Cantik Cantik Kok Galak

Cantik Cantik Kok Galak
menjadi tukang sayur


__ADS_3

melihat kedatangan friskha Bu Ratih pun tergesa-gesa membayar belanjaannya. Namun sebelum dia pergi friskha sudah ada di belakangnya sehingga dia pu terpaksa berdiam diri di tempat.


Sambil menaikkan kedua alisnya friskha pn bertanya kepada Bu Ratih.


Maksudnya apa ibu ngomong kaya tadi merasa bangga anaknya kerja kantoran iya sehingga ibu semena mena menghina saya, selama ini saya diam bukan berarti saya takut sama ibu ya tapi saya menghargai ibu karena ibu lebih tua dari saya. Tapi semakin saya diam ibu semakin menjadi jadi, tanya friskha dengan suara pelan tapi sangat tegas.membuat bu Ratih gelagapan.


tanpa menjawab pertanyaan dari friskha Bu Ratih pun langsung pergi dengan terburu buru.


Friskha pun langsung melanjutkan pekerjaannya untuk mencari makanan kambing... pulang dari mencari makanan kambing , seperti biasa dia pun berkumpul dengan teman temannya...


Sedang asik ngobrol datanglah Tasya anak dari Bu Ratih yang baru pulang dari kantor ....


Wah...wah ... Wah ... rupanya ada sampah masyarakat disini ... Gak ada kerja , pengangguran, bikin sepet mata orang yang melihatnya...ujar Tasya dengan pongahnya....


bodoh amat emang kita peduli. Yang penting kita makan gak minta sama elo jadi mendingan elo pulang sana....jawab salah satu temannya friskha.


Diomongin malah nyolot dasar beban orang udah gede bukannya cari kerja ini malahan nongkrong nongkrong gak jelas, sewot Tasya.

__ADS_1


Karena merasa muak dengan omongan Tasya, friskha pun langsung menggebrak bangku panjang yang ada di tempat tongkrongan tersebut sehingga semua orang yang ada di situ pu kaget apalagi Tasya...


Mau Lo apa , mau pamer kalo Lo itu kerja kantoran sedangkan kami semua pengangguran, tanya friskha.


Tasya yang melihat muka garangnya friskha pun langsung berbalik pulang karena takut di tabok sama si friskha.hari semakin sore mereka pun bubar pulang ke rumah masing masing.


Dirumahnya setelah selesai bebersih dia pun ikut gabung bersama orang tuanya... mereka tak pernah melarang friskha untuk bergaul dengan siapa saja yang penting bisa menjaga diri sendiri.


Ke esokan paginya seperti biasa ibunya menyuruh friskha untuk belanja sayuran di kang sayur ...


Iyaaa Bu mana uangnya...tanya friskha...


Ada di tempat perbumbuan.... Jawab ibunya ...


Ada ada aja ibu tempat perbumbuan....gumam friskha....


setelah mengambil uang ia pun menuju tempat kang sayur mangkal. Disana sudah banyak ibu ibu yang belanja....

__ADS_1


Namun rupanya kang sayurnya lagi sakit muakanya pucat tapi dia masih berusaha untuk melayani ibu ibu pembeli...


Pagi ibu ibu.... kang sayur... Sapa friskha dengan gaya tengilnya....


Pagi juga nak friskha. Sahut mereka barengan....


Loh ... Kok kang sayurnya lemes amat gak semangat kaya biasanya... Tanya friskha.


Iya neng saya lagi sakit sebenarnya tapi mau gimana lagi saya harus jualan Mau ngumpulin uang buat biayain istri saya mau lahiran... Jawab kang sayur sedih....


O.... Gitu ya kang ., biar aku aja yang keliling jualan sayurnya Abang temani aja istrinya di rumah sakit nanti biar saya antarin uangnya ke rumah sakit ..kata friskha


Ga usah neng .... Nanti ngerepotin....jawab kang sayur....


Gak papa kang sesama manusia kita harus saling tolong menolong kan.. jawab friskha....


Kalo gitu saya antarin belanjaannya kerumah ya nanti baru saya balik kesini lagi... Kang sayur pun hanya mengangguk semua orang dikampu tersebut sudah tahu sifatnya friskha yang memang sedikit keras kepala..

__ADS_1


__ADS_2