Bayangan Ketakutan: Jejak Kecelakaan

Bayangan Ketakutan: Jejak Kecelakaan
Prolog: Kejadian Tragis


__ADS_3

Prolog mengambil pembaca ke dalam kehidupan keluarga Sarah dan David, yang hidup bahagia di rumah mereka yang hangat dan penuh canda tawa. Lukas, anak bungsunya, adalah sinar mata mereka yang penuh keceriaan dan kebahagiaan. Mereka menjalani hari-hari dengan cinta dan kehangatan, menciptakan kenangan indah bersama.


Namun, kebahagiaan mereka hancur pada satu malam yang kelam. Ceritanya dimulai dengan suasana yang penuh keceriaan, dengan Sarah dan David merencanakan akhir pekan bersama Lukas untuk mengunjungi sebuah taman bermain. Mereka tiba di taman bermain dengan semangat tinggi, dengan Lukas yang tidak sabar ingin menjelajahi semua atraksi yang menarik.


Namun, saat sedang menaiki wahana, terjadi suatu insiden tragis yang mengubah segalanya. Ketika Lukas berada di wahana yang berputar, sesuatu yang mengerikan terjadi pada mekanisme wahana tersebut, mengakibatkan sebuah kecelakaan yang mengejutkan. David berusaha keras untuk melindungi Lukas, tetapi upayanya sia-sia, dan Lukas akhirnya terluka parah.


Sarah merasa detak jantungnya semakin cepat ketika dia melihat wahana berputar-putar di hadapannya mulai mengalami kerusakan. Taman bermain yang semula penuh tawa dan riang gema kini menjadi sebuah medan kekacauan. Dia mencoba berlari menuju wahana itu, tetapi kakinya terasa lumpuh oleh rasa takut.


"David!" teriaknya sambil berusaha menembus kerumunan orang yang berhamburan keluar dari wahana. Ia melihat suaminya yang sedang berusaha keluar dari puing-puing wahana dengan Lukas dalam pelukannya. Wajah David penuh ketakutan dan darah dari luka kecil di kepalanya mengalir membasahi wajah Lukas.


Tanpa berpikir panjang, Sarah berlari mendekat. Wajah Lukas terlihat pucat dan matanya mengambang dalam rasa ketakutan. Sarah mencoba menenangkan hatinya yang berdebar-debar saat ia meraih tangan Lukas.

__ADS_1


"Sini, sayang, ibu di sini," gumamnya dengan lembut, mencoba untuk tidak memperlihatkan rasa paniknya pada Lukas.


"Darah, Mama," bisik Lukas, suaranya lemah dan lirih.


Sarah menghapus darah dari wajah Lukas dengan ujung jemarinya yang gemetar. Tiba-tiba, sebuah ledakan keras terdengar, dan semburan asap hitam mengepul di sekitar mereka. David dan Sarah saling pandang, mata mereka penuh dengan kecemasan.


"Kita harus pergi sekarang!" seru David, tetapi sebelum mereka bisa mengambil langkah pertama, tanah bergetar di bawah mereka. Sebuah retakan besar muncul di tengah-tengah taman bermain, menganga seperti rahang maut yang siap menelan segalanya.


Saat Sarah sadar dari pingsannya, ia mendapati dirinya terbaring di atas tanah yang dingin. Pemandangan di sekitarnya suram dan gelap. Cahaya remang-remang dari sinar bulan hanya memperlihatkan reruntuhan dan puing-puing yang mengelilinginya. Taman bermain yang sebelumnya penuh keceriaan kini hanya tinggal puing-puing yang hancur.


"David? Lukas?" teriak Sarah dengan mata berkaca-kaca. Suaranya terdengar hampa, tak ada jawaban yang datang. Dia merangkak perlahan mencari tahu di mana dia berada. Ketika dia berdiri, sesuatu yang menggantung di depan matanya menangkap perhatiannya. Sebuah bayangan hitam melayang-layang di udara, bergerak tanpa bentuk yang pasti.

__ADS_1


Sarah merasa jantungnya berdegup lebih kencang lagi. Dia meraih ponselnya dan mencoba menelepon David, tetapi tidak ada sinyal. Kegelapan semakin menekan, dan rasa panik mengisi pikirannya. Dia melihat sekitar, mencari-cari tanda-tanda suaminya atau Lukas.


Tiba-tiba, dia merasakan sesuatu yang dingin dan berat menyentuh pundaknya. Dia berbalik dengan cepat dan menjerit ketakutan. Di hadapannya, Lukas melayang di udara dengan mata yang kosong dan merah. Ia tersenyum ke arah Sarah, tetapi senyum itu terasa aneh dan mengerikan.


"Kembali padaku, Lukas!" seru Sarah dengan penuh keputusasaan, tetapi bayangan Lukas semakin menjauh dan menghilang ke dalam kegelapan.


Sarah terjatuh berlutut, tangisannya pecah dalam kesedihan dan kehilangan. Dia merasakan tangan yang dingin meraih lengannya, dan dia menoleh ke arah suaminya. Wajah David penuh luka dan pucat, matanya bersinar dengan ketegangan.


"Kita harus pergi dari sini, sekarang!" ucap David dengan suara serak. Mereka berdua berlari menjauhi tempat itu, menjauh dari bayangan mengerikan yang mengancam mereka.


Namun, ketika mereka mendekati tepi taman bermain yang hancur, tanah di bawah kaki mereka kembali bergetar. Sarah dan David terlempar ke udara dan jatuh ke dalam jurang yang gelap. Teriakan mereka bergema dalam kehampaan sebelum hilang dengan ancaman yang mengerikan.

__ADS_1


Prolog ini menggambarkan momen kejadian tragis yang mengubah segalanya bagi keluarga Sarah dan David. Kecelakaan mengerikan di taman bermain menggiring mereka ke dalam kengerian yang tidak terbayangkan, dan kegelapan yang misterius mengancam untuk menghancurkan kehidupan mereka. Dalam prolog ini, rasa ketakutan dan keputusasaan membentuk dasar dari kisah yang akan datang, mengundang pembaca untuk menjelajahi misteri dan rintangan yang menanti di dalam "Bayangan Ketakutan: Jejak Kecelakaan".


__ADS_2