Ceo My Life

Ceo My Life
Terpaksa dan Melelahkan


__ADS_3

Sesi makan malam pun usai saat ini Ji Hyun ingin menghabiskan waktu bersama Hae Jin kakak satu-satunya yang ia punya. Sudah delapan tahun lebih ia tidak duduk bersama di taman belakang rumah yang dimana tempat itu adalah area bermain semasa kecil kakak beradik tersebut.


"Nuna bagaimana kabar mu?" "Apakah kamu melewati hari dengan bahagia?" Tanya Ji Hyun seraya menatap wajah Hae Jin. "Oh tentu saja aku melewati hari dengan bahagia, apalagi selama kamu pergi ke luar negeri rumah rasanya sangat nyaman karena gak ada suara kamu yang selalu memekikan telinga nuna" ujar Hae Jin sambil tertawa bahagia setelah sekian lama ia tak melihat sosok adik laki-laki kesayangan. "Yeee bilang aja kesepian gak ada aku di rumah hahaha" ejek Ji Hyun sambil memukul pelan tangan Hae Jin.

__ADS_1


Setelah saling bertukar canda tiba-tiba keduanya menghela nafas bersamaan seolah-olah tidak sengaja membuang lelah bersama. "Kamu kenapa menghela nafas?" Tanya Hae Jin. "Eum tidak apa-apa, aku hanya lelah menuruti semua keinginan ayah". Ujar Ji Hyun matanya menatap tajam ke arah bintang-bintang di angkasa. "Seharusnya kamu bersyukur bisa menjadi ceo karena diwarisi perusahaan milik ayah, apalagi kamu berkesempatan akan memimpin lima perusahaan sekaligus". Ujar Hae Jin, ia merebahkan tubuhnya di tanah beralaskan rumput bersih nan hijau seraya menatap langit cerah dipenuhi bintang.


"kenapa nuna tidak memimpin di salah satu perusahaan milik ayah?" Tanya Ji Hyun ia memasang wajah serius saat menatap Hae Jin. "aku lebih suka menjadi hakim bisa memberi hukuman ke orang-orang yang bersalah di luar sana, dan memberi keadilan ke semua orang". Hae Jin menjawab tampak begitu bahagia karena terukir senyum di wajahnya. "Ah aku sangat iri sama kamu". Ucap Ji Hyun ia juga ikut serta membaringkan tubuhnya di hamparan tanah. Hae Jin pun segera mengajak Ji Hyun masuk ke rumah karena ia tau kalau besok adalah hari yang sangat spesial buat Ji Hyun.

__ADS_1


Semua karyawan yang berada di sana langsung terpukau melihat ketampanan yang dimiliki Ji Hyun, ini baru pertama kali seluruh karyawan melihat putra pemilik perusahaan yang selama ini hanya mendengar namanya saja.


Rapat penyerahan jabatan diadakan secara formal, dan terbuka untuk umum sudah pasti banyak sekali reporter yang sedang menunggu di ruangan rapat. Walaupun Ji Hyun sangat tidak menginginkan posisi menjadi seorang CEO tetapi ambisi ayahnya sangatlah kuat sehingga Ji Hyun tidak bisa menentang keputusan itu.

__ADS_1


"Hei kamu seharusnya tersenyum melihat semua karyawan yang sedang menantikan kedatangan mu, menjadi seorang CEO juga harus memiliki attitude yang baik". Young Jae berbisik ke Ji Hyun karena selama tiba di perusahaan Ji Hyun sangat memperlihatkan wajah tidak senang. Ji Hyun hanya memutar bola matanya seolah malas melihat ayahnya sekaligus orang-orang yang berada di gedung ini, rasanya ia ingin kabur dari sini.


__ADS_2