
Bel istirahat selesai dan semua kembali ke ruangan dan tetap sama kali ini tidak ada kak Sigit.
(yah kak Sigit gak ada gak seru dong masa biang kerok doang lagi yang pimpin kelompok) dalam lamunan di ruangan Siska terbayang wajah kak Sigit
Jam pulang telah tiba seluruh mahasiswa dan mahasiswi serentak di kumpulan di lapangan
"sekali lagi saya ucapkan terima kasih atas perhatiannya buat mahasiswa dan mahasiswi baru. selamat datang di kampus ini dan jangan lupa untuk terus-menerus mematuhi peraturan yang berlaku" jelas Umar si ketua OSPEK
"Sekarang barisan di bubarkan. Selamat siang semua" sambutan akhir dari Umar
(sangat tampan dan sangat berwibawa tapi kalau tahu sifat aslinya nyebelin banget so banget) dalam hati Siska
"Siska " tangan Siska di tarik sama cowo
"eh , kak Sigit pelan-pelan" tangan Siska di genggam erat
"kamu jadi kan pulang bareng aku" tanya Sigit
"jadi kok ka" jawab Siska
"loe bareng gw " Umar langsung menarik tangan Siska
"eh , sakit biang kerok" bentak Siska
Umar melepaskan tangannya Siska
Umar berjalan meninggalkan Siska dan Sigit
"kak ada apa dengan si biang kerok?" tanya siksa kepada Sigit sahabat Umar
"gatau salah minum kali Ampe maksa kamu" tertawa kecil Sigit tersenyum pada Siska
(Deg...Deg...Deg) jantung Siska berdetak
__ADS_1
"Ayo, ke ruang OSIS" ajak Sigit
Jalan menuju ruang OSIS
pintu masuk di buka
"Wow" Siska terdiam
"kenapa , masuk lah" ajak Sigit
"ini ruang OSIS besar banget kak" tanya Siska
"iya , ini ruangan Umar" jelas Sigit
Siska melanjutkan langkah ke depan meja OSIS tertulis nama Khaumar dan sebuah foto kemeja dan jas hitam serta celana bahan hitam
Siska memandangi foto umar
Di tepuk pundak baru sadar Siska
"kenapa ka?" tanya Siska
"ayo , sudah rapi kita pulang" jelas Sigit
"oke kak" Siska menjawabnya
Mereka menuju parkiran motor
Terlihat dari jauh ada cowo dengan motor merahnya masih di parkiran
"loe mar . belum pulang" tanya Sigit
"Siska loe bareng gw" perinta Umar
__ADS_1
"tidak ah udah janji am kak Sigit . lagi biang kerok tumben banget si " ejek Siska ke Umar
" Pakai helm ini cepat naik" paksa Umar
"kak maaf ya" permintaan maaf Siska karena Umar lebih maksa dia pulang bareng Umar dari pada Sigit
Siska dan umar di motor Umar menuju arah luar arah dari jalan ke rumah Siska
"mau kemana? kata nya mau ke rumah nganterin gw pulang" jelas siska
"tunggu diam ikuti aja kepo" gentak dari kata Umar yang sedang kesal
Mereka tiba di sebuah puncak kota
"ngapain di sini" tanya Siska
"duduk diam dulu" perintah Umar
Umar pergi beberapa menit dia membawakan jagung bakar setelah kembali dan teh tarik
"makan dan di minum ya" perintah Umar
" gak di racun kan? " tanya Siska
"kalau loe mati gw racunin " jelas Umar
Tetap Siska makan jagungnya dan teh tarik di minum habis
"kenyang , nanti ga pake makan lagi deh" Siska berkata pelan
"mati ga loe? gw racunin kan" jelas Umar
"gak ka Umar makasih banyak kak" ucapan lembut dari siska
__ADS_1