Cewek Bobrok & Cowok Dingin

Cewek Bobrok & Cowok Dingin
EPS 7.


__ADS_3

SELAMAT MEMBACA!


 


Jam sudah menunjukkan pukul 12.00 waktunya jam makan siang, salsa yang sudah ingin berjalan turun ke lantai dasar untuk makan siang, dikejutkan oleh suara dering telpon kantor.


"Selamat siang pak ada yang bisa saya bantu" ucap salsa sesaat setelah mengangkat panggilan tersebut.


"Keruangan saya sekarang" ucap Satya dingin dan langsung menutup telponnya.


"Isss seenak jidatnya aja matiin" geram salsa sambil meletakkan gagang telepon tersebut.


Tok tok tok


"Permisi pak" ucap salsa sembari membuka pintu dan masuk.


"Kamu duduk dulu di sana" ucap Satya sembari menunjukkan sofa panjang yang ada di ruangannya.


"Oh iya pak"


Salsa duduk di sofa tersebut sudah 10 menit tapi belum ada tanda tanda Satya memberinya perintah.


"Maaf pak bapak tadi menyuruh saya ke sini untuk apa ya" tanya Salsa hati hati.


"Oh maaf saya lupa kalo ada kamu disini" ucap Satya sembari menutup laptop yang sedari tadi digunakan untuk bekerja.


"What the hell dari tadi gue disini gak di hargain dong anjir banget" gumam nya dalam hati.


"Maaf pak kalo tidak ada yang di butuhkan saya pamit undur diri saya mau makan siang pak" ucap salsa yang sudah berdiri dan berjalan menuju pintu keluar.


"Siapa yang menyuruh kamu keluar dari ruangan saya" ucap Satya dingin sambil berjalan ke arah salsa


"Saya tanya sekali lagi siapa yang mengizinkan kamu keluar dari sini" kini Satya sudah berada di depan salsa, bahkan jarak mereka berdua sangatlah dekat, Satya memposisikan kedua tangannya di antara badan salsa

__ADS_1


"Anu iiiitu pak saya kira bapak sudah tidak ada keperluan lagi dengan saya" ucap salsa gugup tidak berani memandang Satya.


"Kalo bicara itu yang sopan emang wajah saya ada di bawah ha" tegas Satya


"Maaf pak" salsa memberanikan diri mendongakkan wajahnya memandang Satya.


Dan cup Satya mencium bibir tebal salsa yang sedari tadi menjadi pusat perhatiannya.


Salsa yang kaget dan tidak percaya dengan apa yang terjadi pun hanya bisa diam mematung . Satya yang merasa tidak ada penolakan dari salsa melanjutkan aksinya, kecupan yang diberikan Satya kini berubah menjadi *******. Satya merasa tidak ada balasan dari salsa ia menggigit bibir bawah salsa agar ia membuka mulutnya, dan benar saja sekarang Satya leluasa mencium salsa lebih dalam.


Setalah 5 menit melakukan itu Satya segera menghentikan aksinya tersebut sebelum kebablasan. setelah ciuman tersebut lepas Satya menempelkan keningnya di kening salsa dan menghirup udara sebanyak banyaknya. tangan Satya bergerak menghapus bekas saliva yang berada di bibir salsa.


"Hmm manis" gumam Satya sembari mengusap bibir salsa yang bengkak akibat ulahnya.


"Kak Satya apa yang kamu lakukan" teriak Salsa sembari mendorong Satya menjauh darinya.


"Kenapa ada yang salah toh ya kamu juga menikmati nya" ucap Satya santai


"Oh pantes kamu masih kaku ternyata ciuman pertama"ucap Satya sembari tersenyum.


"Udah gak usah bertingkah seolah cuma saya yang menikmati ciuman kita tadi, kan kamu juga menikmati nya" satya kembali mendekati salsa yang masih di tempat yang sama saat mereka berciuman tadi


"Stop jangan mendekat atau gue teriak" ucap salsa berusaha mengancam Satya


"Teriak lah semau kamu kamu mau teriak sampai kapan pun gak akan ada yang dengar" Satya kini sudah berada di depan salsa seperti tadi. Satya menarik pinggang Salsa agar dekat dengannya.


"Lepasin gue" teriak Salsa sambil mendorong Satya berharap bisa lepas dari dekapan Satya. Tapi sia sia tenaganya tidak ada apa apanya dibandingkan dengan tenaga Satya.


"Saya akan lepaskan kamu tapi ada syaratnya" bisik satya di telinga salsa sembari memeluk salsa


"Lo gak usah peluk peluk bisa nggak sih. Apa syarat nya" ucap salsa yang sudah menyerah.


"Kamu harus mau menjadi kekasih saya" kini pelukan itu sudah merenggang.

__ADS_1


"Gila lo p gak mau jadi pacar lo" teriak Salsa


"Oh kamu gak mau" ucap satya. Tiba tiba satya menggendong salsa dan membawanya ke dalam ruangan pribadi Satya.


"Heh lo turunin gue nggak. Lo mau bawa gue kemana" teriak Salsa sembari memukul punggung satya.


Satya meletakkan tubuh salsa diatas ranjang yang berada di ruangan pribadi Satya. setelah itu Satya menindih tubuh salsa.


"Heh lo mau apain gue. lepasin nggak kalo lo berani macem macem gue bilangin lo ke kak Bian" ucap salsa ketakutan.


"Silahkan saja kamu ngomong kepada Bian tapi sebelum itu kamu akan kehilangan kehormatan kamu" ucap satya dengan wajah liciknya dan mendekatkan wajahnya ke wajah Salsa untuk mencium Salsa.


"Lo jangan macem macem ya" ucap salsa memalingkan wajahnya berusaha menghindari ciuman Satya.


"Aku tidak akan melakukan hal itu kalau kamu mau menjadi kekasih saya" ucap Satya sembari menjauhkan wajahnya


"Gue gak mau jangan paksa gue" ucap salsa yang masih kekeh tidak mau menjadi kekasih Satya


"Baiklah kalau kamu tidak mau berarti nanti setelah kamu keluar dari sini kamu sudah tidak perawan" kini kedua tangan Satya mencengkeram erat kedua pergelangan tangan salsa yang berada di samping kepala salsa.


Satya benar benar tidak main main dengan perkataannya ia kini sudah melancarkan aksinya wajah Satya kini sudah berada di leher salsa dan mulai mencium setiap inci kulit leher salsa dan meninggalkan 3 bekas merah di leher salsa.


"Oke oke gue mau jadi pacar lo tapi gue mohon jangan lakuin itu ke gue" salsa kini sudah menangis ketakutan, dia sudah tidak bisa memberontak kini ia hanya pasrah.


Satya yang mendengar suara tangis salsa segera menghentikan aksinya tersebut dan menggulingkannya badannya di sebelah salsa dan menarik salsa kepelukkannya.


"Sudah jangan menangis saya tidak akan melakukan apapun kepadamu, maaf tadi saya khilaf" ucap Satya sembari mengusap punggung salsa yang bergetar karena menahan tangis.


Suara tangis salsa kini sudah tidak terdengar lagi ternyata salsa tidur, mungkin karena lelah menangis.


"Akhirnya aku bisa mendapatkanmu walaupun dengan cara yang salah maaf sal aku tidak mau kehilangan kamu untuk yang kedua kalinya" gumam Satya lirih sembari mengusap bekas air mata di pipinya dan mencium kening salsa lalu, ia mengantuk dan tidur di sebelah salsa sembari memeluk salsa.


 

__ADS_1


__ADS_2