
Setelah lama berpencar dari teman temannya... Friskha menemukan sebuah gua dimana didalam sangat gelap gulita....
Dengan penerangan dari senter yang dibawahnya ia pun masuk ke dalam gua tersebut namun tak ada lagi jalan yang menghubungkan ke jalan yang lain hanya ada satu jalan yang iya lewati ... Setelah masuk sampai kedalam ia melihat ada sebuah batu besar berbentuk meja namun diatasnya ada empat buah batu kecil yang berwarna putih dengan segala keberanian yang dia punya akhirnya dia mengambil keempat batu tersebut...
βPermisi penghuni gua ini aku mau mengambil batu batu ini .... Tapi jika kalian ijin maka aku akan keluar dari gua ini tanpa halangan... Tapi kalo kalian tak mengizinkan saat aku keluar dari gua ini pasti ada halangan.....
Setelah menyimpan keempat batu tersebut... Ia pun kembali keluar dari gua tersebut....
tak ada halangan apa pun yang herannya saat ia sampai diluar dan berbalik ia tak melihat pintu gua itu lagi hanya ada beberapa pohon pohon yang yang rimbun serta beberapa hewan....
Akhirnya ia pun berniat untuk menembak seekor burung yang kebetulan berada di dekatnya... Namun tak disangka.. Burung tersebut langsung menghampiri dia ...
Dengan setengah kaget... Ia pun langsung mengulurkan tangannya agar burung tersebut menyinggah di tangannya...
setelah mendapatkan burung tersebut tanpa susah payah... Ia pun berniat kembali ke tempat dimana mereka berkumpul baru berjalan lima langkah ia melihat temannya sedang mencoba menangkap monyet yang sudah terluka terkena tembakan katapel temannya... Ia pun lalu menghampiri mereka....
Teman temannya yang melihat dia datang membawa seekor burung pun terbengong bengong ....
Ka... dimana Lo dapat tuh burung.... Tanya Rendi...
__ADS_1
Disebelah sana... jawab friskha.....
Tapi kok burungnya gak terluka sedikit pun.... Lo tangkap langsung pakai tangan ya tanya stiven heran....
Iya.... Ngomong ngomong kalian ngapain grasak-grusuk kaya gitu .. Tanya friskha....
Tak lama kemudian Iyan pun berteriak....
Eh lu pada asyik ngobrol... Tuh monyetnya udah mau lari ke arah kalian...
Ayo ayo tangkap lagi ...sahut mereka
Hentikan... Kalian gak lihat apa monyetnya udah kesakitan... Gak punya rasa simpati ya kalian sama makhluk hidup....
Ya mau Lo gimana ... Kita biarin aja monyetnya pergi terus kita bawah apa untuk pulang nanti.... kata putra...
Biar gue yang nangkap Lo semua diam aja.... Sahut friskha...
Ia pun berjalan menghampiri monyet tersebut... Diraihnya monyet tersebut lalu menggendongnya dengan pelan.... Burung yang ada di pundaknya pun tak terbang... Melihat friskha yang dengan mudah menangkap monyet mereka terheran heran....
__ADS_1
Akhirnya mereka memutuskan untuk kembali ke tempat dimana mereka berhenti....
Sesampainya di sana mereka pun duduk... Friskha mengeluarkan kotak p3knya untuk mengobati monyet....selesai mengobati mereka pun makan bareng dan berencana untuk pulang saja...... Akhirnya mereka pun langsung pulang, namun saat dekat dengan jalan raya ada seekor ular ukuran seperti pergelangan tangan friskha... Sedang merayap perlahan.... karena sebagian ekornya kemungkinan di lindas oleh motor atau pun mobil....
Karena yang berjalan di depan ada Iyan.... Iyan pun berteriak lalu melompat ke arah Rendi ... Rendi yang kaget pun langsung menangkap Iyan namun rupanya... Ia berdiri tak seimbang sehingga mereka berdua terjatuh.....
anjrit... Bokong gue... Teriak Rendi
Namun Iyan yang ketakutan tetap memeluk Rendi dengan kuat....
Woi.... Bangun gue bisa sesak nafas kalo Lo meluk kaya gini ... Badan Lo juga berat banget... Kata Rendi sambil mendorong Iyan... Melihat Rendi dan Iyan... Kesusahan untuk bangun Andi Andre putra dan stiven pun segera menolong .....
Friskha yang sudah tau kalau Iyan dan Rendi terjatuh karena takut pada ular pun langsung mengambil ular tersebut lalu melilitkan di tangan yang sebelahnya..... Saat berbalik ke belakang untuk melihat temannya mereka semua berteriak histeris.....
Bersambung.....
Jangan lupa like dan komen.
πππππππππππππππ
__ADS_1