
Di dalam kamar ternyata arletha sedang menunaikan sholat. arletha berdoa kepada Allah sambil menangis.ia meratabi nasibnya. tapi arletha sadar semua itu memang sudah takdir yang harus dijalani.
" ya Allah jika memang ini takdir hamba tolong beri hamba kekuatan dan ketabahan" ucap arletha dalam hati
" ya Allah berikan hamba kekuatan agar hamba bisa bangkit berikan hamba ketabahan menjalani semua cobaan ini hanya kepadamu hamba memohon ampun dan meminta pertolongan" ucap arletha dalam doanya
jika semua ini harus dijalani maka ia akan terima dan harus bangkit dari keterpurukannya.ia tak boleh terpuruk masih ada keluarganya yang mendukungnya dan keluarganya alasannya untuk bangkit.
ketika daddynya pulang dan meminta letha keluar untuk makan malam arletha mau keluar dan makan malam bersama. kedua orang tuanya merasa senang akhirnya mereka makan malam bersama. setelah makan malam arletha kembali kekamar untuk tidur.
pagi ini letha memutuskan untuk masuk kuliah karena ia sudah merasa baikan dari pada kemarin. ia benar benar memutuskan untuk bangkit. sesampainya dikampus ia langsung berjalan menuju kelas tanpa menunggu temannya dibaseman seperti biasanya. dan hari ini tidak ada senyuman indah dan keceriannya arletha si most wanted. mahasiswa yang bertemu arletha merasa heran.
" Hay arletha quenn most wanted" ucap salah satu mahasiswa
" hemzt" ucap arletha dengan senyum dingin nya
__ADS_1
" kenapa ya si quenn kok jadi dingin dan mana ini senyuman indah dan keceriannya" bisik para mahasiswa
arletha pun tidak menjawab langsung pergi kekelasnya
beberapa menit kemudian para sahabatnya datang
" loh Lo masuk ternyata letha" seru temannya
" letha lu kenapa kemarin.. kok tumben nggak masuk kampus" tanya Ariana
" aku cuma pusing dan nggak enak badan aja kok, dan sekarang aku udah baikan udah sehat ini" jawab letha mencoba tersenyum
" gua tahu lu nggak baik baik saja quenn bisik divan,,, gua juga kangen lu my quenn gak ada lu gua nggak ada partner main game yang suaranya heboh " seru Divan
" eh ce hari ini gua duduk sama lu ya katanya lu kangen..gua pingen duduk sama lu ce" ucap arletha
__ADS_1
" dan lu Van gua juga kangen sama lu lu tahu dirumah gua gak bisa main sambil tereak nggak kaya sama lu" ucap arletha
" oke deh gua malah seneng kalo bisa mah tiap hari aja duduk sama gua" bales ceisha
" sipp gua maunya juga gitu ce kalo lu mau" kata arletha pura pura sedih
" iya iya sama gua aja nggak papa ya kan ari lu sama Dion aja" seru ceisha
" nanti mabar Sama gua quenn kalo gitu" kata Divan
" iya nanti Van"jawab arletha
Ariyan dan Adion hanya diam menyimak mereka tapi disisi adion ia berkata " cih dasar wanita rendah sok Sokan care sama sahabat padahal aslinya busuk dasar rubah" gumam adion dalam hati
sedangkan arletha tidak menoleh kearah adion sekalipun ia anggap adion tidak ada disisinya walaupun sebenarnya ia berat karna ia masih sangat mencintai adion meskipun adion sudah berkata dan berbuat kasar kepada nya.
__ADS_1
" sebenarnya didalam lubuk hatiku masih mencintai mu Dion tapi sikap dan perkataan mu yang menorehkan luka disebagian hatiku" gumam arletha dalam hati
tapi secepat mungkin ia tepis perasaan itu ia tidak boleh terus terusan berharap