
Pagi hari sekali anak - anak SMA Nusa lebih tepanya kelas 12 IPA 1 mengadakan Olahraga .
mereka dibagi menjadi tim putra dan tim putri .
" Baik anak - anak , kita sekarang akan ber olahraga . nah kalian sekarang pemanasan ,saya minta stelah itu berlari keliling lapangan basket ,untuk putra 8 putaran , dan untuk putri 5 putaran . Baiklah silahkan pemanasan dan di lanjut dengan berlari seperti yang saya minta, Faham?!!" ucap guru orahraga yang di ketahui bernama pak Jack.
"Hah , Akhirnya ada kesempatan untuk bikin hanara luluh, terus jadi ngejar - ngerjar gue , dan gue bakalan menangis taruhan sama anak - anak ucap Raga dalam hati , sambil melirik ke arah Hanara.
setelah selesai pemanasan tim putra berlari lebih dulu , tanpa di duga Raga melepas kan bajunya ketika berlari. sontak saja anak - anak perempuan berteriak histeris melihat kotak -
kotak yang ber susun rapih di perut seorang Raga.Raga yakin pasti saat ini Hanara tengah melihat nya tanpa berkedip apalagi proporsi tubuh sempurna sepertinya .
sedangkan saat Raga melirik Hana , Gadis itu hanya
menunduk kan pandangan nya memperhatikan bayangan nya yang terkena sinar matahari .
" ck, gadis aneh, Masa sih dia gak suka
, orang orang pada histeris eh ini malah liattin lantai lapangan ." Gerutu Raga dalam hatinnya .
Karena merasa kesal Raga memakai kembali baju olahraga nya .Tanpa ia sadari ke empat sahabat nya sedang memperhatikan ke arahnya sembari tersenyum menyaksikan aksi gagal sahabatnya.
" Udah gue bilangin , cara kayak gituh gak bakalan berhasil . Kasian banget si Raga malah jadi sarapan anak cewe di kelasnya " ucap Rio .
" Kanibal dong?" balas Rasya polos .
" Si Rasya ini polos apa agak goblok ya?".geram Rio.
" Maksud nya bukan sarapan
beneran di makan Rasyaaaaaaa! Maksudnya jadi ajang cuci mata cewe - cewe. Gak dimakan ... Lu kira jombi , orang gigit orang ". tutur Rio penuh ke frustasian .
Sementara kedua sahabatnya hanya jadi penonton bagi perdebatan Rio dan Rasya.
" Cuci mata ? berarti ..."
" Udah yok kantin, Biar otak lu dapet Asupan kuah cilok biar agak encer". dengan cepat rio memotong kalimat yang hendak keluar dari mulut Rasya.
Mereka ber empat berjalan beriringan meninggalkan sisi lapangan olahraga.
setelah istirahat anak - anak 12 IPA 1 memasuki kelas nya kembali .Termasuk Raga dan Hana ,seorang guru mata pelajaran memasuki kelas mereka dan memberikan materi ,
__ADS_1
Setelah beberapa saat guru tersebut berpamitan untuk meninggalkan kelas karena ada urusan mendadak. Meskipun ada urusan tak lupa ia memberikan tugas untuk anak kelas tersebut yang harus di kumpulkan sebelum pulang .
Raga sesekali melihat Hana yang sedang mengerjakan tugas , Hana yang nampak fokus semakin terlihat cantik .
" Kenapa liatin aja? " Tanya Hana tanpa mengalihkan pandangannya .
" Engg.. enggak kok siapa yang liatin elu " .Elak Raga karena malu.
" Oh.." Hana membalas singkat.
" Hana.." panggil Raga .
" Iya , kenapa"
" Kok , elu cuek banget, apalagi pas pertama gue ngajak kenalan ".tanya Raga jujur
" Gak papa, mungkin memang saya nya lagi gak mood , terus ya memang kita gak seharusnya terlalu akrab " jawab hana apa adanya.
" Kenapa" tanya Raga semakin penasaran
" Karena pada dasarnya kamu laki - laki dan saya perempuan ".papar Hana.
" Karena memang gak seharusnya seorang perempuan terlalu akrab dengan seorang laki - laki yang bukan mahram nya ". Tutur Hana.
" Ouh , Kalo udah mahram gimana boleh ? "Tanya Raga semakin Antusias
" Boleh".
" Ya udah ayo " ajak Raga .
" Ayo apa?" Tanya Hana sedikit tidak nyaman.
" Jadi mahram ..." Jawab Raga menaik turunkan alis nya.
" Maaf , enggak dulu " jawab Hana .
Raga kehabisan topik pembicaraan dengan hana , tapi dia bahagia bisa sedikit lebih dekat dengan gadis dingin itu. Meskipun bisa di bilang sesikit di sini hanya sebutir gula.
" Nah gue udah tahu cara biar bisa dapetin Hanara terus menangin taruhan sama anak - anak ". Seringai Raga dalam hati .
##########
__ADS_1
" Hai Hana" sapa seorang gadis berkepang dua.
" Oh, Haii Riska, Kamu Kemana aja kok dari pagi gak masuk kelas , sekalinya mau pulang udah ada ? tanya Hana Antusias.
" Biasa , ada urusan keluarga " jawab riska .
" Mau pulang bareng ?" tanya hana menawarkan
" Ayo ". jawab Riska.
keduanya pulang berjalan kaki menuju depan sekolah menunggu angkutan umum. sementara di parkiran Raga memperhatikan interaksi mereka berdua yang begitu akrab .
" Hanara Davira gue pasti dapetin lu , sehebat apa lu mencegah gue buat masuk ke dunia lu , dan buat lu ngejar - ngejar gue " seringai Raga sembari melihat ke arah Hanara yang tengah menunggu angkutan umum.
" Ra !" sebuah tangan menepuk bahu Raga .
" sialan!!, lu kalo mau manggil bisa santai dikit gak sih,gue kaget !" Raga yang kesal dan juga kaget menaikan satu oktaf nada bicaranya.
" ya maaf ". Kekeh Jeral .
" Kita jadikan ke markas?". tanya ke empat sahabat Raga.
" Jadi " Jawab Raga singkat , lalu melajukan motor nya ,mendahului teman - teman nya .
Ke empat inti geng heaven mengikuti Raga dari belakang , menyusuri jalan ibu kota ke sebuh daerah terpencil tempat dimana markas Heaven berada.
##########
Di sebuah kamar Hanara tengah meng otak - atik laptop nya, kini ia tengah membuat cerita untuk novel nya . Ya, Hanara seorang pengarang cerita, Hal ini merupakan hobinya sejak lama , dari dulu ia sering membaca banyak novel dan buku cerita lainya .
" Drrt, drrt". sebuah pesan WhatsApp masuk ke handphone Hana , ia segera meraih ponsel tersebut , disana terdapat notifikasi ,orang tua Hana mengiriminya pesan .
( Abah~)
" Assalamu alaikum Hana.., maaf ya abah sama umi kemungkinan besok baru bisa pulang karena nenek belum membaik, kamu hati - hati di rumah sama mba dan bibi .Besok ada tamu laki - laki yang akan datang ke rumah ,urusan beliau datang ke rumah bukan cuman sama abah aja , tapi sama kamu juga , ya udah nanti abah kabarin lagi ya, selamat malam putri abah , " Isi dari pesan yang di dapatka. oleh Hanara.
" Tamu? Mau ketemu sama aku? siapa ?" Batin hanara bertanya - tanya , karena Hanara rasa ia tidak terlalu banyak mempunyai hubungan dengan laki - laki karena Kebanyakan temannya
perempuan .
Lama bergelut dengan isi pikirannya Hana yang tengah memikirkan ucapan Abah . Daripada ia menerka - nerka akhirnya Hanara memilih untuk membereskan Laptop dan benda lainya dan bergegas beranjak tidur.
__ADS_1