! kamu sangat pintar."

__ADS_1


 


Freya Tatau sedikit terkejut, dia melihat gelang perak yang dikenakannya. Pada awalnya, dia hanya mengira itu adalah perhiasan biasa, tetapi dia tidak menyangka itu begitu berguna.


"Untuk mengawasimu setiap saat, aku membuat gelang khusus ini dengan pelacak di dalamnya yang terhubung ke ponselku." Saat Wille Hill mengatakan itu, dia melambaikan ponselnya di depannya.


 


"Wille Hill, kamu sangat pintar" Freya Tatau tidak bisa menahan diri untuk tidak memuji Wille Hil, gadis kecil itu sangat senang sampai pipinya memerah, dan *********** di balik mantel tipis itu terus naik dan turun, menarik perhatian Will Hill.


"sayang ayo kita pergi, dari sini" ajak Will kepada Freya Tatau. Will segera mengendong Freya Tatau, dan membawahnya keluar. tanpa Wille sadari Freya Terseyum mengagumi sikapnya.


"baru saja aku mau mengelu bahwa aku ngak bisa jalan dia udah peka," Guman Freya daka. Hatinya.


"wille"


"hmm kenapa sayang?"


"aku sangat lapar," ucap Freya malu-malu.

__ADS_1


__ADS_2