Cartoon Cheat System

Cartoon Cheat System
eps-12 Dasar Bocah Sombong!!!


__ADS_3

Setelah Yu le selesai mengintrogasi seseorang yang berasal dari sekte darah iblis yang menyerangnya.


Yu le yang dapat beberapa informasi darinya, memutuskan untuk melepasnya begitu saja.


Zhong Cheng yang melihat bahwa Tuannya melepaskan salah satu orang yang ingin membunuh dan merebut bunga mereka, tentunya tidak menyetujuinya begitu saja.


Zhong Cheng bertanya kepada Yu le mengapa ia melepaskan orang yang berkesempatan untuk membunuhnya kembali.


Yu le yang mendengar pertanyaan dari bawahannya itu, hanya berkata bahwa dia bukanlah orang yang naif.


Sebelum Yu le melepaskan murid dari sekte darah iblis tersebut, Yu le telah memasukan pecahan api dari Heat blast pada tubuh orang tersebut.


Sehabis persiapan mereka sudah selesai semua, mereka memutuskan untuk segera pergi dari gunung ini secepat-cepatnya.


Pada saat Yu le dan Zhong Cheng telah terbang tinggi meninggalkan gunung racun, tiba tiba Yu le mengangkat salah satu tangannya ke atas dan dia menjentikkan jarinya.


"KABOOOMMM!!!"


Sebuah ledakan besar berasal dari arah gunung racun yang baru saja mereka tinggalkan, Zhong Cheng yang melihat kejadian yang janggal itu, bertanya kepada Yu le


"Apakah Tuan yang menyebabkan ledakan itu??"


Yu le yang mendengar pertanyaan dari Zhong Cheng, menjawabnya dengan tertawa lepas dan berkata


"Hahahah, tentu saja itu perbuatan ku, aku bukanlah orang yang naif ingatlah itu Zhong Cheng "


Zhong Cheng yang mendengarnya baru mengerti perkataan yang dikatakan oleh Yu le sebelumnya.


Sudah lumayan lama mereka terbang meninggalkan gunung racun, terlihat kota Xinxi sudah berada di bawah mereka.


(Yu le) " Zhong Cheng, Zhong Cheng apa kau lapar, apa kau mau singgah di kota Xinxi terlebih dahulu??".


Zhong Cheng yang perutnya memang lapar langsung menyetujui ide dari Yu le.


"Ide mu sangat bagus tuan, memang jika lapar otak kita tak bisa berpikir lagi, hehehe".


Sesampainya Mereka di kota Xinxi, berbeda dengan sebelumnya, mereka memutuskan untuk mencari makan bersama agar Zhong Cheng tidak menyebabkan masalah lagi.


Yu le yang bingung ingin makan apa, bertanya pada Zhong Cheng


"Hey!! Zhong Cheng, menurutmu kita akan makan apa sekarang aku bingung akan makan apa ?".


Zhong Cheng menjawabnya dengan segenap hati.


"Kalau begitu tuan, bagai mana jika kita pergi memakan belut saja??".


Yu le yang mendengar saran dari Zhong Cheng, memutuskan untuk menyetujui.

__ADS_1


(di dalam hati Yu le)"tunggu, tunggu, tunggu, sepertinya aku sangat familiar dengan kata "BELUT" seperti aku pernah mendengarnya di suatu tempat"


Berjalan dan berjalan, akhirnya mereka sampai di tempat yang dimaksud oleh Zhong Cheng, dan benar saja firasat dari Yu le, dia mengingat kalau dia dibawa ketempat pencucian belut.


Yu le sontak berkata.


"Ngapain kau bawa aku ke tempat ini!!".


Zhong Cheng menjawabnya dengan tersenyum


"A..anu Tuan masa tuan gak mau belutnya tuan di cuci??"


Yu le yang mendengar perkataan dari Zhong Cheng berkata


"Tentu saja aku mau, eh bukan, me..maksudku, aku tak mungkin mau dengan saran mu heh!!"


(Zhong Cheng)"Alah tuan ini, ayolah kita masuk dulu, tak enak dilihat warga gini"!!


"Lihat itu dua pria itu hanya terdiam di depan pintu rumah bordil, mungkin saja mereka tidak oleh pihak rumah bordir dikarenakan sifat mereka yang terlalu kasar kepada wanita. (Ujar para warga disekitar)


Yu le yang mendengar perkataan dari para warga, memutuskan untuk masuk ke rumah pencucian belut dulu.


Baru saja berjalan masuk, dikarenakan wajah dari Yu le dapat dikatakan tampan, dia langsung di goda oleh kakak-kakak cantik di sana.


(kakak cantik 1)"Adik, apakah adik ingin bersama kakak??"


(kakak cantik 3)"Nampaknya adik haus, mau kakak tuangkan anggur ya?".


(Yu le)"Ehh.. tidak, tidak usah kak aku lebih suka air putih ketimbang anggur.


(kakak cantik 4)"Adik ini badannya kokoh dan kuat, tak mau kah adik bermain dengan kakak??".


(kakak cantik 5) "jangan hiraukan wanita-wanita tua itu, adik sangat tampan sungguh tipe kakak, bagai mana jika kita bermain semalaman??"".


Disaat Yu le masih di kerumuni oleh kakak cantik yang sangat menggoda, Zhong Cheng malahan sudah memesan makanan dan menikmati kejadian itu dari kejauhan


Dengan santai ia menyantap makanannya yang telah datang dan melihat ke arah Yu le.


dia berfikir di dalam hatinya


"Tuan sepertinya sangat menikmatinya".


"Tuan juga sangat hebat, baru pertama kali ke sini ia langsung di perebutkan banyak gadis di sini, yaa wajar saja, selain postur tubuh tuan yang kokoh, mukanya juga sangat tampan, sangat membuat iri".


"Tapi sungguh, Ayam panggang di sini sangat lah enak, sungguh sangat lejat dan bergiji".


Yu le yang masih di kerumuni oleh kakak kakak cantik akhirnya dapat meloloskan diri dan melihat Zhong Cheng tengang menikmati makanannya sendirian

__ADS_1


Yu le yang baru saja dapat meloloskan diri secara perlahan merangkak menuju meja Zhong Cheng.


Setelah sampai di meja makan nya ia berkata


"Ingatlah kejadian ini awas saja kau Zhong Cheng, akan ku pastikan aku membalasnya".


Zhong Cheng yang mendengar ancaman dari Yu le dengan santainya mengatakan


"Aduh jangan begitu tuan, ini makan dulu selagi panas nanti tuan yang bayar".


(Yu le)"Baiklah.... eh apa?"


(Zhong Cheng )"Aduh tuan ini berisik sekali makan dulu makannya, tapi tuan sungguh menikmatinya kan, Tuan??".


(Yu le)"Mana ada, heh!!".


Disaat Yu le dan Zhong Cheng sedang asik berbincang bincang sambil menyantap makanan mereka.


Terlihat seorang pelanggan yang baru datang langsung berteriak di depan pintu rumah bordil.


"Mana dimana, wanita tercantik disini aku akan membuatnya sebagai pelampiasan kekesalan ku".


Yu le yang melihatnya hanya diam saja, dikarenakan ia yang tak mau mencampuri urusan apapun.


Zhong Cheng yang akan menyerang pria tersebut ditahan oleh Yu le.


Yu le berkata untuk mereka tidak boleh gegabah di kota orang lain.


Zhong Cheng yang mendengarnya, walaupun kesal tetapi ia berfikiran yang sama dengan tuannya itu.


Terdengar dari pelanggan-pelanggan yang lain.


Ternyata orang yang berteriak di depan pintu adalah putra dari wali kota Xinxi yang bernama Ti Sheng.


saat Ti sheng sudah menemukan gadis yang dirasa cocok baginya.


tetapi dengan kebodohannya, Ti Sheng malahan mencari gara gara dengan Yu le.


Ti Sheng melihat omnitrix di tangan Yu le dan ia sangat tertarik dengannya, ia berpikir jika gelang omnitrix yang berada pada pergelangan tangan Yu le adalah sebuah artefak yang dapat dijual dengan harga tinggi.


Ti Sheng menghampiri meja Yu le dan meminta Omnitrix nya dengan kasar dan tingkah laku sombongnya.


Yu le yang mendengar dirinya diganggu, berdiri dan menghadap Ti Sheng


Di dalam hati Zhong Cheng iya berkata


"Bocah ini sudah selesai, berani menantang taun bahkan ayahnya pun tak akan bisa menyelamatkannya".....

__ADS_1


__ADS_2