Blueberry II

Blueberry II
Rebo wekasan.


__ADS_3

disuatu hari nggak tahu tanggal berapa, gue males liat kalender, isinya angka semua sih... ( Ya iyalah).


pokoknya ni hari Rebo wekasan, hari yang dipercaya oleh seluruh umat muslim, kalau di hari ini diturunkannya belasan beribu macam bala atau kesialan, terdapat 1 hari dalam setahun di bulan kedua umat muslim yaitu bulan Safar, di hari Rabu terakhir. Rebo artinya Rabu, sedangkan wekasan artinya terakhir.


Dan untuk menghindari bala, seluruh umat muslim akan melaksanakan salat bala, entah itu berjamaah atau Munfarid (Sendiri).


Di hari ini juga, umat Islam dilarang untuk beraktivitas diluar, dengan alasan untuk menghindari kesialan. seperti pada agama lain umumnya, dalam agama Islam juga terdapat satu hari larangan di dalam satu tahun, contoh nya seperti pada agama Buddha, terdapat hari Nyepi, yang mana diperuntukkan untuk masyarakat agar diam di dalam rumah, guna menghindari kesialan atau dari tatapan jahat.


Dan sinting nya, gue Mentari dan Hamka, malah pergi jalan-jalan bukannya ikut salat bala... Eh kecuali Hamka, dia ikut solat sih.


Mengenai teman we yang ini, sebelum nya gue belum perkenalin dia kan, jadi biar we deskripsikan tentang Mentari, dia adalah gadis cantik dewasa namun terkadang sinting nya kumat lebih dari orang gila, dengan tinggi badan 168, dia juga memiliki tubuh body goal, dengan parasnya yang cantik dia banyak sekali disukai para lelaki, bukan tipe pemilih, tapi sedikit laki-laki yang hanya bisa bertahan dengan dia.


waktu menunjukkan pukul 11 WIB, cuaca yang sangat panas membuat Hamka malas mengeluarkan mobil sendiri, Mentari pun bakal ogah buat membawa motor sendri di cuaca yang sangat panas ini, sehingga pada akhirnya kita pun menaiki transportasi umum, setelah sampai di mall, bukannya belanja, kami hanya jalan-jalan gak jelas sambil mengendap seperti maling yang sedang mencari kesempatan untuk beraksi, merasa bosan kami pun naik ke lantai dua, khusus resto dan kedai-kedai, Setibanya di lantai 2, banyak sekali resto dan kedai yang belum buka, Ya iyalah lah cuma orang sinting aja yang datang di jam segini, jadwal bukanya kan dimulai dari 03.00 sore.


waktu menunjukkan pukul 12 WIB, azan dhuhur sudah berkumandang, kami pun pergi dari mall menuju masjid yang tidak jauh dari sini, setelah melaksanakan kewajiban, kebetulan di depan masjid banyak terdapat penjual jajanan kaki lima, termasuk bakso, kami pun memilih membeli bakso, memang pencinta bakso yang sejati...


Dari tampilannya sih seperti biasa saja, sehingga membuat gue memesan 1 mangkok ber2 dengan Hamka.


" Kalian mau pesan semangkok berdua aja ?," Tanya Mentari.


" iya daripada nggak habis...." Jawab We.


" Bu baksonya 2 mangkok ya!!" Pesen Mentari.


",Iya baik!!". Seru ibu baso.


bukannya langsung meladeni, ibu itu malah asyik main handphone, setelah 20 menit kemudian akhirnya pesenan pun datang, dan pada saat kita cobain WOW..... rasanya enak banget, Gak sesuai sama penampilannya, akhirnya Hamka pun memesan satu mangkuk lagi.


beberapa saat kemudian terlihat isi mangkok mereka mulai habis, sedangkan di mangkok we masih banyak, dan pada saat gue ingin menyumpal kan bakso ke dalam mulutku, tiba-tiba Hamka menarik tangan we sehingga baso itu masuk ke mulut tipisnya.


"Kalau masih mau kenapa nggak pesen lagi aja Pah?". Ucap gue.


"Udah ah kenyang hehehe.." Jawabnya.

__ADS_1


Setelah selesai kami pun membayar bakso tersebut lalu segera pergi menuju pangkalan angkot dekat area pemakaman cina. Dan sinting nya...di pemakaman ke gini pun bisa-bisa nya si markonah, Mentari. Berselfi ria.., udah jurig cina nya ngikut photo..tau rasa dia. Setelah hampir 4 jam lebih menunggu, angkot jurusan pulang tidak juga kelihatan ada yang ngetem, sehingga kami terpaksa naik ke angkutan jurusan lain yang cukup searah. Setibanya di pangkalan ojek, lalu kami turun dan mampir ke minimarket untuk membeli sesuatu, setelah selesai, kami pun menunggu di depan minimarket, sedangkan Hamka pergi ke rumah saudara nya yang gak jauh dari pangkalan ojek itu untuk meminjam motor.


Saat sedang menunggu, Datanglah seorang gadis bertubuh gempal menghampiri kami berdua, dia meminta uang kepada kami dengan alasan belum makan seharian, katanya... merasa iba kami pun memberikan sedikit uang kepadanya, setelah menerima uang, dia menceritakan tentang kehidupanya yang sangat mengharukan yang membuat kami merasa simpati terhadapnya. Bak seorang audion yang setia, kami mendengarkan semua yang ia ceritakan.


" jadi saya belum dikasih makan 2 hari ini, sama Uwak saya, saya juga selalu dibiarin kelaparan, kadang saya makan makanan bekas yang saya pungut dari tong sampah" Ujarnya.


" Emang ibu sama ayahnya kemana?? kok nggak tinggal sama mereka??" Tanya we


" nggak tahu kemana, dia tinggalin saya dari kecil"


Lalu Hamka pun datang tanpa membawa motor.


" Hei ngapain kalian disitu? cepat ke sini!!" Seru Hamka.


Lalu kami menghampirinya.


" Emangnya kenapa sih??" Tanya Mentari


" Dia tuh gak waras, ngapain kalian ngobrol sama dia??"


" Iya dia nggak waras, dia orang gila yang suka ber keliaran di daerah sini!!"


What....!! jadi yang dari tadi ngobrol sama kita, yang udah buat kita dengerin curhatannya dengan setianya kayak monyet piaraan, sampai ngobrol ngalor ngidul, cuma dengerin ocehannya orang nggak waras doang, so sad..!!


"Sialan..., yaudah, terus motornya mana?." Tanya Mentari.


"Motornya di pake sama anaknya, jadi gimana dong?".


"Terus maksud nya kita musti jalan kaki gitu?, Helloween.. dari sini sampai rumah hampir 2 km lebih.., yang ada gempor kaki gue.." . Rengek Mentari.


dan saat kita terbengong kek monyet bloon, akhirnya ada angkot jurusan Bogor yang melaju menuju arah pulang, sehingga kami pun menghentikannya,


"Pak mau ke arah perum C ya??" tanya Hamka

__ADS_1


"Iya mas.."


"Kami juga mau ke arah sana, apa boleh kami menumpang??"


"Ya... silakan!!"


Kami pun naik, hampir setengah perjalanan, gue baru ingat kalau belanjaan tadi tertinggal di kursi depan minimarket.


"Ehhh tunggu!! belanjaan nya ketinggalan..." Ucap we.


"Yaudah biar aku yang ambilin, pak berhenti pak...!!" Seru Hamka.


Lalu pak supir memberhentikan angkotnya, dan Hamka pun turun, dia berlari sejauh 700 m untuk menyusul belanjaan yang ketinggalan itu.


Beberapa belas menit kemudian Hamka telah kembali, dengan nafas yang terengah-engah iya masuk lagi ke dalam angkot.


Merasa tak tega gue pun terus memeluk tangannya sambil memijit-mijit kecil.


"Sayang.. pasti kamu capek kan... maafin aku ya!!". Seru gue.


Lalu kami melanjutkan kan perjalanan, sesampainya di perum C, kami langsung turun di pangkalan ojek dan memberi tiga lembar uang lima ribuan ke pak supir nya.


"Dari sini kita naik ojek aja ya...!!". Usul Hamka.


"Oke...!!". Jawab we dan Mentari serentak.


Dan saat kita sedang menunggu, sodara Mentari, Alif baru pulang dari sekolah nya, dia memberhentikan motor nya didepan kami.


"Habis dari mana kak?" Tanya Alif.


"We habis maen, hampir 4 jam kita nungguin angkot jurusan pulang, tapi gak ada juga.." Jelas Mentari.


"Hohhh... yakan angkot jurusan kita emang gak ada yang operasi, libur semua.. hari rebo wekasan,takut pada sial katanya" Jelas Alif.

__ADS_1


Jadi lagi pada libur toh... kalo gitu mah di tunggu sampe pagi jugak gak bakalan dapet..


Sumpah...hari ini sial teroooos.... emang bener ya.. hari ini di turunkan nya belasan ribu kesialan, dan di antaranya, kita dapet 3 >_<


__ADS_2