
2. Jumlah Fi'liyah
Jumlah fi'liyah adalah jumlah (kalimat) yang diawali dengan fi'il (kata kerja), sama dengan namanya. kalimat ini biasanya tersusun dari fi'il (kata kerja) dan fa'il (subjek).
Fi'il (kata kerja) disini biasanya berupa fi'il madhi (kata kerja lampau), tapi bisa juga jika menggunakan fi'il mudhore (yang sedang dilakukan).
Fa'il (subjek) dalam jumlah fi'liyah bisa nampak (dhohir/biasanya ditandai dengan nama orang atau suatu benda), bisa juga secara tidak nampak (dhomir/biasanya jumlah fi'liyah dengan fa'il (subjek) yang tidak nampak ini berada di tengah-tengah paragraf karena dhomirnya sudah disebutkan di awal paragraf)
Jumlah Fi’liyah
Zaid telah berdiri : قَامَ زَيْدٌ
Allah menciptakan manusia
__ADS_1
يَخْلُقُ اللَّهُ النَّاسَ
Zaid dipukul, pelajaran ditulis
ضُرِبَ زَيْدٌ , يُكْتَبُ الدَّرْسُ
_____________
Penjelasan :
__ADS_1
Contoh kedua: kata 'yahluqu' sebagai fi'il, yaitu fi'il mudhore (kata kerja yang sedang dilakukan), jika dilihat dari jenisnya fi'il ini adalah fi'il muta'adi (kata kerja yang membutuhkan objek), kata 'Allahu' sebagai fa'il (subjek) dan kata 'an-naasa' menjadi maf'ul bih (objeknya). nah, jika tidak ada objeknya maka kalimat ini tidak sempurna karena fi'il 'yahluqu' yang artinya 'menciptakan' itu membutuhkan objek.
Contoh ketiga: kata 'dhuriba' dari kalimat 'dhuriba zaidun' menjadi fi'il, yaitu jenis fi'il majhul (kata kerja yang tidak disebutkan pelakunya atau kata kerja pasif), maka dari itu kata 'zaidun' dinamakan 'naibul fa'il' (pengganti subjek) jadi jika diterjemah menjadi 'zaid dipukul'.Dari contoh-contoh di atas merupakan jumlah fi'liyah karena diawali dengan fi'il (kata kerja).
__ADS_1