
Terkadang ia sangat iri melihat kakak perempuannya yang selalu mengikuti hobi sendiri tanpa harus menuruti perkataan ayahnya. Kakak perempuannya saat ini bisa menjadi hakim tanpa harus mengurusi urusan perusahaan yang sudah pasti akan memusingkan kepala. Sepertinya anak laki-laki di keluarga ku dituntut harus menjadi pewaris perusahaan sementara anak perempuan dibebaskan mengikuti hobi dan karier mereka. Terkadang Ji Hyun ingin sesekali berbincang langsung dengan kakak perempuannya namun terkahir kali ia bertemu dengan kakaknya saat SMA lantaran masa kuliah Ji Hyun tinggal di luar negeri.
Setiap seminggu tiga kali Park Young Jae menelpon Ji Hyun ini bukan hanya menanyakan kabar saja melainkan selalu membicarakan bisnis yang akan Ji Hyun pegang, ini membuat Ji Hyun bosan telpon ini bagaikan teror untuk dirinya tak jarang ia sering mematikan telpon untuk menghindari telpon ayahnya.
__ADS_1
"Ji Hyun kamu harus sering datang ke perusahaan ayah di China" Ujar Park Young Jae. "Buat apa sih setiap kali ayah menelpon selalu menyuruhku datang ke sana, aku sibuk kuliah gak ada waktu untuk berkeliaran di perusahaan ayah" setelah mengucapkan kata tersebut Ji Hyun langsung menutup telpon dan membuang telpon ke kasur.
Terkadang ia stres menghadapi ini semua apalagi tahun ini Ji Hyun akan wisuda otomatis setelah kuliah ia harus mengambil alih perusahaan. Rasanya ia ingin kembali ke masa kecil yang dipikirkannya hanya bermain dengan kakak perempuannya dan teman-teman.
__ADS_1
Setelah hari wisuda Ji Hyun langsung pulang ke Korea dan dijemput langsung oleh ayahnya, ini sengaja dilakukan agar Young Jae dengan segera meresmikan penyerahan jabatan ke Ji Hyun. "Ji Hyun bagaimana perasaan mu sekarang?" Tanya Young Jae seraya memeluk Ji Hyun. "Apa maksud ayah? Sudah tentu ini membuat ku tidak bahagia karena aku tidak menginginkan posisi ini." Jawab Ji Hyun dan ia langsung melepaskan pelukan dari ayahnya.
"Sekarang kita harus pergi ke cabang China terlebih dahulu karena sudah lama tidak berkunjung di perusahaan yang ada di China" Park Young Jae segera menyuruh sopir pribadinya untuk pergi ke perusahaan di China. "Eum ayah aja yang masuk aku di mobil aja, capek harus turun mobil". Ujar Ji Hyun sambil memejamkan matanya. "Ish dasar anak...." Young Jae mengayunkan tangannya seolah ingin memukul Ji Hyun.
__ADS_1
Setelah perjalanan yang cukup lama akhirnya ia tiba di Korea rumah kesayangan yang sudah lama tak ia temui. Semua orang yang ada di rumah tersebut langsung menyambut kedatangan dirinya dan Ji Hyun pun memberi senyum hangat ke semua orang. "Nuna dimana?" Mata Ji Hyun langsung mencari Hae Jin karena ia sangat merindukan sosok kakak perempuannya. "Tentu saja Hae Jin masih bekerja ia pulang nanti malam" wanita cantik langsung menjawab pertanyaan dari Ji Hyun tentu saja ia adalah Shin Min Na ibu kesayangan Ji Hyun.
"Mama aku sangat merindukanmu" Ji Hyun langsung memeluk ibunya sudah lama ia tidak merasakan pelukan dari beliau. "Kamu sudah makan?" Min Na mengusap rambut Ji Hyun. Ji Hyun hanya menggelengkan kepala sambil senyum manis dihadapan Mama nya. "Uluh walaupun kamu udah dewasa tapi kamu masih imut dan manja juga ternyata, sekarang kamu istirahat aja di kamar nanti kita makan malam bersama". Ji Hyun hanya mengangguk dan bergegas masuk ke kamar miliknya.
__ADS_1