Cerita Seram Jepang

Cerita Seram Jepang
Nukekubi


__ADS_3

Rokurokubi (ろくろ首)


Rokurokubi (ろくろ首) katanya mempunyai wujud manusia biasa di siang hari, tetapi waktu malam tiba, kepalanya akan melayang dan tersambung ke lehernya dengan benang putih panjang layaknya leher yang sangat panjang. Kisah ini bermulai di zaman Edo, pertama kali dikatakan kalau benang putih itu melambangkan hubungan antara raga dan jiwa (kepala sebagai jiwa), tetapi sering disalahartikan sebagai leher yang memanjang. Karena itu di zaman sekarang, Rokurokubi lebih sering digambarkan dengan interpretasi modern dibandingkan berdasar pada dongeng dari zaman dulu.


Asal muasal Rokurokubi: Nukekubi (抜け首)


Sebelum Rokurokubi dikenal di zaman Edo, ada kisah yang lebih tua lagi yang menceritakan mengenai Nukekubi (kepala lepas). Cerita paling tua tentang Nukekubi berawal dari tahun 1663 yang menggambarkan Nukekubi sebagai jiwa yang terpisah dari tubuh seorang wanita, kemudian bentuk jiwanya berubah menjadi kepala, lepas dan melayang di malam hari ketika tubuhnya tidur. Cerita ini tetapi tidak mengatakan kalau kepalanya betul-betul terpisah dari tubuh. Cerita ini hanya mengatakan kalau kepala melayang wanita ini dilihat seorang laki-laki, dan dia kemudian mengejar kepala itu dengan membawa pedang. Wanita itu kemudian terbangun karena katanya dia mimpi buruk di mana seorang laki-laki dengan pedang mengejarnya. Jadi unsur tubuh tanpa kepala itu sendiri tidak pernah ada dalam kisah lama.

__ADS_1


Setelah rokurokubi menjadi lebih terkenal daripada nukekubi, rokurokubi digambarkan dengan sesuatu yang berwarna putih dan tebal muncul dari dadanya, menyembunyikan kepalanya yang sebenarnya dengan leher yang sangat panjang.


Dipengaruhi kisah dan dongeng dari negara lain


Karena cerita ini dulu muncul ketika Jepang mengadakan perdagangan dengan Cina dan negara-negara Asia Tenggara, kisah nukekubi dipercaya menerima pengaruh dari cerita-cerita negara lain. Ketika Jepang menutup diri di zaman Edo, kisahnya lama kelamaan berubah menjadi rokurokubi.


Di Cina ada yang disebut hitoban (飛頭蛮) atau barbar tanpa kepala. Kepalanya bisa lepas dan kuping mengepak seperti sayap dan hantu ini sering makan serangga. Ada juga rakutō (落頭) yang kepalanya juga bisa lepas dan melayang, tetapi kupingnya tidak mengepak.

__ADS_1


Penyebab: penyakit atau karma


Dalam kisah-kisah awal nukekubi diceritakan kalau kepalanya tidak benar-benar terlepas dari tubuh, tetapi karena penyakit tertentu, jiwanya terlepas dari tubuh ketika tidur dan terlihat kepada orang-orang di sekitar sebagai kepala melayang. Walaupun sebagian besar cerita menceritakan nukekubi sebagai seorang perempuan, ada juga cerita mengenai laki-laki di Shousai Hikki (蕉斎筆記). Laki-laki ini mengatakan kalau penyakit ini umum di kampung halamannya, Provinsi Shimosa (Prefektur Chiba di zaman modern).


Kisah-kisah belakangan menggambarkan nukekubi atau rokurokubi dengan luka berbentuk cincin di seputar lehernya. Ada juga beberapa desa di Gunung Yoshino di mana semua penduduknya selalu mengenakan syal.


Di zaman Edo kemudian juga ada beberapa cerita yang menyatakan kalau rokurokubi sebenarnya adalah sebuah penyakit, dengan mengambil contoh sebuah bordil di Yoshiwara di mana leher seorang perempuan di sana akan memanjang (walaupun tidak terlalu panjang) ketika dia tidur. Kisah ini mengatakan kalau hati perempuan itu menjadi goyah.

__ADS_1


Banyak cerita juga menyatakan kalau seseorang bisa menjadi nukekubi atau rokurokubi akibat karma (amal dan balasan amal). Di banyak kisah di Asia Tenggara, kepala melayang dengan organ tersambung dipercaya berasal dari mereka yang mempraktikan sihir hitam dan sihir ini sendiri yang mengubah mereka, mengutuk mereka menjadi makhluk kanibal yang menyeramkan. Kisah-kisah belakangan menyebutkan hal ini sebagai kutukan yang melibatkan obat yang dibuat dengan sihir hitam, seperti minyak khusus yang dioleskan di sekitar leher atau juga ludah dari makhluk itu sendiri.


Di zaman Edo dulu ada sebuah kisah mengenai seorang penjaga hotel yang membunuh seorang perempuan untuk mencuri uangnya. Dan ketika dia membuka hotelnya, anak perempuannya terlahir sebagai rokurokubi. Anak perempuannya kemudian menikah dengan seorang biksu yang kabur dari kuil, tetapi perempuan itu kemudian tumbang karena penyakit. Biksu itu lalu membunuh istrinya ketika mereka kehabisan uang. Ketika biksu yang sama pergi sebuah hotel dan tidur Bersama seorang wanita yang dia temui di sana, leher perempuan itu kemudian memanjang dan wajahnya berubah menjadi wajah istrinya yang dia bunuh. Wajah itu juga menyampaikan semua kemarahannya. Merasa menyesal, biksu itu kembali dan menceritakan semuanya kepada ayah dari istri, Penjaga hotel itupun juga menceritakan masa lalunya kepada biksu tersebut. Biksu itu kemudian kembali kuil dan membangun sebuah kuburan untuk istrinya.


__ADS_2