
Hari pertama UAS kali ini , kulewati dengan rasa sedih dihatiku , karena kali ini , tidak ada mama yang menemaniku saat sarapan pagi dan doa pagi. Biasanya jika Ujian datang , mama setiap pagi sudah menyiapkan ku sarapan dan selalu berdoa sebelum aku pergi ujian , tapi kini.... semua tinggal kenangan , hanya doa dan airmata ku yang mengiringi ku dalam ujian kali ini . Ku hela nafas panjang ku , ku tutup kedua mataku , agar air mata ini tertahan dan tidak keluar lagi , ku coba terus berfikir untuk meraih semua mimpi dan masa depan ku . dengan lirih ku berkata perlahan .... " Maa... Anjani kangen mama ...."
Ku lihat pohon Ara yang berada dekat lapangan sekolah , seakan akan aku membayangkan mama sedang berdiri dibawah nya , dia melihat ku dan memberi senyum manisnya kepadaku . membayangkan hal itu , akupun tersenyum sendiri , ada perasaan bahagia atau pun mungkin aku sudah gila karena kehilangan mama.
" Anjani , lo jangan ngelamun..! kesambet entar lo !"
suara Oman menyadarkan lamunanku . Bersyukurlah Oman datang ketempat ku , karena memang dari kemarin aku membutuhkan dia untuk membantuku .
" Eh , Man .... syukur deh lo datang kesini , gue memang mau ngomong sama lo , tapi belom sempet... gue harap lo mau bantu gue yaa.." dengan lugu ,
ku tarik tangan Oman agar dia duduk disampingku dan bisa mendengarkan alasan diriku mencarinya .
Dengan wajah yang penasaran , Oman duduk disampingku , dia menatapku dan mulai mendengarkan ku ...
" Elo berantem ma Antoni ? " tanya Oman kepadaku.
" Bukaaaan.... bukan ituu masalahnya " ku jawab Oman sambil kugelengkan kepalaku dan akupun memberi penjelasan kepadanya.
" Man.... tolong bantu gue , gue mau jual rumah gue...."
Alis mata Oman pun menaik dan matanya pun melotot menatap ku tak percaya kata kata ku...
" Lo , salah minum obat yee ??? "
Oman pun menjawabku dengan candaannya karena dia tidak percaya apa yang telah aku katakan kepadanya . Entah kepada siapa lagi aku berharap , rasanya aku tidak punya kepastian untuk semua yang akan kulakukan , rasa kehilangan itu sangat susah aku gambarkan dan ungkapkan .
Antoni tidak setuju dengan keputusan ku menjual rumah itu , dan kini Oman pun marah kepadaku gara gara ide gila ku ini .
" Man... gue mau jual rumah itu lebih dulu sebelum diambil papa , rumah itu adalah hasil jerih payah mama , dan setau gue rumah itu juga atas nama gue , gue sudah bisa ambil rumah gue saat gue sudah berumur 17th ....."
Ku beri penjelasan kepada Oman , agar dia tidak menghakimi ku sebagai anak yang durhaka .
" Apa jawaban Antoni tentang masalah ini ?"
Oman bertanya kepadaku tentang keputusan Antoni .
Aku hanya bisa terdiam dan tertegun , kembali ku ingat kata kata Antoni kepadaku tentang rumah itu .
Antoni ingin rumah itu tetap menjadi milik ku , jika rumah itu memang atas namaku maka papa pun tidak bisa mengambil rumah itu asal surat rumah itu aku simpan dengan baik dan papa tidak mengetahuinya.
" Anjani , gue bukannya sok ngatur , tapi gue berharap tindakan lo ini , musti lo pikir pikir lagi ...."
__ADS_1
Oman hanya bisa menasehatiku , diapun tidak ingin membantuku .
" Ya sudah , gue akan pikirkan ini semua baik baik ..."
Dengan perasaan kecewa , aku menjawab Oman.
Kulihat Antoni yang sudah menungguku pulang di pintu gerbang , banyak remaja cewek yang begitu bangga menyapanya .... sedikit panas rasa hati ini jika melihat Antoni selalu di gandrungi para remaja cewek .
Siapa yang tidak mau kenal dengan Antoni , Anak paling Ideal disekolah ini .
" Hhhhmmmmm.... ada yang cembokuur yee ..."
Oman mengejek ku , aku lupa kalau dari tadi aku jalan bareng dengan dia . malu rasanya jika dia melihat raut muka ku yang menampakan marah kepada Antoni .
" Hiiih.. siapa lagi... kebagusan amat kalo gue cemburu ! masih banyak pria didunia ini yang belum gue temuin... TAU ..!!" dengan nada sombong ku balas ejekan dari Oman .
" Sungguh kah , Lo mau mencari cowok yang lain ??"
Tiba tiba Antoni menimpali perkataanku , dia mendengar candaan ku , membuat aku terhenti dan membuat rasa ketakutan di hati ku...
aku takut dia marah akan perkataan ku .
" Anjani.. Ayoo lo jawab tuh si Antoni... jangan kayak penjahat ketangkep lo ...tadi bisa koar koar , sekarang lo diem dah tuuh...Hahaahahhahaha....! " kata kata
" Awas lo ya Man...!! gue timpuk lo...!!"
Aku pun mencari batu yang terdekat dengan ku , aku ingin menyambit kepala Oman , tapi dia sudah semakin pintar , dia berlari sangat cepat menghindar dariku .
" Omaaaan....!! Omaaan... jangan lari lo..!! "
teriak ku memanggil Oman dan ingin kukejar dia .
" Anjani... sudah jangan kaya anak kecil , ayo pulang "
Antoni dengan cepat menghadang tubuh ku , kedua tangannya memegang pundakku , tatapan matanya hangat seperti pria yang sudah dewasa , dengan senyum dan kelembutannya dia berusaha untuk selalu menjagaku .
" Anjani , gue mohon jangan pernah berusaha cari pengganti gue ya... "
Kata kata yang keluar dari mulut Antoni seakan akan membuat aku terenyuh dan merasa bersalah akan ucapan ku yang tadi , kata kata itu spontan keluar dari mulut ku , tanpa ku sadari dan tanpa ku rencanakan.
ternyata Antoni mendengarnya .
" Antoni , maaf.... tadi aku cuma bercanda , karena Oman mengejek ku "
__ADS_1
tertunduk kepalaku dihadapan Antoni dan ku jawab Antoni dengan perasaan yang bersalah .
" Kalo lo ngga mau liat tuh para cewek , besok gue tunggu lo didalam mobil aja ya.... jadi kan ngga bakal buat muka lo merah lagi kayak tadi..."
Antoni berkata sambil merangkul tubuhku , dia benar benar berusaha membuat diriku nyaman bersamanya , dia berusaha agar aku tidak merasakan lagi hal yang seperti tadi .
Aku hanya bisa tersipu malu malu mendengar kata katanya dan ku anggukkan kepalaku menjawabnya.
Sungguh tidak pernah kusangka jika Antoni akan mengambil keputusan seperti ini . Dia ingin membuat ku bahagia dan sungguh sungguh bahagia .
Hal sepele seperti ini saja , dia sudah berani ambil sikap untuk ku .
" Antoni aku bangga kepadamu..."
ku bisikan kalimat mesra di telinga Antoni .
" Heeeiii... lo udah mulai genit yaa sekaraaaang..."
mendengar bisikan ku , Antoni menjewer manja telingaku , kulihat raut wajah bahagia dan senyum yang semakin membuat wajahnya tampan .
" Antoni hanya kamulah harapan ku saat ini "
Antoni terus menggandeng tanganku dan tidak melepaskan nya .
Hari hari ku kini hanya bersama dengan Antoni , dari sekolah , belajar , makan , tidur , dan bepergian aku selalu bersama Antoni . Tetapi Antoni tetap menghormatiku dia tidak memandang rendah diriku , dan dia tidak pernah meminta lebih dariku . Dia mungkin 1000 : 10 laki laki remaja yang masih bisa menjaga dan menghargai janjinya . Komitmen akan masa depan dan harapan nya benar benar dia akan buktikan untuk ku .
Orang tua Antoni pun sama sekali tidak pernah mengusik ku , mereka pun percaya kepada Antoni .
Mereka menganggap kami adalah remaja yang sudah bisa berfikiran dewasa , karena kepercayaan itu adalah beban yang terberat bagi kami , maka harus kami buktikan bahwa kami bukan seperti anak anak remaja yang kebanyakan .
kami masih punya mimpi dan kami tau jalan kami masih panjang , apalagi Antoni yang akan mewariskan perusahaan papanya . beban berat sudah di pikul di pundak Antoni dari saat ini .
maka aku harus menjaga dia dan bisa menjadi orang terdekatnya adalah kehormatan dalam hidupku.
Sampai saat ini aku terkadang tidak mengerti akan arti dari " cinta " ... kenapa Antoni mencintaiku...
kenapa Cinta itu ada akhirnya dalam diriku ....
Cinta , yang membuat ku bahagia atau cinta yang terkadang ku takutkan , karena kebodohan cinta , aku kehilangan mama...
Cinta.... apa itu Cinta...?!?!
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\= °°° \=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
__ADS_1