Bukan Antagonis

Bukan Antagonis
Drama Makan Siang


__ADS_3

Happy Reading


...----------------...


Jam istirahat telah berbunyi tigapuluh menit yang lalu dan selama tigapuluh menit itu pula waktu Naomi terbuang untuk berbicara dengan Bu Mariati dan Pak Bambang, Kedua guru tersebut memaksa Naomi untuk masuk team Olimpiade kimia, lebih tepatnya ia ditunjuk sebagai perwakilan VHS untuk Olimpiade kimia bulan depan, sempat menolak, namun kedua guru tersebut berbicara banyak alias sedang memberinya siraman qolbu, alhasil dengan terpaksa ia pun mengiyakan ucapan mereka.


Setelah acara pemaksaan itu selesai Pak Bambang memberikan buku yang terlihat lumayan tebal, di sana terdapat berbagai macam soal yang mungkin akan dikeluarkan saat Olimpiade, Naomi hanya mengangguk berharap acara pemaksaan tersebut cepat berakhir, dan setelah dirasa sudah selesai Naomi pun pamit untuk ke kelasnya, rencananya ia akan memakan bekal yang telah disiapkan oleh mama tercinta.


Sesampainya di kelas Naomi mendudukkan dirinya di kursi, menyimpan buku di lacinya dan segera mengeluarkan kotak bekal yang tersimpan di paper bag itu, seperti kata sang mama, sebelum makan dia harus makan buah terlebih dahulu, baru satu suap potongan buah segar itu masuk ke mulutnya seseorang yang menurut Naomi kurang ajar mengebrak mejanya.


Oh ayolah siapa yang berani mengebrak meja seorang antagonis, Naomi menatap tersangka yang kini sedang menatapnya tajam, raut wajah itu seakan menandakan bahwa pemilik wajah ingin berperang saat ini juga, di belakangnya ada Laskar yang berekspresi sama, "Ada apa sih, gak lihat lagi makan?" ucap Naomi lalu menyuapkan kembali potongan buah ke mulutnya.


Sesaat Laki-laki tersangka itu gemas kala melihat kedua pipi itu mengembung lantaran terisi oleh buah-buahan, namun detik berikutnya ekspresi perang pun ia pasang kembali, "Gw kira dengan lo gak recokin gw pagi tadi, lo juga gak akan berulah hari ini, tapi apa? lo masih bully Bunga kan?, gw muak sama lo, bisa nggak sih lo gak bully Bunga?"Ucap laki-laki yang diketahui bernama Adelio Sadewa Adipati atau yang kerap disapa Sadewa.


"Gw bully Bunga? Kapan? Dimana? Coba kasih tau gw gimana gw bully dia, mana anaknya"ucap Naomi kala berhasil menelan dengan sempurna potongan buah yang tadi ia suap, perlahan tapi pasti gadis mungil yang diketahui bernama Sifa Bunga Aldino atau yang kerap disapa Bunga, keluar dari punggung laki-laki yang berdiri disamping Laskar, Xavier Damian Sahabat Sadewa yang biasa dipanggil Damian.


"T-tadi pas j-jam istirahat di g-gudang sekolah, aku ditampar"ucap Bunga bergetar ketakutan ketika menatap Naomi sambil memegang pipinya yang terdapat bekas tampan, air mata itu perlahan mengalir ke pipi Bunga yang menambah kesan tersakiti, "Heh, lo yakin gw yang bully? jam istirahat gw langsung ke ruang guru say, habis itu langsung ke kelas makan bekal, kalo gak percaya tanya pak Bambang atau bu Mariati"ucap Naomi, lalu ia mengambil buku yang di berikan pak Bambang dan menunjukkan nya pada mereka berlima.


"Ngapain pak Bambang ngasih buku soal Olimpiade ke lo, lo kan bodoh"ucapan dari laki-laki yang sedari tadi diam, ia maju beberapa langkah hingga berada tepat di sebelah Sadewa, laki-laki yang diketahui bernama Raka Prabumi atau yang sering disapa dengan nama Raka, laki-laki yang termasuk dalam kandidat perwakilan Olimpiade kimia tahun ini, rasanya tak mungkin perempuan bernama Naomi itu berhasil menjadi perwakilan dan dengan ini ia jelas tak ada kesempatan untuk mengikuti Olimpiade.


"Entah padahal gw bodoh tapi jadi perwakilan, lo yang paling pinter ini masa gak bisa sih" ucap Naomi dengan menekan kata Bodoh dan Pintar, Raka menatap benci Naomi, lalu pergi dari kelas tanpa berbicara apapun, niatnya mungkin ingin bertanya pada guru bernama Bambang itu.


"Udah kan? gw gak bully dia, sekarang bisa pergi, Ah kalo punya sopan santun, minta maaf dulu ya, datang datang nuduh tanpa ada bukti, fitnah itu lebih kejam daripada pembunuhan"ucap Naomi. Sadewa menatap kecewa ke arah Bunga, "Gw gak habis pikir, kok lo bisa bohongin gw"ucap Sadewa, Bunga hanya menunduk sambil menangis tak lupa bibirnya mengeluarkan kata maaf berulang kali.

__ADS_1


Naomi menatap jengah drama dadakan dihadapannya, sambil menyuapkan nasi beserta lauk, suasana ini seperti sedang menonton adegan menjijikkan dalam drama, yah karena ini gratis jadi tonton saja, tanpa mengucapkan kata maaf terhadap Naomi mereka berempat pergi begitu saja, "Sopan santun hilang, akhlak minus, calon-calon tikus berdasi nih"ucap Naomi melantur, entahlah Naomi pun tidak tau apa hubungan minus akhlak dengan tikus berdasi.


Setelah mereka semua pergi dari hadapan Naomi, Naomi pun kembali melanjutkan acara makan siangnya, tak butuh waktu lama semua isi dalam kotak makan tersebut habis tak tersisa.


......................


Disebuah ruang yang cukup luas di lantai satu Gedung C, terdapat empat pemuda tampan yang kini sibuk dengan pikirannya masing-masing, "Anjing, sialan, kok bisa Naomi jadi perwakilan"ucap Raka, Raka adalah laki-laki ketiga yang paling membenci Naomi, ah atau mungkin sekarang sudah menjadi kedua karena posisi perwakilan direbut oleh Naomi?


"Sial, sia-sia gw belajar siang malam, cewek bodoh kaya dia kok bisa sih jadi perwakilan" Ucap Raka lagi, Damian menepuk pundak Raka pelan, "Udah lah rak, lagian bentar lagi kita lulus, biarin adek kelas lah yang gantiin, masa lo terus, gantian, yang lain juga pengen punya prestasi" ucap Damian dengan raut wajah serius, sedangkan Raka hanya menghela napasnya kasar, ia memilih untuk bersandar pada sandaran kursi dan mulai memejamkan matanya.


"Diliat liat Naomi cantik ya kalau natural gitu, kek nya dia mulai berubah deh"Ucap Damian, "Hilang ingatan, kata papa"ucap Laskar yang sedari tadi hanya diam, mereka yang mendengar ucapan Laskar pun secara spontan menatap Laskar, bahkan Raka yang tadi memejamkan matanya pun ikut menatap Laskar, "Hah, Naomi lupa ingatan? pantesan dia natap kita asing, kek baru kenal"Ucap Damian.


"Kok lo baru bilang kalau Naomi hilang ingatan?"ucap Sadewa menatap tajam Laskar, "Kalian gak tanya, lagian gak guna"ucap Laskar dengan nada malas, "Mau lupa ingatan pun dia tetap antagonis, liat aja hari hari berikutnya, pasti dia bikin masalah, caper, dasar gak tau malu" ucap Raka.


"Lo kok selalu bela dia sih njing, suka lo sama dia"ucap Raka murka, "Bukan bela, lo nya aja yang terlalu benci, kalo gw suka sama Naomi emangnya kenapa? Dan lagi rak jangan terlalu benci sama dia, bisa jadi lo bakalan suka sama dia"


"Gw suka sama Naomi? dalam mimpi, kalau sampe gw suka sama dia, gw rela lari keliling lapangan seratus kali"silahkan screenshot ucapan Raka pemirsa, jika nanti diketahui seorang Raka Prabumi menyukai Naomi, maka dia harus lari keliling lapangan seratus kali, "Gw tunggu lo lari keliling lapangan seratus kali"ucap Damian, mereka berdua asik berdebat tanpa mengetahui bahwa sedari tadi Sadewa menatap mereka tajam seakan memberi peringatan untuk jangan pernah sekalipun berani mendekati Naomi.


"Kenapa tatapan lo gitu? gak suka gw ngomong gini tentang Naomi, lagian lo gak cinta kan sama dia, gak usah sok natap kaya gitu"ucap Damian, "Tauk dah lagian kalo kalian berdua suka pun belum tentu orangnya suka, secara dia udah hilang ingatan, dia gak ingat masa-masa dia ngejar Sadewa, gak mungkin juga dia suka sama modelan Raka"ucap Damian, Damian ini adalah tipe laki-laki yang bisa diajak serius bisa juga diajak bercanda, bisa menjadi penenang bisa juga menjadi kompor.


"Lo dari tadi banyak bacot, tangan gw gatel pengen nonjok muka sok paling bener lo" ucap Sadewa sambil bersiap seakan ingin memukul Damian saat ini juga, "Bisa diem gak, lagian gak guna ngributin cewek gak jelas kek Naomi"Ucap Laskar, "Yang lo sebut gak jelas itu adek lo, selama ini gw ngerasa aneh sama lo yang gak ada sedikit pun mau bela adek lo, bahkan bukanya ngebela atau ngasih tau mana yang bener, lo malah mukul dia, ngatain dia, udah lah gw mau ke kantin, eh ya, ada yang gak bener sama si bunga, coba selidiki" ucap Damian dan segera pergi dari ruangan tersebut disusul Raka, Yah sekesal apapun Raka dengan Damian dia akan terus mengekori Damian layaknya anak ayam yang mengekori induknya.


Sedikit Informasi tentang Damian, Damian ini adalah laki-laki yang sering menolong Naomi setelah mendapat berbagai ucapan benci dari Sadewa, Laskar, dan Raka, Dia juga orang yang tau wajah asli Bunga, Namun tak ada satupun bukti yang dapat ia gunakan untuk membuka mata ketiga temannya, Damian sangat senang kala mendengar kabar bahwa Naomi hilang ingatan, itu artinya Naomi akan melupakan Sadewa, Gadis yang sering disebut antagonis itu berhak bahagia dengan orang yang tepat, orang yang bersedia mengambil bintang hanya untuk melihat senyum cantiknya, yah minimal laki-laki seperti itu yang pantas bersanding dengan Naomi.

__ADS_1


Dalam perjalanan menuju kantin Damian dan Raka tak sengaja melihat Naomi yang duduk di kursi taman sekolah, matanya terpejam menikmati sentuhan angin yang menerpa tubuh nya, Ah ini jam pelajaran kenapa Naomi tidak dikelasnya? ia malah berada di taman yang berdekatan dengan kantin lantai satu, baru satu langkah ia akan menghampiri Naomi namun sosok laki-laki yang berstatus sebagai ketua osis itu menghampiri Naomi lebih dulu.


"Jam pelajaran tapi malah asik disini"suara David berhasil membuat Naomi membuka matanya, "Lah lo juga di luar say" ucap Naomi, "Berdiri, atau gw seret" ucap David namun tidak digubris oleh Naomi, bukanya berdiri Naomi malah menatap David tajam seakan menantang, David yang melihat itu pun langsung menarik kerah belakang leher seragam Naomi sehingga Naomi pun berdiri dari posisi duduknya.


"Bersihin toilet, atau lari keliling lapangan sepuluh kali?"ucap David memberi pilihan, "Gak Mau lo siapa sih, sok berkuasa banget"sarkas Naomi, "Gw David ketua osis VHS, gw hitung sampai lima kalau lo belum milih gw yang pulih, cepat pilih dan langsung ke tempatnya atau mau gw gendong" David mulai menghitung, hingga hitungan kelima Naomi masih setia menatap David bingung, 'Hah berarti laki-laki dihadapan nya ini ketua osis, sejak kapan' yah Naomi masih sibuk memikirkan hal tersebut.


David dengan mudah mengangkat Naomi dan menggendongnya seperti karung beras, Naomi yang sudah sadar dari lamunannya pun memukul punggung David keras, namun tak ada sedikitpun rintihan kesakitan yang keluar dari bibir David, Sesampainya di lapangan David menurunkan Naomi dari gendongannya dengan hati-hati, "Lari 10 putaran atau gw cium, ingat apapun ucapan gw, gw bakal lakuin itu, jadi mau lari atau gw cium" ucap David


Karena tak ingin kesucian bibirnya direngut oleh laki-laki dihadapannya, maka dengan perasaan terpaksa pun Naomi menurutinya "Ketos sialan, oke fine gw lari"ucap Naomi, Naomi mendorong David hingga mundur satu langkah dari tempat berdirinya, lalu segera mengerjakan hukumannya, selama berlari pun Naomi menggerutu, tak lupa menyumpah serapahi ketua osis bernama David itu, atau fans fanatik Naomi.


Kembali ke Damian yang kini kembali melangkahkan kakinya ke kantin diikuti oleh Raka, ia mulai memesan makanan dan tak lupa membeli satu botol air mineral, "Tumben lo beli air mineral" tanya Raka, "Terserah gw lah, gw beli juga pake duit gw" ucap Damian kemudian mulai memakan makanannya.


Tak butuh waktu lama Damian dan Raka sudah menyelesaikan makannya, "Gw mau ke toilet dulu, lo balik dulu aja"ucap Damian, "Jangan lama lama" ucap Raka dan pergi meninggalkan Damian, Damian berjalan kearah lapangan dan mendudukkan dirinya di lantai, di depannya ada semak semak yang bisa menjadi tempatnya bersembunyi agar tak terlihat oleh David, bisa gawat kalau dirinya dipergoki oleh David, masih untung tadi David tidak melihatnya.


Damian melihat kearah lapangan, terlihat di sana Naomi sedang menjalankan hukuman larinya, dan David yang menghitung berapa kali Naomi sudah berlari, Setelah cukup lama akhirnya hukuman pun telah selesai, David pergi begitu saja meninggalkan Naomi yang sedang duduk meluruskan kakinya, Damian bergegas menghampiri Naomi, "Nih minum, jangan bolos lagi"ucap Damian ketika sudah berada di samping Naomi, ia menyerahkan sebotol air mineral yang tadi ia beli.


Naomi menerima air tersebut dan meminumnya hingga tersisa setengah, "Makasih ya, Kak Da-mi-an"ejanya nya sambil melihat pin nama di baju Damian, "Huh, nyuruh gak bolos tapi sendirinya bolos mana gak dapat hukuman lagi, lagian tadi gak ada niatan bolos kok"ucap Naomi pelan namun masih bisa didengar oleh Damian.


"Lah kalau gw kan mau lulus gitu, jadi harus bikin banyak kenangan"ucap Damian, Naomi hanya mengiyakan ucapan laki-laki sksd di depannya ini, "Gw duluan, pokoknya jangan sering bolos" ucap Damian dan pergi meninggalkan Naomi sebelum tertangkap David, "Hmm, Damian? oh Damian yang sering nolong Naomi toh, ingat ingat, di gengnya Sadewa demit itu yang bener cuma Damian doang"Ucapnya kala mengingat kembali ingatannya tentang Damian.


...----------------...


Jangan lupa like dan komentar nya sayang, see you.

__ADS_1


__ADS_2