
Keesokan harinya
Pagi ini bima sudah siap berangkat ke sekolah dan ia berencana untuk meminta maaf pada niken atas kejadian kemarin dan mengajaknya berdamai entah karena apa ia ingin berdamai dengan niken
Bimapun langsung menancapkan gasnya menuju sekolahan
***
Sesampainya bima disekolahan ia langsung menuju ke kelas
Pelajaran berjalan dengan lancarnya sampai bel istirahat berbunyi
"Bim kantin yuk" ajak alfin
"Lo duluan gue mau ngajak niken lo ajak siska aja" ucap gue
"Oh oke good luck brother" ujar alfin menyemangati bima karena bima ingin meminta maaf sama niken
Alfinpun menghampiri meja siska dan niken
"Ka kantin yuk" ajak aflin ke siska
Siska mengangguk kecil pada Alfin, lalu ia menoleh menghadap ke Niken berniat mengajak ia juga ke kantin
"Ken kantin yuk" ajak siska ke niken
"Lo duluan aja sama alfin" ucap Niken
Melihat ekspresi wajah Niken, Siska mengurungkan niatnya untuk membujuk Niken, karena ia tahu kondisi Niken sekarang lagi bad mood. "Oh oke" jawab siska
__ADS_1
Akhirnya siska dan alfinpun berjalan menuju kantin meninggalkan bima dan niken berdua di kelas
Setelah kepergian Alfin dan Siska. Bimapun berdiri berjalan menghampiri meja niken berniat mengajak nya ke Kantin. Sejujurnya ia sedikit gugup, belum pernah sekalipun ia mengajak siapapun ke kantin bersama dengan Alfin pun ia juga tidak pernah selalu Alfin yang mengajaknya.
"Ken kantin yuk" ajak Bima
"Lo ajak gue" ucap niken ketus menatap Bima dengan alisnya yang terangkat sebelah
"Terus gue ajak siapa? setan! disini kan cuma ada lo" jawab bima
Benar juga cuma ada dirinya dan Bima di dalam kelas. Lagipula tumben-tumbenan Bima mengajak dirinya.
"Lo aja sendiri" tolak niken. Ia kembali berkutat pada ponselnya.
Mendengar tolakan Niken, ia sedikit kesal tapi ia urungkan karena niatnya ingin berbaikan. "Ken gue mau minta maaf soal kejadian kemarin terus gue mau ngajak lo berdamai gak berantem lagi" ucap bima dengan tulus
"Lo kalo gak maafin gue juga gapapa kok gue tau lo benci banget sama gue" lanjut bima
"Iya gue maafin lo kok" ucap niken tanpa menatap bima
"Beneran jadi kita damai" ucap bima yang diangguki niken pelan dan membuat bima meluk niken itu membuat niken kaget dan tak lupa jantung mereka berdebar kencang
"Sorry refleks" ucap bima sambil melepaskan pelukannya
"Kantin yuk" ajak bima sambil menggandeng tangan bima yang membuat pipi niken merah
Saat disepanjang jalan mereka menjadi tontonan siswa
"Mereka udah baikan"
__ADS_1
"Liat mereka gandengan lagi"
"Syukur deh kalo mereka udah baikan lagian mereka cocok kok"
"Iya"
Kurang lebih seperti itulah bisikannya
Tapi ditengah tengah perjalanan ada yang menghentikan mereka
"Eh ken gue kan pernah bilang sama lo jangan deketin bima dia itu pacar gue lo tuli ya" ucap clora yang ingin menampar niken tapi ditahan oleh bima
"Emang kenapa kalo gue sama niken dan sejak kapan gue jadi pacar lo!mending lo pergi dari sini" ucap bima dingin
Clorapun akhirnya pergi meninggalkan niken dan bima
"Awas aja lo ken" gumam clora
Sampailah niken dan bima di kantin
***
"Ken mau duduk mana" tanya bima
"Sana aja ada alfin sama siska" ajak gue
"Yaudah ayuk" ajak bima yang lagi lagi menggandeng tangannya niken yang membuat pipi niken merona dan jantung niken berdetak kencang
'Aduh jantung gue' batin niken dan bima
__ADS_1
Mereka berempatpun makan dikantin