Ceo tampan Jatuh Cinta kepada gadis yang sangat dingin

Ceo tampan Jatuh Cinta kepada gadis yang sangat dingin
5.Flashback 3


__ADS_3

**hello guysss 🤣🤣🤣🖐


jumpa lagi nih kita...


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


FLASBACK PART 3


Ana mengembalikan semua pemberian dari orang tuanya,dia berjanji tidak lagi terbayang-bayang dengan orang tuanya.


“ Cukup sampai disini kalian menyakiti hati ku,cukup sampai disini kalian mengabaikan ku,cukup sampai disini kalian mengecewakan ku. Karna mulai sekarang aku tidak akan menangis untuk kalian lagi,aku akan bangkit walau tanpa dukungan kalian.Dan aku berjanji pada diriku sendiri tidak akan mengenal cinta,karna cinta sudah lenyap oleh waktu.” batin Ana sambil berjalan ke arah kamarnya dengan wajah yang datar


Kendra dan Vica yang melihat itu hanya diam saja sabil menatap kearah barang-barang yang Ana letakkan di meja.Merka menatapnya dengan tatapan kosong entah apa yang dipikiran mereka.


Sedangkan Vica dia sangat bahagia dia hanya tersenyum penuh kemenangan


\=\=\=\=\=\=\=


Setelah Ana masuk ke kamar,Ana langsung mengambil Koper dari atas lemari dan memasukkan barang-barang yang pernah dibelikan atau diberikan oleh orang tuanya ke dalam koper,yang tersisa hanya pemberian dari sang kakek dan neneknya dan peninggalan kakak tersayang nya.


Ana menyeret koper dan beberapa tas kearah kamar kakaknya yang dulu, dan menyimpannya barang-barangnya disana.


Para pembantu yang melihat itu bertanya-tanya dalam hati apa yang dilakukan oleh nona mudanya itu,tapi mereka tidak berani bertanya langsung ke Ana karena takut melihat wajah Ana yang datar dan dingin.


Vica yang melihat bibi pembantu rumah tangga yang berkumpul di lorong kamar merasa heran apa yang mereka lakukan disana .


Ana pun berjalan mendekati mereka dan bertanya apa yang mereka lakukan disana


“ Bi,apa yang kalian lakukan disini?” Tanya Vica


“ Itu Nyonya,kami melihat Non Ana berjalan kearah kamar alm.Non Sila sambil membawa koper dan tas-tas kecil nya.” jawab salah satu pembantu


“ Ana?” Batin Vica


Vica pun berjalan kearah kamar Alm.sila dan ingin melihat apa yang dilakukan Ana disana dengan membawa koper dan tas.


Namun,disaat Vica ingin membuka pintu,pintu sudah dibuka oleh Ana dari dalam sehingga menghentikan langkah Vica.


Ana yang melihat mommy di depan hanya diam saja,dia melihat mommynya dengan ekspresi wajah datar dan dingin.


dia pun berlalu meninggalkan mommy dengan ekspresi yang masih datar dna menghiraukan mereka yangmelihatnya


Vica yang melihat perubahan tingkah dan cara pandang Ana itu hanya tersenyum getir.


Vica yang penasaran apa yang dilakukan Ana di dalam kamar putri sulungnya masuk kekamar.Setelah Vica masuk,dia melihat Koper dan tas-tas kecil disampil lemari alm.Sila


“ Apa ini ?” batin Ana


Vica pun mengabil koper dan tas-tas kecil itu ke kasur yang di taruh Ana di samping lemari Alm.Sila. Vica pun membukanya,


Degh…


“ Kenapa Ana menaruh baju-bajunya kesini?” Tanya Vica dalam hatinya


Vica pun membuka tas-tas kecil milik Ana,vica melihat isi tas itu merupakan perhiasan yang mereka berikan ke Ana


“Inikan pemberianku,sama kado ulang tahun Ana yang di kasih Mas Kendra.”


setelah vica membuka seluruh isi tas itu baru dia menyadari bahwa semuanya merupakan pemberiannya sama suamiya ke Ana.Vica tidak paham maksud Ana mengumpulkan barang-barang pemberiannya dan suaminya ke dalam koper dan tas-tas kecil.


\=\=\=\=


pagi hari…

__ADS_1


Setelah semalaman dia berpikir dari mana dia akan mendapatkan uang,karna ana sudah bertekad tidak akan meminta uang dari mommynya dan daddynya,dia akan mencari pekerjaan.


Dan untung Ana memiliki tabungan,sehingga dia masih bisa melanjutkan kuliahnya.Ana sudah berencana,bahwa dia akan kuliah sambil bekerja menabah uangnnya


Ana bangun dari tidurnya dan langsung masuk kamar mandi dan bersiap-siap untuk mencari pekerjaannya.


Setelah Ana selesai bersiap-siap Ana langsung turun kebawah untuk sarapan. Saat Ana akan berjalan kearah ruang makan Ana melihat mommy dan daddynya duduk sambil makan sarapan pagi.


“ Tumben..!” batin Ana


memang Ana tidak pernah lagi melihat Mommy dan Daddynya sarapan pagi di meja makannya.Namun kali ini dia sudah bertekad melepaskan bayang-bayang orang tuanya


Ana langsung duduk di kursi dan menghiraukan Mommy dan Daddynya yang memandangnya.


Ana makan dengan lahap,Vica dan Kendra yang melihat itu hanya terheran-heran sambil mengkerutkan kening mereka


“ Ana..!” Panggil Vica


Ana yang mendengar namanya di panggil hanya terdiam sejenak dan langsung melanjutkan acara makannya,tanpa berniat menjawab mommynya


“ Ana..!” panggil Vica sekali lagi namun Ana masih tetap kukuh tidak menjawab sapaan Vica


“ An…a” kendra langsung diam


“Trimakasih” potong Ana sambil mengambil tissue dan membersihkan bibirnya


Ana membuka tasnya dan mengeluarkan sebuah Black Card dan kunci mobil.


Ana monodorkan Black Card dan kunci mobil kedepan momynya dan daddynya dengan sopan


“ Trimakasih,saya sudah tidak membutuhkannya lagi” ucap Ana dengan datar dan langsung pergi meninggalkan Vica dan Kendra.


Namun beberapa langkah,Ana berbalik kea rah Vica dan Kendra


Degh….


“ Ana..!” Panggil Kendra Namun Ana tidak menghiraukannya


“ Ana…!” Panggil Kendra sekali lagi


Namun Ana tetap tidak menghiraukannya


sedangkan Vica hanya diam dengan tatapan kosong


Kendra yang melihat istrinya hanya diam saja menarik vica dalam pelukannya


“ Belum waktunya kamu tau sayang” batin Vica dan Kendra


Bersambung


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=Hello guys


sampai disini dulu yeh guys..


aku hari ini kurang enak badan jadi ngak bisa begadang terlalu lama...


...


Tak tampak gedung yang menjulang


Hanya sawah yang membentang


Hijau daun pohon rindang wo

__ADS_1


Sungai jernih penuh ikan


Orang pun beri senyuman


Riang saling jabat tangan


Yeah bila malam telah menjelang


Langit terang bertabur bintang


Dan problema hidup seperti menghilang


Tak pernah ada kemacetan


Hanya sepeda dan delman


Saling berkejar kejaran uye e e


Bocah ramai berlarian


Mengitari taman taman


Bernyanyi dan berpegangan


Bila malam telah menjelang


Langit terang bertabur bintang


Dan problema hidup seperti menghilang


Menghilang


Aku telah merindu kampung halamanku


Tak sabar hatiku untuk lekas jumpa


Lekas jumpa lekas jumpa orang tua


Orang tua


Tak tampak gedung yang menjulang


Hanya sawah yang membentang


Hijau daun pohon rindang


Yeah bila malam telah menjelang


Langit terang bertabur bintang


Dan problema hidup seperti menghilang


Menghilang ayo


Ou aku telah merindu kampung halamanku


Tak sabar hatiku untuk lekas


Oh aku telah merindu kampung halamanku


Tak sabar hatiku untuk lekas jumpa


Lekas jumpa lekas jumpa lekas jumpa orang tua

__ADS_1


Orang tua huh**


__ADS_2