Bukan Sebatas Fisik...

Bukan Sebatas Fisik...
eps 2


__ADS_3

wanita itu mendegar suara suaminya dan membuka pelan matanya... dia sedikit tersnyum dn meneteskan air mata..


"ayah maaf kan mamah.. " katanya lirih..


"tolong jaga zahira untuk mama.." tambahnya denga menghembuskan nafas dan menutup kedua matanya.. yah dia telah meninggal..


"mah.. tidak mah... jagan tingalakan ayah ma...." kta pria tsbut dg penuh isak tangis...


"dokter... suster.. tolong istri saya.." teriaknya...


dokter dn suster yng mendengar pun langsung masuk ker ruangan pri tsb..


"maf bapak hrus tunggu di luar kami hrus memeriksa pasien.." kata suster sambil menuntun pria it keluar kamar..


"tapi sus dia istriku.." jwabnya..


"iy pak saya tau.. tpi kami akan berusaha terbaik untuk istri bapak.." jawab suster itu.. dengan menutup pintu ...


pria it menunggu dengn cemas..


"aq mohon tuhan jagan ambil dia dari ku.. aq sangat menciantainya.. aq tak kan bisa hidup tanpanya.." kata pria it dengn mengluarkan air mata...


tak lama kemudian dokter pun keluar kamar, dg wajah sedih...


"bagai mana keadaan istriku dok..?" tanyanya..


"maf pak kami sudah berusaha..tpi tuhan verkehendak lain." kata dokter trsbut..


"sabar " kta dokter tsbut dg menpuk pundak pria itu..


bagai petir di siang hari pria itu mendegar penjelasan dokter dia pun merasa lemas..


"tidak dia tidak boleh pergi." di berlari menuju mayat istrinya yg telah di ttupi kain..


setelah melihat istriya yag tlah di ttupi kain dia pun membukanya...


"mah...??knapa kau pergi dari ku..?? ap kau sudah tak menciantaiku??" ktanya dg meneteskan air mata..

__ADS_1


"aq janji mah.. aq akan menjaga zahira sperti pesan mamah... kamu yang tenang ya disana" katanya dengan mencium kening istrinya.. dia berusaha tegar demi anknya yg kini juga terbaring lemas di rumah sakit...dia pun pergi menuju kamar anknya yg jga dengan kondisi kritis.. dia pun bertanya pda dokter yg telah memriksanya..


"bagaimana keadaan putri saya dok.?" tnya pria it..


"sperti yang anda liat..saya tak tau sampai kapan dia akan sembuh.. karna itu mustahil.." kta dokter dengan mata berkaca" dan mengelengkan kepalanya..


"apa..!!! lakukan semua yg terbaik untuk putri saya.. aku mohon.." isak pria itu dg berlutut di dpan doktr tsbut..


"ap yg anda lakukan tuan.." jwb dokter tsbut dgn mengangkat tubuh pria yg berlutut di dpanya


"kami hanya manusia kamibhanya bisa berusha.. tpi smua milikNya dan smua hanya Dian yg mentukanya.. tuan berdo'a saja.." kata dokter dg tegas.. kemudian di menarik nafs panjang dn menjelsakan bagaimna kondisi ank pria tsbut...


setelah mendengarakan kondisi putrinya pria itu pun terdduk lemas dan terus meneteskan air mata..


dokter pun pergi dan meninggalkan pria itu sendiri..." kenpa tuhan knapa...?? kau ambil semua yg ku cintai.. knapa??"dgan frustasi dn terus mneteskan air mata...tak lam kemudian gdis itu pun juga meniggal.. dan mulai saat itu pria itupun tak percaya lagi kpda tuhan dan membenci hidupnya setiap saat yang dia pikirkan adalah mengakhiri hidupnya... karna di berfikir tuhan tidak adil telah mernggut semua orang yang dia cintai...


pov end..


sinta yg mendegarnya pun tk kuasa mnahan air mata.. tanpa sadar dia mneteskan air mata mendengar cerita pria tsbut.. dia mendekat dan memegang tangan pria tersebut..


"yakinlah tuan.. Alloh pasti punya rncana yang sngat indah untuk tuan.." kata sinta dengan lembut..


"klo saja dia masih hidup pasti sudah sebesar kamu" kata pria tsbut dengan ttpan kosong dan menoleh ke arah sinta..


"tuan boleh kok anggap saya sebagai anak tuan" kata sinta dengan tersenyum..


"ap benar yang kamu katakan??" tanya pria itu..


dia mengangukan kepala


"benar tapi ad syaratnya tuan" jwb sinta dgn semangt..


"ap syarat nya..??" tanyanya penasaran..


"syaratanya tuan harus ceria lagi gak boleh nagis...?" dengan menghpus air mata pria tsbut..


"cuma itu??"tanyanya.. sinta hanya menganguk..

__ADS_1


" trimakasih tuhan.. "sambil memeluk sinta dan sintapun membalas pelukan pria tsebut.. puasvberpelukan merka pun mengobrol...


" oh ya boleh tau nama kamu siapa??"tanya pria itu..


"nama saya arsinta ardianty.." jawabnya denga tersenyum..


"kamu kuliah dimana?" tanya pria it..


"saya ngak kuliah tuan.. ini aj saya mau cari kerja.." jwabnya..


"emm.. knpa kamu gak nerusin kuliah..?" tanya pria it penasaran..."gak punya biaya?"tebak pria it..


"ah tidak tuan.." jwab sintadengan mengelengkan kepala.."aku juga punya beasiswa jika ingin kuliah.."lanjutnya...


"trus kenapa kamu gak kuliah..??" tanya pria itu masih penasaran..


"panjang ceritanya tuan klo di ceritain mah gak kelar sampai subuh...." jawab sinta malas..


"oh ya dari tadi kita ngbrol trus tpi aq gak tau nama tuan..?" tanya sinta


"oh.. ya.. saya juga lupa.. kenalkan nama saya herdianto putra.." jwabnya smbil mengulurkan tangan..sinta pun membalas uluran tang pak herdianto..


"tuan kan sudah tau namaku.." balas sinta dengan menarik tanganya..


"kamu itu sifatnya sangat mirip dgn alm putriku.. sdikit jail hhahhaa.." jwb herdianto dg tertawa..


"ah tuan ini bikin say malu saja" jwb sinta dg tersemu malu


#baru kali ini setelah merka pergi aq bisa tertawa lepas dg gadis kecil ini#batin nya


sinta pun melirik arloji di tanganya..


"aduh sudh pukul12:30 ini setegah jam lagi aq wawancara..." gumanya dg sdkit panik.. dia pun brdiri dari duduknya


"maf tuan saya harus pergi.." dg brjalan meninggalkn herdian.. "saya harus bekerja saya sudah terlambat" teriakanya lagi dg sdkit berlri pergi..


"hey.. tunggu aq belum tau rumah mu.." jwb herdian dg teriak tapi sinta sudah jauh...

__ADS_1


"sial.." gumanya...


"akan ku cari kamu sampai ketemu" katanya dg menyngingkan bibir...


__ADS_2