Bertemu Lagi

Bertemu Lagi
Raga?


__ADS_3

Pagi - Pagi setelah subuh Hana sudah sibuk beres - beres bersama Bibi


dan mba yang bekerja di rumahnya .


" Assalamualaikum " ucap salam seseorang dari luar .


" Wa allaikum sallam " ucap mereka serempak.


" Biar bibi liat dulu non" ucap Bibi bernama Ina.


" Gapapa bi biar saya saja , Bibi bantuin mba Ira masak saja." Tutur Hana .


Hanara pun menuju pintu depan rumah dan membukakan pintunya, seseorang yang ada di balik pintu mengangkat wajahnya .


Tetapi alamgkah terkejutnya Hana , melihat siapa orang tersebut.


" Raga?" Ucap Hana kaget.


" Hai " Raga menyapa Hana .


Raga datang dengan pakaian 180 ° berbeda dari biasanya. Bagaimana tidak kemeja hitam rapih rambut yang di tata lebih rapih dari biasanya, Tak lupa sepatu fantopel hitam .


" Boleh masuk ? " Tanya Raga.


" Engg/" ucap hana tersenggal


" Masuk nak " ucap Abah dari belakang . Yang otomatis memotong kata - kata Hana.


Hana mempersilahkan


Raga untuk duduk , meskipun dirinya


Kebingungan .


Hana menyalami Abah dan uminya .


Dibelakang abah dan uminya Hana melihat seorang

__ADS_1


pria paruh baya yang ikut masuk , hal ini semakin membuat Hana gelisah.


" Sikahkan duduk pak" ucap abah mempersilahkan kepada pria itu.


" Hana , duduk sinih sayang" pinta umi.


" Iya umi" jawab Hana.


"


Hana , Perkenalkan ini adalah pak Hadi Abimayu teman Abah dulu, Dan di sampingnya ada putra nya namanya


Raga Abimayu Putra ." Ucap abah


Sembari Menatap Hana .


Hana memang sudah mengenal Raga .Tetapi untuk ayahnya Hana pun sedikit kaget bahwa Abahnya mengenal ayah dari Raga.


" Hadi , Raga ,ini Hanara putri saya satu - satunya . Nama lengkapnya Hanara Davira ." Ucap abah lagi kini Giliran ia mengenal kan Hanara.


"Jadi begini Hana, Abah ini kan sudah tua ,sudah tidak tahu bisa merawat mu ,melihat kamu , membimbing kamu sampai mana , Abah dan umi kan sudah sering sakit - sakitan , rencananya abah mau menitipkan kamu kepada keluarga Pak Hadi jika kelak Abah dan umi mu sudah tiada. Abah tahu karena dulu Abah dan umi mu ini sama sama anak tunggal , jadi kamu tidak mempunyai paman atau Bibi. Jadi kami khawatir bila nanti tidak ada yang merawatmu ." Tutur abah dengan suara yang sedikit serak menandakan ada rasa sedih yang di tahan .


" Abah.. Abah jangan bilang kayak gituh " ucap Hana sedih.


Umi Hana berlinang air mata melihat interaksi abah dan Hana.


" Hana.. Hana mau kan nurutin kemauan Abah? " Tanya abah kepada Hana.


" Iya Abah". Ucap Hana .


" Hana Abah jodohkan dengan nak Raga , setelah lulus sekolah nanti kalian menikah ya" ucap abah penuh harap.


" Tapi , bah" Hana ragu dengan keputusan Abahnya. Ada rasa tidak terima akan keputusan tersebut.


" Mau ya? Abah yakin Hana bisa "


" Baik abah" Lirih Hana yang sedikit sedih.

__ADS_1


" Nak Hana , percaya sama saya , meskipun saya calon mertua kamu , tapi kamu akan saya anggap seperti putri saya sendiri . Saya harap Raga bisa lebih baik dengan mengenal perempuan seperti kamu " tutur pak Hadi.


Setelah itu mereka berbincang-bincang mengenai hal yang lain -lain .


Sesekali Raga melirik ke arah Hanara yang menunduk ada rasa bersalah telah melimbatkan Hanara hanya untuk kepentingan nya sendiri .


Raga mengambil handphone nya dan mengirim kan rekaman suara abah Hana ketika berbicara dengan Hana yang diam - diam di ambil oleh nya.


" Kalian Kalah , siapkan 4000 calon anak - anak heaven " ketiknya dalam pesan tersebut.


Setelah pesan terkirim terdapat tanda ceklis biru yang berarti anggota heaven telah mendengarkan audio tersebut .


" Lu gila ya ?" Balasan pesan pertama berasal dari jeral.


" Woy Raga , lu kira itu mainan , itu anak orang anjir , awas ya lu kali gak serius ,gue pastiin gue duluan yang akan ngasih pelajaran buat elu!" Kini levin yang mengeluarkan emosinya lewat ketikan .


Sedangkan yang lain masih mengetik. Buru- buru Raga menutup aplikasi chat nya .


" Ya sudah , Hamdan , Amara , saya sama anak saya pamit dulu , saya masih ada urusan di Kantor.


Saya pamit" pamit Pak Hadi kepada Abah dan umi.


" Nak Hana, papah pamit dulu ya .., Lain kali saya akan ber silaturahmi lagi kemari , atau nanti saat di sekolah ya " tutur Pak Hadi lagi


Hana , Abah dan Umi mengangguk dan mengantar Pak Hadi beserta


Raga ke depan rumah .


Saat di mobil raga sedikit terpikir akan kata - kata dari teman - temannya


. Dirinya memang seorang ambisius , ke inginnannya harus terpenuhi ,. Dia tidak akan mau mengalah bahkan untuk hal kecil , Katakan saja ia egois


Tapi semua pasti ada alasan .


" Rencana gue berhasil " seringai Raga .


Flashback on:

__ADS_1


__ADS_2