
Selamat membaca 💗
Ujian pertama telah selesai,semua siswa
di beri kesempatan untuk istirahat.Agnes
dan teman-temannya memutuskan untuk
ke kantin.
Sesampainya di kantin,Empat sekawan itu
mencari tempat duduk yang kosong.setelah
duduk, mereka pun memesan makanan.
Sambil menunggu pesanan mereka datang.
Agnes pun mengambil ponselnya,dan dia
melihat ada pesan masuk.Agnes tersenyum
melihat nama si pengirim pesan tersebut.
"Lo kenapa Nes?''tanya Ayu
"Gue nggak kenapa-kenapa kok"jawab Agnes
"Terus ngapain Lo senyum-senyum kayak
gitu?.Kesambet Lo"ucap Kenzo
"Siapa sih yang ngirimin lo pesan?"tanya Ayu
"Paman Alinsky,siapa lagi kalau bukan
dia"uca Agnes
"Ya elah gue kirain siapa,sampe senyum-senyum
lagi"ucap Ayu
"Tapi nggak apa-apa kan disemangati
sama om sendiri"ucap Agnes
"Iyah lah.Tapi jangan-jangan Lo jadi
pamanku pacarku"ucap Kenzo
"Apaan si Lo.Ngada-ngada terus"ucap Agnes
"Nggak usah ribut,mending makan tuh.
Keburu bel masuk lagi"ucap Cinta.
Sebelum menyantap makanannya,Agnes
pun sempat membalas pesan pamannya.
"Makasi yah om suda nyemangatin
Agnes.Agnes doain semoga cepat
dapat jodoh di situ.Om baik-baik
disana yah"
Setelah membalas pesan pamannya
Agnes pun menyantap makanannya.
Baru juga selesai makan,bel masuk
pun berbunyi.Agnes dan teman-temannya
segera berlari menuju ruangan untuk
melakukan ujian berikut nya.
...***...
Di sebuah perusahaan,Bara sedang berkutat
dengan beberapa dokumen yang ada di hadapannya.
Namun baru saja dia ingin istirahat, tiba-tiba
pintu ruangannya terbuka tanpa ada kata
permisi.sontak saja hal itu membuat Bara
kaget.
"Siapa yang suru Lo masuk ke sini?"tanya Bara
"Nggak ada.Emangnya nggak boleh yah
gue masuk di ruangan calon gue"ucap Febi
"Lo pergi sekarang juga.Gue muak liat
muka Lo lama-lama di sini"ucap Bara
"Kok tega bangat sih,apa kamu lupa
dulu itu kamu nggak bisa jauh-jauh
dari aku"ucap Febi
"Itu dulu bukan sekarang.Gue nggak
Sudi bersama dengan wanita yang
suda bekas orang lain"ucap Bara
"Kok Lo bilang kayak gitu sih"ucap Febi
"Pokoknya Lo keluar dari ruangan gue
sekarang juga"ucap Bara yang menarik
Febi dan membawanya keluar ruangan.
Setelah membawa Febi keluar dari ruangan,
__ADS_1
Bara pun kembali sibuk dengan pekerjaannya.
Sedangkan di luar ruangan Febi sangat kesal
"Awas saja kamu,jika suatu saat gue menjadi
nyonya muda Atmaja,gue akan membuat
kalian semua tunduk.Dan merebut semua
saham milik kalian"ucap Febi yang suda duduk
di dalam mobilnya.
Setelah memeriksa beberapa dokumen,Bara
pun menelpon Bayu.Untuk segera mengatur
beberapa pertemuan dengan para anak perusahaan
"halo bos"
"halo.Lo atur pertemuan dengan beberapa
pemimpin perusahaan, sekarang juga"ucap Bara
"Baik bos"
Setelah menelpon Bayu,Bara pun segera ke
ruangan ganti yang ada di kantornya.
...***...
Di negara I,Alinski sedang senyum-senyum
sendiri melihat balasan pesan dari
keponakan nya itu.
Beni asisten Alinsky merasa heran dengan
tuannya itu,karena barusan kali ini dia
melihat tuannya senyum-senyum sendiri.
"Ngapain Lo bengong kayak gitu?"tanya Alinsky
"Gue nggak bengong kok tuan"jawab Beni
"Terus Lo ngapain dari tadi?"tanya Alinsky
"Nggak ngapa-ngapain tuan.Gue hanya lagi
menunggu perintah dari tuan"ucap Beni
"OOO.Lo pesan makanan deh sana"ucap Alinsky
"Baik tuan"
"Alhamdulillah akhirnya perut gue mau terisi
juga.sedari tadi nih cacing-cacing di perut
meronta meminta makan.Nasib-nasib punya
Setelah mendapat perintah,Beni pun
memesan makanan.Setelah memesan
Beni pun kembali duduk di tempatnya.
Namun baru juga duduk, tiba-tiba ada
dua orang wanita yang datang menghampiri
meja mereka.
"Selamat siang tuan Alinsky"sapa Indah
Mendengar ada seorang gadis yang
menyapanya.Alsinky pun menoleh.
seketika matanya tidak berkedip
melihat gadis yang ada di hadapannya.
"mohon maaf tuan,Saya suda membuat
tuan menunggu"ucap Indah
"Ouh iyah.tidak apa-apa.Saya juga
baru sampai disini.Ayo silakan duduk"
ucap Alinsky
"Terimakasih"
Indah pun duduk di samping Alinsky.
Hingga kini posisi mereka sedang
berdampingan.jantung Alinsky
berdegup kencang.
"Perkenalkan ini asisten saya,Dea"
ucap Inda
"Perkenalkan nama saya Dea"ucap Dea
Alinsky hanya berdehem menanggapi
Dea.Lantas sikap dingin Alinsky itu
membuat Indah tersenyum.
"Semoga gue mampu bekerja sama dengan
lelaki dingin ini"ucap Indah dalam hati.
"Apakah meeting nya suda bisa dimulai
__ADS_1
nona indah?"tanya Alinsky
"Iyah bisa."
Alinsky dan Indah pun memmulai meeting
Kedua pemimpin perusahaan itu pun
saling bertukar pendapat.
Indah dan asistennya mendengarkan semua
yang di sampaikan oleh Alinsky.Mereka
membahas berapa keuntungan yang akan
di dapatkan oleh masing-masing perusahaan.
"Apakah ada yang ingin anda tambahkan
nona indah?"tanya Alinsky
"Penyampaian anda suda bagus.Tapi apa
tidak perlu kita menambahkan jalan ini?"
tanya indah sambil menunjuk denah yang
ada di hadapannya.
"Baiklah,ide anda bagus juga.Jadi nanti
pengunjung bisa lewat di dua arah"ucap Alinsky
"pengunjung akan melewati jalur laut dan
jalur darat.Para pengunjung nanti akan
menikmati keindahan laut saat di perjalanan"
Ucap Inda
Alinsky pun mengangguk tanda setuju.Dia
akui bahwa wanita di depannya ini pintar.
karena kalau untuk orang lain,pasti suda
menyetujui apa yang dia sampaikan tanpa
memperhatikan lagi isi dokumen.
"Jadi kita bisa mendapatkan keuntungan
dari sini lagi"ucap Indah
"Anda benar nona.keuntungan akan
bertambah lagi"ucap Alinsky
"Baiklah sepertinya sudah tidak
ada lagi"ucap Indah
"Meeting kali ini cukup sampai
disini,semoga kerja sama ini berjalan
dengan lancar dan sesuai dengan keinginan
perusahaan"ucap Alinsky.
"Kami permisi dulu"ucap Indah
"Tunggu dulu nona,apakah bisa nona
memberi saya nomor kontak nona?"
tanya Alinsky
Sontak saja perkataan Alinsky itu,
membuat Beni tercengang.Baru kali
ini Tuanya itu berbuat seperti itu.
"Kontak saya.Buat apa tuan?"tanya Indah
"Untuk kontek-kontek tentang jalannya
proyek ini.Apakah anda bersedia?"tanya
Alinsky
"Baiklah.Berikan ponsel tuan"ucap Indah
Alinsky pun memberikan ponselnya kepada
indah.Indah pun menerima nya lalu mengetik
nomor ponselnya.Setelah itu,dia langsung
mengembalikan ponsel milik Alinsky.
"Ini sudah saya save di ponsel anda"ucap Indah
"Oke, terimakasih"
"Kalau tidak ada lagi,kami permisi dulu"ucap indah
"Mari, silahkan"
Setelah selesai meeting dan memberikan
nomor ponselnya,Indah dan asistennya
segera pergi meninggalkan Alinsky dan Beni.
Setelah kepergian Indah dan asistennya.
Alinsky pun mengajak Beni untuk pulang
ke Apartemen miliknya.
......***......
__ADS_1
happy ending
jangan lupa tinggalkan jejak kalian di bawah 😊