
"Lo dah gila, malu lah woy bayangin aja belum kenal tiba-tiba udah lop yu lop yu!".
"Sst". Penjaga perpustakaan memperingati anggun.
"Itu kan cara ampuh gue kalo gak mau pake ya udah".
"Saran gue jangan". Anggun berbisik padaku.
"Gak mungkin lah gue pake, pengen punya jutaan mantan Kaya dia?".
"Hahahaha". Anggun tertawa bersamaku.
"Sukanya ghibahin orang ih". Amanda sedikit kesal dengan kami.
17.24 Langit senja sudah mulai tergantikan oleh langit malam, waktu santaiku setelah membakar otakku disekolah.
Aku sangat penasaran tentang dirinya dan ingin mengenalnya. Teringat pak guru wali kelas sempat membagikan data siswa kelas A di grup jadi aku mencari namanya di data siswa tersebut dan menemukan nomor kontaknya.
Jariku mengetik kata 'sv Nia'. Tak tahu kapan dia akan membalas atau bagaimana. Yang pastinya menyukai seseorang dalam diam itu cukup berisiko.
Senyuman Noah mendadak muncul di ingatanku membuat rasa penasaran ku kembali muncul.
"Apa gue cek lagi ya ke rumahnya".
Aku pun bergegas, sesampainya aku dirumahnya, masih sama seperti tadi, masih gelap dan sangat sepi seperti tak berpenghuni. Untuk sekarang aku mengintip kedalam dari salah satu kaca pecahnya.
Benar-benar gelap dan senyap.
Sementara itu di dalam kamar Noah ..
"Huuh, dasar j*l*Ng, udah kaya gangguan jiwa kapan dia berhenti minta gituan terus ke gue....tapi setidaknya setelah kejadian tadi malam gue masih perjaka sekarang".
Sembari membaringkan tubuhnya ke ranjang yang dipenuhi uang dollar berserakan. Dia dihukum oleh ibunya yaitu dikurung dalam kamar hingga jam 16.00 karena melakukan suatu kesalahan.
Aku memberanikan diri untuk membunyikan bel rumahnya.
"Kakak sedang apa? Ingin ketemu kak Noah?". Tanya anak kecil yang kelihatan nya berumur 9 tahun dari luar pagar rumah. Memberhentikan niatku untuk menekan bel.
"Iyah, adek tau mana kak Noah sekarang?".
"Kak Noah pacaran sama orang kek kakak, apa bener kak Noah gak bakal nyesel?".
"Jangan sembarangan ngomong ya dek, kakak ini tetangganya dan teman sekelasnya yang ingin tau keadaannya aja".
"Bohong, mana ada cowok punya temen cewek yang ada pasti pacarnya, jujur aja gimana cara kakak dapetin hati kak Noah yang berkelas seperti pangeran itu, mau malak uangnya kan".
"Idih amit-amit, kaya gak ada cowok lain aja".
"Kalo mau dapetin kak Noah lewatin aku dulu, adeknya". Dia sok bersikap kuda-kudaan.
"Mana ada kuda-kuda kek gitu, itu pose kuda kuda keledai". Ejekku.
"Hiyaaaaat!". Dia berlari kearah ku dengan mengepalkan tangannya.
"Berisik Adit!". Noah menjinjing kerah baju bocil itu.
"Lepasin, dia baru ngeremehin kak Noah tadi".
Noah melepaskan adiknya dengan kasar hingga jatuh ke tanah.
__ADS_1
"Ada urusan?". Noah bertanya padaku dengan senyum lebar.
"Gue kira Lo kenapa-napa, karena tadi gak izin di sekolah, mana rumah kaca nya pecah gelap lagi".
"Biarin emang eak...@$#&@_!". Adiknya menyela pembicaraan, yang secara langsung dibungkam.
"Tadi malam gue ada urusan dan dihukum Sampe sore, jadi sekolah pun gak boleh".
"Emang sepenting itu urusannya?".
"Sebenarnya gak perlu gue ceritain segala, ini kejadian yang begituan".
"Begituan gimana?? Kek pesta tidur gitu??".
"Gimana ya.." Entah kenapa dia terbata-bata saat menjelaskan alasannya.
"Oh! Gue tau! Sekarang Lo udah... Bukan perjaka lagi?!".
"Gu gue masih perjaka.."
"Yang bener? Tadi malam kak Noah kan dikamar sama.._@-_#&_@&". Sekali lagi Noah langsung membungkam nya.
Aku mengangkat alis kiriku. Dan merebut minuman kemasan yang diminum bocil tadi.
"Minumanku!". Ucapnya.
Noah menggaruk kepalanya.
"Haduh susah banget, sini gue bisikin".
Aku mendekatkan telinga ku ke bibirnya. Dan dia mulai membisikan ceritanya.
Aku menyemburkan minuman ke wajah adik Noah dengan tidak sengaja karena terkejut.
"Omagatt??!!Lo itu masih umur berapa?!".
"Terpaksa, waktu itu dia mabuk, gue gak bisa ngendaliin hasratnya.."
"Udah udah, udah cukup penjelasannya, udah jelas banget. Gue cabut dulu, awas Lo macem-macem saat berkunjung ke rumah gue, gue bakal panggil polisi".
Aku kembali pulang dengan berjalan mundur sambil mewaspadai Noah. Hingga pintu masuk.
Noah kembali mengingat kejadian tengah malam itu...
Di meja makan.
"Gak nyangka kamu bakal ngunjungin Tante sama Noah di jakarta secepat ini, shella. Maaf yah Tante belum belanja banyak jadi gak ada cemilannya".
"Gak perlu repot-repot Tante, ketemu Noah yang ganteng gini aja udah seneng banget, dan perut saya langsung kenyang".
Noah memasang wajah geli dengan perilaku Shella.
"Lo itu cuma temen gue sopan dikit bisa?".
"Tante.. liat nih Noah jahat banget.."
"Noah memang sering gitu, udah gak perlu dihiraukan ". Bu may membela Shella.
"Oh iya Tante malam ini aku tidur di kamar Noah bisa gak?".
__ADS_1
"Gak apa-apa sih nanti Noah biar tidur dilantai".
Shella kegirangan dan langsung merangkul tangan Noah.
"Asyikk, denger kan Noah malam ini kita nonton Drakor bareng, makan cemilan, dan begadang bareng! Seru gak?".
"Gak". Noah meninggalkan Shella dan pergi menuju kulkas di ruang keluarga.
"Temen gak tau diri". Dia meracik miras dengan kadar alkohol yang lumayan tinggi, karena sebelum tidur dia selalu minum dengan alasan agar bisa tidur nyenyak.
"Noah! Wah kamu buatin minuman buat aku? Sweet banget, sini aku minum ya". Shella meminumnya hingga habis.
"Kok rasanya tubuh aku ringan banget, rasanya ingin bareng sama kamu terus nih, kita masuk bareng yuk!".
"Mampus gue kalo nyokap tau". Noah langsung menarik Shella yang mabuk ke dalam kamar.
Noah menghela nafasnya, dan berharap ibunya tak mengetahui hal ini. Tiba-tiba Shella membaringkan paksa tubuh Noah ke ranjang dan melepaskan jaketnya.
Noah terus memaksakan tubuhnya untuk bangun dari cengkeraman Shella yang kuat itu, Noah tak bisa terlalu keras mendorong nya karena dia akan berteriak sangat kencang saat di dorong dengan keras. Yang mana akan didengar oleh ibunya.
"Diem aja Noah ini cuma sekali seumur hidup ku dapet cowok seganteng kamu!".
Adit yang kebetulan melihat pertarungan itu langsung memukul punggung Shella dengan tongkat bisball.
"Jangan sakitin kak Noah!".
"Uh? Anak kecil gak usah ikutan!". Shella melepaskan cengkramannya.
Noah dengan cepat menahan Shella yang akan mencelakai Adit.
"Kenapa Noah? Kamu gak suka ya sama aku?? Apa yang kurang, bilang! Aku cantik, punya banyak uang!".
Shella menghamburkan semua uang dollar dari dalam tasnya, Lalu tertidur.
"Hehe Masa b*d*h sama uang Lo". Bisiknya di telinga Shella.
Beep beep.
Suara klakson mobil milik sopir pribadi Shella di halaman rumah, Noah berniat ingin mengantarkan Shella ke dalam mobil agar bisa pulang saat ini juga, tapi bagaimana caranya agar tidak ketahuan.
"Buang saja lewat jendela kak". Perkataan gila dari mulut Adit memberinya ide.
Dengan gorden yang di sambung-sambung menjadi sebuah tali menuju halaman dan selimut untuk membungkus Shella. Cara itu rupanya berhasil, pak sopir segera membawa Shella ke dalam mobil dan mengantarkannya pulang.
Noah dan Adit bisa menghela nafas dengan lega, dengan kepulangan Shella, yang mereka sebut j*l*ng.
Wajah Noah memerah dan menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal dengan perasaan geli,menyesal, dan marah mengingat kejadian tersebut.
"Kak, tadi itu pacar kakak ya?".
Noah menjitak kepala Adit.
"Jangan ceplas ceplos g*b**k, malu maluin!".
"Aduhh ku kira yang tadi malam itu pacar kak Noah".
"Kaya gak ada cewek lain aja, Masih bocil jadi gak usah ngurusin hidup orang".
"Jadi kakak juga benci yang tadi ya".
__ADS_1
"Gue suka cewek yang barusan tadi... Udah masuk, dah senja mau diculik Wewe?".