Balas Budi Dengan Tubuh

Balas Budi Dengan Tubuh
21. Cemburu


__ADS_3

  Freya Tatau berdiri di depan pintu ruang kerja Wille Hill, detak jantungnya terus berdetak hebat. Wille Hill ternyata telah mengunci gerendel pintu dari dalam, sesuatu yang tidak pernah terjadi sejak Freya Tatau mulai tinggal di Kediaman Keluarga Hill, ini membuktikan bahwa suasana hati Wille Hill kali ini benar-benar buruk. Freya Tatau mulai cemas, ia ragu untuk memangil Wille Hill. Namun ia berpikir ia bisa menangi hal ini, apa lagi melihat sikap Wille yang selalu lembut padanya.


"Wille, Will Hill" Freya memanggilnya, begitu dia memanggil, pintu di depannya segera terbuka, Wille Hill dengan wajah marah menatap mata Freya Tatau, membuat gadis kecil itu tanpa sadar gemetar, nyalinya menciut jika tadinya ia berpikir Wille akan lembut padanya tetapi tidak dengan sekarang, orang di depan Freya Tatau sekarang bukan Wille Hill yang dia kenal, sikap yang ditunjukan Wille Hill membuat Freya Tatau ketakutan bukan main.


 


Freya Tatau memberanikan untuk bertanya, namun Sebelum Freya bertanya, ia langsung dicengkeram pergelangan tangannya dan ditarik masuk, kait pintu juga dikunci dengan kuat oleh Wille Hill.

__ADS_1


Gadis kecil itu hanya bisa bersandar ke meja, seluruh tubuhnya gemetar, ia ketakutan, ia mengutuki dieinya yang tidak mau mendengar Paman Han. Matanya yang ketakutan mengikuti setiap langkah saat Wille Hill mendekatinya.


Puluhan pertanyaan berkerumun di kepala Freya Tatau, dia bertanya pada dirinya sendiri mengapa pria itu selalu memberikan segalanya, kelembutan sekarang mala menjadi menakutkan. Freya seperti melihat orang lain pada tubuh Wille Hill.


"Kamu ... ada apa, kenapa? ..." Freya Tatau tergagap, hanya ingin membuka mulutnya untuk bertanya, tapi pikirannya terlalu kacau, jadi kalimat lengkap juga memakan waktu untuk di ucapkan.


 

__ADS_1


Freya Tatau kesakitan sampai menangis, dia berteriak keras, tangannya terus menerus memukul punggung Wille Hill. Pria itu menjadi gila, bibirnya masih terjalin dengan bibir Freya Tatau, ia mencium seluruh daging yang dingin dan meninggalkan bintik-bintik penuh bekas ciuman merah dan bekas gigi yang dalam.


Tanpa memberi Freya Tatau waktu untuk beradaptasi, Wille Hill tiba-tiba memasukkan dua jari langsung ke tempat rahasia, kali ini masih kering, membuat gadis malang itu begitu sengsara hingga menangis tanpa suara. Sakit yang amat sakit dirasakan Freya Tatau. Namun teriakan untuk meminta Wille Hill tidak didengar oleh pria yang gila itu. Pada akhirnya mereka Berdua melakukan hubungan intin secara paksa, dan membuat Kepemilikan Freya menjadi bengkat merah dan sangat sakit.


"Wille Hil... Maafkan aku... Hah... aku kesakitan...Tolong aku... Maafkan akuu, Will Hill" Freya Tatau menangis dan memohon padanya, seluruh tubuhnya menjadi tak berdaya, anggota tubuhnya juga lelah, dia hanya bisa menyudutkan dengan semua kekuatan yang tersisa untuk mengucapkan beberapa patah kata.


Freya Tatau Terus memohon belas kasihan Wille Hill, ia berharap pria gila itu bisa sadar.

__ADS_1


setik kemusian setelah banjir berlalu, Wille Hill secara bertahap mendapatkan kembali ketenangannya dan akal sehatnnya. Melihat seluruh tubuh Freya Tatau memar dan terlukaa dan juga begitu bengkak dan merah bagian intimnya, hatinya tiba-tiba dipenuhi rasa bersalah yang luar biasa.


__ADS_2