Berbagi Ingatan Dengan Dua Gadis

Berbagi Ingatan Dengan Dua Gadis
Chapter 59 Saling Menggoda


__ADS_3

Setelah itu Kami akhirnya kembali dari ruang kesadaran, sebelumnya Aku tidak terlalu memperhatikan kondisi tubuh Naila. Kali ini Aku memeriksa tubuh Naila dengan benar, sudah jelas kondisi tubuh Naila saat ini sangatlah lemah karena secara garis besar fisik dasar Naila lebih rendah dari Linea.


Naila sekarang masih dipeluk oleh Ratu Alien, jika dilihat dari dekat itu cukup menakutkan, Aku berpikir akan ada serangga facehugger yang keluar dari mulut Alien dan melompat ke wajah dan masuk ke perut.


“Hajime, gendong saya.” melihat wajahku yang merasa aneh dengan para alien, dia berinisiatif menggoda diriku.


“Oke-oke, tidak masalah.”


Setelah menjawab, saat Aku mendekati Naila di pelukan alien, alien itu tiba-tiba membuka mulutnya lebar-lebar, lau alien kecil keluar darinya dan naik ke wajahku.


“Ah ….Ah! Tunggu! Naila, tolong. Agrh.”


Rasa takut dan jijik menonton “Alien” tiba-tiba membanjiri kepalaku, Aku yang kesal tanpa banyak berpikir segera merobek Alien kecil yang melilit wajahku menjadi berkeping-keping tanpa pandang bulu.


“Huh~ Huh~” Aku sedikit terengah-engah.


“Naila, Kamu terlalu banyak bercanda.” Linea sangat marah pada lelucon Naila yang terlalu berlebihan, dia melihat Naila dengan mata dingin.


Karena ketakutan, Aku sedikit kehilangan keseimbangan, lalu tubuhku jatuh bersandar di dinding gua. Aku kemudian duduk bersandar di dinding gua, seperti seorang penuh luka yang selamat dari pertarungan intens, lalu bersandar di dinding untuk meuunggu kematian.


“Hajime, Anda baik-baik saja?” Naila juga tidak menyangka reaksiku yang cukup besar.


Alien sudah menjadi mimpi burukku sejak Aku menonton film “Alien” di bioskop saat masih anak-anak, Aku sering bermimpi bahwa diriku sedang di tembus ke dalam mulut ku oleh alien kecil atau Aku akan dimasuki oleh serangga facehugger.


Sebenarnya Aku tidak terlalu bermasalah dengan hal ini sekarang, mungkin hanya pada tingkatan jijik, karena sebelumnya di gua es Naila sudah mengerjaiku dengan cara yang sama. Tapi entah kenapa, mungkin karena suasana aneh dan kelam di sekitar gua ini membuat Aku mengingat ketakutan itu.


“Hajime, Saya salah, Saya tidak akan melakukan hal ini lagi, ayo bersemangatlah.” Naila mencoba meyakinkanku, dia membelai rambut dan memegangi rambutku.


“Tch, tinggalkan Aku sendiri.” Aku mengibaskan tangan Naila dengan marah.


“Kalau begitu, Saya akan benar-benar meniggalkan dirimu sendiri.” Naila kemudia menarik Linea dan menyuruh Ratu Alien yang membawanya berlari ke depan, dan sengaja meninggalkan Ratu Alien lain “menemani” diriku.

__ADS_1


Aku terdiam, lalu melihat para Ratu Alien yang ada di sekelilingku, Aku dan para Alien saling memandang, semakin lama diriku memandang mereka, Aku semakin panik, “Naila, tunggu! Kembali, jangan pergi!”


“Eh? Anda bercanda kan? Oi! Jangan tinggalkan Aku sendiri.”


Aku kemudian berlari mengejar Naila dan Linea. Tentu saja para Alien itu juga mengikutiku dari belakang, itu benar-benar menjadi mirip adegan saat tim ekspedisi melarikan diri dari Alien di film yang membuat diriku semakin panik.


Setelah beberapa saat mengejar, Aku akhirnya dapat menyusul mereka. Sejak pengalaman ini. Aku telah menyimpulkan pelajaran, jangan sampai bermain-main dengan Naila, dia memiliki lebih dari 100 cara untuk mengerjai Anda balik.


“Apakah ini bagus, dan ini juga boleh kedepannya.” Naila terus menempel pada lenganku.


Aku ingin mendorong Naila sedikit menjauh, tapi melihat Alien tersenyum padaku dari belakang Naila, membuat diriku menyerah. Melihat Naila menempel seperti ini padaku, sebenarnya terasa sedikit aneh mengingat sifatnya. Ah ngomong-ngomong karena efek penyembuhan kekuatanku Naila sudah mulai dapat berjalan.


“Karena Anda tidak ingin memeluk saya, Saya yang akan memeluk Anda.” Naila tiba-tiba memeluk semakin erat lenganku saat Aku sedang melihat Alien di sebelah.


“Naila, tunggu apa yang terjadi padamu? Bagaimana kesukaanmu terhadap para gadis? Apa Kamu telah lupa.”


Sebenarnya Aku tidak masalah dengan pelukan ini, tapi mengingat sikap Naila pada para lelaki dan diriku sebelumnya, seperti sengaja menempekan dadanya pada lenganku dan memeluk diriku dengan erat. Tindakan seperti ini seharunya melenceng dari prinsip jalan hidup Naila.


“Ahem, Anda benar, Saya sedikit tidak mampu mengendalikan diri.”


Melihat sikap Naila yang sekarang juga merupakan hal segar bagiku, dan itu membuat diriku sedikit merasa malu. disisi lain, Naila yang melihat diriku malu mencoba menggoda diriku lebih jauh, dia menggerakkan jari terlunjuknya yang tipis menelusuri lenganku, lalu pindah ke tubuhku dan mulai mendekatku dadaku.


“Tunggu…tahan…” Gerakan erotis halus jari Naila membuat tubuhku merasa geli dan bergidik.


“Cukup, Naila, itu terlalu erotis.” Pada saat tepa, Linea meraih tangan Naila dan merasa sedikit iri.


“Ah, Saya lupa Saya tidak sedang bersama seorang gadis.”


Naila berkata dengan  malu, dia pada dasarnya sering bermain-main dengan para gadis saat bertemu dengan gadis-gadis cantik. Saat gadis yang dia goda tidak melakukan perlawanan, dia memiliki dorongan melangkah lebih jauh dan membantu para gadis mengembangkan beberapa hal yang seharusnya tidak di kembangakan oleh para gadis.


“Dan Kamu, mengapa Kamu tidak melawan.” Linea menunjuk ujung hidungku, menuduhku dengan wajah cemberut lengkap dengan pipi yang mengembung.

__ADS_1


“Aku, bagaimanapun Aku adalah seorang laki-laki, bagaimana Aku bisa menolak tindakan inisiatif para gadis.”


Aku ragu-ragu dalam menjawab, setelah semua Aku tidak bisa mengatakan bahwa diriku merasa tidak nyaman disentuh oleh para gadis. Sejujurnya tubuhku yang salah disini, pada awalnya Aku akan memiliki rasa penolakan karena malu, tapi begitu tubuhku merasa nyaman Aku akan mulai memaafkan perilaku Naila.


“Itu juga tidak boleh, ada perbedaan antara pria dan wanita, Saya yang akan membawamu pergi.”


Linea menjadi sedikit marah, walaupun dia mengerti jika orang lain adalah Naila, melihat orang yang disukainya terang-terangan mendua di depannya.


“Minggir.” Linea mendorong Naila dan mengambil lenganku yang sebelumnya dipeluk Naila.


Namun, Naila tidak mau kalah dengan Linea, dia lalu mengambil lenganku yang lain dan mencoba bersaing dengan Linea.


“Haku, bajingan!” Aku terhimpit di antara kedua gadis cantik yang saling memperebutkan diriku, membuat diriku merasa berada di surga.


“Tidak, itu bukan salahku.” Aku sekarang mencoba sekuat tenaga memenangkan rasa senang dalam hatiku, dan menahan senyum di mulutku.


“Naila, menyingkirlah!” Linea mencoba menariku ke arahnya.


[Itu imut sekali.] Melihat telinga Linea yang memerah saat menempel padaku, membuat Aku tidak bisa menahan keinginan untuk menggigit telinganya.


[Sekali saja.]


Bagaimanapun sangat jarang bagiku mendapat pengalaman yang begitu nyaman sekali, tentu saja, Aku harus menikmatinya sesekali. Aku kemudian menggigit telinga Linea, dan perasaan seperti sengatan listrik mengalir dari Linea ke jantungku.


“Diam, Apakah Kamu kucing!” Linea sekuat tenaga menjauhkan telinganya dari gigitan mulutku.


“Aku tidak.” Serius Aku hanya ingin merasa mendominasi kali ini, tidak ada yang bisa menghentikanku menggigit telinga Linea.


Linea tiba-tiba menarik lenganku kebawah dan menggigit telingaku dengan keras, “Kamu menggigit telingaku, Saya juga akan menggigitnya.”


Dalam perjalanan, Linea dan dirku saling menggigit telinga satu sama lain secara bergantian, tidak membiarkan orang lain mengganggu kami. Namun, semakin kami berdua saling menggigit, semakin longgar jadinya, dan secara bertahap menjadi jilatan yang gatal.

__ADS_1


“Sungguh, betapa konyol dan imutnya mereka berdua.” Naila menatap kami berdua dengan senyum penuh pengertian.


Kami sudah lama tidak bermain-main dan saling mengerjai sejak kami tumbuh dewasa, terutama Tsundere yang hampir tidak memiliki teman seperti Linea, yang tidak menikmati hidup dengan bahagia sejak kecil, dan itu hanya di antara Aku dan Naila. Hanya di depan kami dia menunjukan sisi polos dan indah itu.


__ADS_2