Cerita Seram Jepang

Cerita Seram Jepang
gunung kachi-kachi


__ADS_3


Kemenangan kelinci dan saat terakhir tanuki. Adegan klimaks Gunung Kachi-kachi ketika kelinci memukuli tanuki dengan dayung meskipun dia sudah setengah tenggelam. Lukisan Jepang dari kira-kira tahun 1890-an hingga 1900-an.


Gunung Kachi-kachi (かちかち山 Kachi-kachi yama) adalah cerita rakyat Jepang tentang kelinci yang menghukum tanuki karena perbuatannya membunuh nenek teman kelinci.

__ADS_1


Kata "kachi-kachi" merupakan onomatope dari bunyi beradunya batu api yang menurut pendengaran orang Jepang berbunyi "kachi-kachi". Cerita versi aslinya dianggap terlalu kejam, sehingga beredar versi cerita yang lebih halus. Versi lain juga sering diganti dengan si nenek yang tidak mati, dan pada akhir cerita, kelinci menolong tanuki yang hampir tenggelam dan hidup rukun bersama-sama. Bahkan jika di versi asli kelinci dan tanuki tidak diberi nama, versi adaptasi dari Shogo Hirata yang dipublikasikan oleh PT Elex Media Komputindo, masing-masing karakter binatang diberi nama Pinky (tanuki) serta Pindy (kelinci).


Di zaman dulu hidup sepasang kakek dan nenek. Setiap kali kakek bekerja di ladang, tanuki datang mengganggu dengan bernyanyi-nyanyi. Lirik lagu yang dinyanyikan tanuki berisi kutukan agar panen gagal. Bukan cuma itu, tanuki juga menggali dan memakan bibit ubi yang ditanam kakek di ladang. Kakek sangat marah dan memasang perangkap. Tanuki masuk perangkap, diikat, dan dibawa pulang. Setelah diletakkan di dapur, kakek kembali ke ladang. Nenek yang menjumpai tanuki di dapur setuju untuk melepasnya, karena sudah dibohongi tanuki yang berjanji membantu membereskan rumah. Setelah terlepas, tanuki malah memukuli nenek dan membunuhnya. Daging si nenek dimasak tanuki menjadi sup. Kepulangan kakek dari ladang disambut tanuki yang sudah berubah wujud menjadi si nenek. Kakek memakan sup yang disuguhkan "nenek" dengan enaknya. Setelah sup habis dimakan, "nenek" kembali berubah wujud menjadi tanuki dan menceritakan segalanya. Sambil tertawa-tawa, tanuki pulang ke gunung.


Setelah berhasil membakar punggung tanuki, kelinci menjenguk tanuki yang sedang sakit luka bakar. Tanuki diberi mustard yang menurut kelinci adalah salep obat luka bakar. Mustard yang dioleskan pada luka bakar di punggung tanuki makin membuat tanuki kesakitan.

__ADS_1


Di akhir cerita, tanuki diajak kelinci pergi memancing di danau. Perahu yang dinaiki kelinci dibuat dari kayu, tetapi tanuki diberi perahu yang dibuat dari lumpur. Terkena air, perahu lumpur menjadi lunak dan tenggelam. Tanuki berenang sekuat tenaga ke tepian, tetapi dipukuli kelinci dengan dayung dan mati tenggelam.


saksikan besok 5 bab terbaru dari author, dan juga semoga kalian suka


jangan lupa follow @shinta_w.h sampai jumpa di bab berikutnya, oh iya jangan lupa kunjungi Channel YouTube author nama chanelnya Shinta, ditunggu kehadiran kalian bagi yang mau.

__ADS_1


__ADS_2