Best Friend Vs Boy Friend

Best Friend Vs Boy Friend
1


__ADS_3

Miliaran tahun yang lalu.


Semua manusia ras khusus dalam kehampaan berbaris melingkar menunggu jawaban dari cahaya, senyap tak ada suara satu dengungan pun yang terdengar. Hanya hati yang bergejolak menunggu takdir yang akan diberikan pada jiwa kosong mereka, akhirnya penantian panjang selama 1000 hari terjawab cahaya mulai memperlihatkan takdir para jiwa. Seperti kunang-kunang yang terbang penuh dengan Kilauan emas. Satu jiwa mulai terbelah menjadi dua individu begitu juga jiwa lain,satu laki-laki dan satu perempuan.


Ketika para jiwa terlahir ke dunia, telapak tangan mereka akan tertulis sebuah angka takdir,setiap angka berbeda karena hanya belahan jiwa merekalah yang akan memiliki angka sama. Tetapi mereka harus merahasiakan angka tersebut dari jiwa lain karena jika jiwa lain melihat angka takdir maka kelemahannya akan terungkap,yang pasti lebih mudah untuk dikalahkan.


"Kau lah pemilik takdirku maka kau jugalah pemilik jiwaku".


Belahan jiwa tak bisa dipisahkan ketika jiwa dengan angka takdir berbeda di satukan maka akan terjadi malapetaka besar yang menimpa dunia selama 1000 tahun.


Lalu bagaimana apabila dunia masih dalam tahap hukuman dan kita terlahir di dalam masa itu?..


Kehidupan di bumi berjalan seiring jarum jam berputar dan detik yang terus menambah angka.


Dalam ruangan hening, luas dan gelap terdapat cahaya lampu tersorot pada dua orang yang sedang bermain kartu seperti mengatur segala gerak gerik yang terjadi dengan permainannya.


"Kau kalah lagi boy, tidak ingin menyerah?".


Dengan nada mengejek.


"Tidak ada yang tau masa depan Shyre, kau terlalu banyak bicara saat mendekati kekalahan".


Mengeluarkan kartu Queen.


Jakarta 4 Juni 2021


"Yo what's up semua ini Nia, comeback live di minggu cerah indah ini !"


Aku menyapa para penonton live ku.


"Hari ini,pertama kalinya gue pindah ke jakarta yang megah ini, sekolah baru, lingkungan baru semua baru. Yang artinya gue pasti rindu temen lamaku di jawa..hmm apa ini?? Kak aku kasih challenge dapetin satu cowok di hari pertama?! Denger ya itu gak gampang,bayangin aja Lo lagi kenalan Ama ayam, dia gak bakal inget Lo lagi, dan itu pasti.."


Aku tidak sengaja menabrak seorang pemuda, memakai Hoodie hitam dan membawa beberapa buah.


"Aduh maaf, aku bantu mengemasi buahnya".


Aku membantunya hingga tak sadar aku berhenti sejenak melihat matanya yang teduh menenangkan, dan rambutnya hitam berkilau tersapu angin.


"Kembaliin jeruknya".

__ADS_1


Perkataan singkat keluar dari mulutnya membuat ku tersontak. Setelah itu dia pergi begitu saja, aku pun kembali ke live melihat semua komentar penuh dengan emoji bermata hati melayang di layar hp ku.


Njir tipe aku banget tu anak, kak kok gak di spill wajahnya,wah ingin lihat wajahnya lagi nich, keren beut model rambutnya, cari cowok yang kek gitu dong kak. Komentar seperti itu bermunculan. Tetapi aku tidak tau harus berkata apa.


"Udah ya guys, cowok kaya gitu gak perlu dibahas nanti songong , gimana kalo ku tunjukin rumah baru gue".


Aku sampai di halaman rumahku yang lumayan luas.


"Ini nich, tau lah ya gak megah atau gak minimalis amat,tapi syukurlah bisa di tinggali".


Ada truk pindahan di belakang tuh, belum selesai pindahin barang ya. Aku melihat komentar itu.


"Itu bukan truk barang rumah gue,kayaknya ada tetangga yang baru pindahan juga, bentar ku intip dulu,siapa tau bisa jadi teman juga".


Aku mengintip dari semak pinggir jalan.


"Apaan nih mata-matain rumah orang, nge fans ?"


. Aku kaget mendengar suara pemuda yang agak nyaring itu.


"Dih,, malu aja kalo langsung tanya, btw ... Lo yang punya ni rumah".


Dia berkata seperti layaknya orang sombong.


"GeEr orang nanya doang".


Aku beranjak dari semak dan kembali ke halamanku. Jujur aku berharap mempunyai tetangga perempuan yang satu sekolah denganku jadi kita bisa pesta tidur, ngobrol, dan lain-lain. Kalau laki-laki tidak masalah tapi kenapa harus dia.


Malam Senin malam yang paling ku benci. Abang menyuruh- ku menyiapkan semua peralatan sekolah untuk besok dan sedikit merapikan pakaian.


Pesan-pesan dari komentator live :


Aduh tumben rajin kak, yang ikhlas ngerapiin nya wkwkw, kalo gue sih gak mau suruh ngerapiin begituan, akhirnya aku lihat kakak gak rebahan malem Senin lagi, bajunya bagus- bagus dari brand apa aja kak.


"Begitulah kalo gue gak sayang abang gue, pasti rebahan pun lebih enak... oke sambil aku spill baju ya. Ini tuh dari malina kova kainnya apik nyerap keringat aku saranin jangan kebanyakan beli baju yang gak nyerap keringat,nanti bisa jerawatan di punggung".


Aku melipat baju itu dan menatanya.


Abang Sam membuka pintu kamar

__ADS_1


"Live teros, kapan selesainya".


Tegur pemuda dengan rambut yang berantakan, hitam pekat, dan tatapan yang tajam dengan jari telunjuk dan jari tengah yang mengapit rokok merk matahari. Dia tiga tahun lebih tua dariku, meski banyak yang menggodanya dia tetap jomblo happy sampai sekarang.


"Nanti juga selesai".


Aku menjulurkan lidahku. Lalu Bang Sam mengambil hp milikku.


"Bang..jangan ganggu Napa".


Aku mengambil hp ku kembali.


"Penontonnya lumayan banyak".


"Ya iyalah adek siapa dulu, udah bang Sam makan malam aja, tadi aku masak chapcai".


Biasanya bang Sam yang menyiapkan dinner tapi kali ini dia habis lembur jadi aku yang masak setelah sekian lama.


"Abang dah makan tapi chapcai nya keasinan".


"Beneran? Perasaan tadi dah pas".


Aku meragukan pernyataan itu. Sambil bersikap cuek pada pembicaraan.


"Pokoknya tidak boleh tidur jam 11 ke atas, atau hp nya Abang sita 2 Minggu".


Dia pun pergi dan menutup pintu kamarku.


"Duh bang Sam makin ganteng aja.." duh Lo aja yang gak pernah liat bang Sam ya kan haha".


Aku menanggapi komentar itu.


"Udah ya dah agak larut, night guys".


Segara kumatikan hp ku dan beranjak ke ranjang ukuran sedang ber sprei ungu motif bintang.


Sebelum menutup mata pikiran ku teralih ke anak laki-laki yang ku tabrak tadi siang, memang wajahnya aku tak begitu ingat tetapi matanya yang indah mudah sekali untuk melekat di pikiranku.


"Alay banget kenal aja belom udah kebayang-bayang terus".

__ADS_1


Mataku melirik sejenak ke kalender yang menunjukan tanggal besok yaitu lima Juni.


__ADS_2