Basic Human " Tunjung Biru " Stories

Basic Human " Tunjung Biru " Stories
Pasar di dekat Kerajaan


__ADS_3

Chapter 24 : Pasar di dekat Kerajaan


Putri Tunjung Biru, Raja Khan, dan Tunjung Khan berjalan melalui pasar yang sibuk di dekat kerajaan mereka. Mereka menikmati pemandangan warna-warni dan aroma yang menggoda dari berbagai penjual dan barang dagangan.


Tiba-tiba, perhatian mereka tertuju pada seorang nenek-nenek yang duduk di tepi jalan, menata botol-botol kecil berisi wewangian alami di atas meja kayu kecil. Nenek-nenek itu tampak ramah dengan senyum hangat di wajahnya.


Putri Tunjung Biru, yang selalu tertarik pada keindahan dan keharuman, tertarik untuk mendekati nenek tersebut. Dia mendekati meja dan memperhatikan botol-botol wewangian dengan rasa ingin tahu.


Nenek itu tersenyum lembut saat melihat Putri Tunjung Biru mendekat. "Selamat datang, Putri Biru. Apakah Anda tertarik dengan wewangian alami ini?" tanyanya dengan suara lembut.


Putri Tunjung Biru tersenyum dan menjawab, "Ya, nenek. Saya selalu menyukai wewangian yang harum. Apakah Anda membuat wewangian ini sendiri?"


Nenek itu mengangguk sambil memegang botol kecil di tangannya. "Ya, Putri. Saya telah membuat wewangian ini sejak lama. Mereka terbuat dari bunga-bunga yang tumbuh di taman saya sendiri. Setiap wewangian memiliki keunikan dan energi yang berbeda."


Tunjung Khan dan Raja Khan juga bergabung dengan mereka, tertarik dengan percakapan yang sedang berlangsung. Tunjung Khan bertanya, "Apakah wewangian ini memiliki manfaat khusus, nenek?"


Nenek itu mengangguk dan menjelaskan, "Tentu saja, Pangeran Tunjung Khan. Setiap wewangian memiliki manfaat tertentu, seperti memberikan ketenangan, meningkatkan energi, atau menyembuhkan sakit kepala. Mereka juga bisa digunakan untuk meditasi atau merayakan momen-momen khusus."


Putri Tunjung Biru, yang semakin tertarik dengan wewangian tersebut, bertanya, "Nenek, bisakah Anda menunjukkan kepada kami cara menggunakan wewangian ini?"

__ADS_1


Nenek itu dengan senang hati mengambil satu botol wewangian dari meja dan membukanya. Dia meneteskan beberapa tetes ke telapak tangan Putri Tunjung Biru. Putri itu memijat wewangian tersebut di tangan dan perlahan-lahan menghirup aromanya.


Segera, Putri Tunjung Biru merasa efek menenangkan dan menyejukkan dari wewangian itu. Dia tersenyum dan berkata, "Ini benar-benar indah, nenek. Saya merasa lebih rileks dan tenang setelah menggunakannya."


Raja Khan dan Tunjung Khan juga mencoba wewangian yang berbeda, dan mereka merasakan manfaatnya masing-masing. Mereka terkesan dengan keahlian nenek dalam menciptakan wewangian alami yang begitu menyegarkan dan bermanfaat.


Ketiganya memutuskan untuk membeli beberapa botol wewangian dari nenek itu, tidak hanya untuk kegunaan pribadi mereka, tetapi juga untuk dibagikan kepada para pengunjung dan tamu kerajaan. Mereka percaya bahwa wewangian alami ini dapat memberikan sentuhan istimewa dalam pengalaman dan menghadirkan kedamaian serta keharuman di kerajaan mereka.


Dengan berbagai botol wewangian yang mereka beli, mereka berterima kasih pada nenek dengan tulus. Nenek itu tersenyum dan berkata, "Semoga wewangian ini membawa kebahagiaan dan kebaikan bagi kerajaan Anda, Putri Biru, Raja Khan, dan Pangeran Tunjung Khan."


Setelah itu, Putri Tunjung Biru, Raja Khan, dan Tunjung Khan kembali ke kerajaan dengan hati penuh sukacita. Mereka membawa aroma wewangian alami yang harum serta pengalaman berharga dari pertemuan dengan nenek yang bijaksana.


Kembali di kerajaan, mereka membagikan wewangian kepada para pengunjung dan tamu istimewa. Setiap kali seseorang menghirup aroma yang menyegarkan, mereka diingatkan akan keharuman persaudaraan, kedamaian, dan kebaikan yang ditemukan dalam kerajaan Putri Tunjung Biru.


Beberapa hari setelah mereka kembali dari pasar, Tunjung Khan berjalan sendirian di sepanjang jalan menuju istana. Hari itu, udara terasa segar dengan embusan angin yang menenangkan. Ketika ia melewati sebuah jalan kecil yang berliku, pandangannya tertuju pada seorang kakek yang sudah tua yang tersesat di tengah jalan.


Tunjung Khan mendekati kakek itu dengan penuh perhatian. Kakek itu terlihat kelelahan dan bingung, tidak tahu harus ke mana ia harus pergi. Tunjung Khan dengan lembut bertanya, "Maaf, Kakek. Apakah Anda butuh bantuan?"


Kakek itu menatap Tunjung Khan dengan mata lelah. "Oh, anak muda, aku tersesat. Aku mencoba mencari jalan pulang ke rumahku, tetapi tidak tahu lagi arah yang benar."

__ADS_1


Tunjung Khan tersenyum dan merasa iba melihat keadaan kakek itu. Dia mengingatkan dirinya sendiri bahwa keramahtamahan dan rasa saling peduli adalah nilai-nilai penting yang ditanamkan dalam dirinya. "Jangan khawatir, Kakek. Aku akan mengantarmu pulang ke rumahmu. Di mana rumahmu berada?"


Kakek itu menjawab dengan rasa terima kasih, "Rumahku terletak di ujung kota, di dekat sungai kecil. Tetapi aku lupa jalannya. Aku sudah berjalan di sekitar dan semakin bingung."


Tunjung Khan memberikan senyuman yang bersemangat. "Aku tahu tempat itu. Biarkan aku mengantarmu pulang. Kita akan menemukan jalan bersama-sama."


Tunjung Khan dan kakek itu berjalan bersama, mengikuti jalan-jalan yang berkelok dan melewati berbagai sudut kerajaan. Tunjung Khan juga menyempatkan diri untuk mengajak kakek itu menceritakan tentang kehidupannya dan pengalaman-pengalamannya.


Saat mereka berjalan, kakek itu menatap Tunjung Khan dengan penuh rasa kagum. "Kau adalah seorang pemuda yang luar biasa, Pangeran Tunjung Khan. Kamu sangat perhatian dan ramah. Kerajaan ini sangat beruntung memiliki pemimpin seperti kamu."


Tunjung Khan tersenyum dan menjawab dengan rendah hati, "Terima kasih, Kakek. Saya hanya berusaha untuk menjadi pemimpin yang baik dan menyebarkan kebaikan di sekitar saya."


Akhirnya, mereka tiba di rumah kakek itu. Rumah kecil yang hangat dan sederhana itu terletak di tepi sungai kecil yang menawarkan pemandangan yang indah. Kakek itu berterima kasih kepada Tunjung Khan dengan tulus.


Tunjung Khan tersenyum dan menjawab, "Tidak perlu berterima kasih, Kakek. Saya senang bisa membantu. Semoga Anda memiliki hari yang baik dan bahagia."


Mereka berpisah dengan saling jabat tangan. Tunjung Khan kembali ke istana dengan perasaan senang dan rasa puas yang mendalam. Dia merasa bahagia dapat membuat perbedaan dalam kehidupan seseorang.


Keesokan harinya, berita tentang kebaikan Tunjung Khan menyebar di seluruh kerajaan. Putri Tunjung Biru dan Raja Khan merasa bangga akan perbuatan anak mereka yang penuh kasih. Mereka percaya bahwa sikap dan tindakan baik Tunjung Khan akan menginspirasi orang lain di kerajaan untuk melakukan hal yang sama.

__ADS_1


Dalam kerajaan Putri Tunjung Biru dan Raja Khan, mereka tidak hanya menjaga kekuasaan dan kekayaan mereka, tetapi juga memberikan perhatian yang tulus kepada rakyatnya. Setiap orang merasakan kehangatan, kedamaian, dan keramahan yang terpancar dari kerajaan itu.


Dan begitulah, cerita tentang kebaikan Putri Tunjung Biru, Raja Khan, dan Pangeran Tunjung Khan menjadi legenda yang melekat dalam hati setiap penduduk kerajaan. Kerajaan itu menjadi tempat yang penuh dengan cinta, kebaikan, dan kehangatan, di mana setiap orang dapat menemukan perlindungan, pertolongan, dan rasa saling peduli yang tak tergantikan.


__ADS_2