
"nona Yuki. Kalau ibu mu gila gimana?" tanya Laric dengan tersenyum dan mendorong wajah nya ke samping bahu Yuki.
Yuki melirik Laric dan bertanya balik ke pada Laric "lalu, bagaimana jika aku yang gila?"Yuki dengan memegang dagu nya dan memiring kan kepala nya.
Laric terdiam dengan wajah tersenyum yang terasa datar.
"oh ya~" Yuki menepuk ke dua tangan nya dan berbalik dari pandangan Laric.
Yuki memutar kembali wajah nya ke Laric dan bertanya balik : "Kenapa, kau berpura-pura menjadi adik ku? Pedang jiwa ku?" Yuki tersenyum cantik, suasan yang tadi serius, mencekam,mematikan, penuh intimidasi, dan
Penuh dengan aura-aura kematian berubah menjadi senyuman bodoh Laric, dan suasana yang terasa bodoh dan konyol tapi mematikan.
"uh- ah-oh-uhh" Laric kehilangan kata-kata nya dan mengalih kan pandangan mata nya dari Yuki. Yuki yang merasa akan kejanggalan itu menekan Laric kembali "hmm? Uh oh ah, apa? Jangan beralasan,Laric."
"glek" Laric pun mundur perlahan, ia menelan ludah nya sendiri dan terlihat gemeteran.
__ADS_1
"hmm? Laric kenapa kau diam saja?"
"Ma-maaf kan aku, Tuan! Aku ada urusan!" Laric berubah menjadi sebuah pedang dan terbang kembali ke langit.
"kabur? Hahaha-"
Yuki berbalik dan melihat pohon besar di samping nya dedaunan berjatuhan, Yuki melihat ke atas pohon tersebut, dan berpikir kembali bagaimana dia harus menebus kedosa nya yang bejibun(banyak)
Yuki melampang kan tangan nya di bawah pohon tersebut, satu daun jatuh dari pohon itu dan terjatuh di tangan Yuki. Yuki melihat tangan nya yang kejatuhan pohon tersebut.
"padahal di atas warna nya hijau. Kenapa ini warna nya oranye?" Yuki bergumam sendiri di dekat tempat itu.
di tempat itu ada para penghuni desa yang sedang menjemur pakaian mereka dan sibuk ngobrol di saat itu sebuah kalimat terlintas di pikiran Yuki : "tidak ingin istri."
Mengingat bahwa Yuki merupakan anak tunggal yang di latih oleh dunia dan yang menentang yang kotor.
__ADS_1
Wajah Yuki yang tadi nya terlihat biasa saja seperti anak berusia 18 tahunan, tiba-tiba berubah menjadi sebuah mata budak tanpa harapan hidup dan yang tadi nya berwarna merah berubah menjadi hitam dengan warna merah yang pekat.
Para wanita yang sedang menjemur baju,celana dan barang-barang mereka itu melihat Yuki, dan lembai kan tangan mereka ke pada Yuki sambil tersenyum, sontak Yuki berhenti melamun dan membalas sapaan dan senyuman mereka.
" suara seseorang memasuki telinga Yuki, Yuki kaget dan melihat siapa orang itu.
Yuki berdiri dan mengusap-usap pakaian nya.
"Ma-maaf tapi anda siapa?" ucap Yuki sambil berusaha menghilang kan kewaspadaan nya terhadap seseorang.
"anak ku yang sayangi, Yuki" suara itu makin terdengar jelas di telinga Yuki, seolah seperti hanya Yuki saja yang bisa mendengar suara tersebut.
insting Yuki terbangun, dan membuat dinding/benteng kewaspadaan nya tersendiri.
"glek, Maaf kalau boleh tahu, anda siapa ya?"masih berusaha terlihat ramah, Yuki perlahan-lahan menghancur kan tembok yang di buat oleh instiny nya sendiri.
__ADS_1
"mungkin kamu tidak percaya, tapi aku adalah tuhan dan kamu adalah anak tuhan"
[ini hanyalah cerita fiksi,jangan di anggap serius]