Cewek Bobrok & Cowok Dingin

Cewek Bobrok & Cowok Dingin
EPS 8.


__ADS_3

SELAMAT MEMBACA!


Salsa mengerjapkan matanya memandangi sekitarnya, dia merasakan sesuatu yang berat di atas perutnya, ternyata Satya sedang memeluknya begitu erat. Salsa terdiam beberapa saat mengingat peristiwa tadi, sekarang dia sudah menjadi pacar Satya. Satya mengencangkan pelukannya menyadarkan salsa dari lamunan nya.


"Kamu sudah bangun sayang" ucap Satya menenggelamkan wajahnya di ceruk leher Salsa, menghirup dalam wangi tubuh Salsa.


Salsa merasa geli dan berusaha melepaskan diri dari pelukan Satya.


"Sebentar seperti ini dulu sebentar saja" ucap Satya lirih.


"Lepasin kak gue mau pulang ini udah malem" ucap salsa melihat langit sudah gelap.


"Tidak apa apa saya sudah izin kepada Bian" ucap Satya sambil mengecup bibir salsa.


"K-kapan" salsa kaget saat Satya mencium nya secara mendadak. Berusaha kembali untuk lepas dari pelukan Satya


"Tadi saat kamu tidur" Satya menarik pinggang Salsa diantara mereka kini tidak ada jarak sama sekali. Satya mendekatkan wajahnya ke arah salsa dan mencium bibir salsa.


Wajah Salsa kini bersemu merah, sekarang Satya mengulum bibir tebal salsa dengan sangat lembut. Salsa pun kini sudah mulai membalas ciuman Satya dengan lembut. Tangan Satya bergerak membuka kancing kemeja salsa, kini 3 kancing kemeja salsa sudah terbuka, Satya melepaskan pangutan bibir kedua nya dan mulai menciumi dada salsa dan meninggalkan beberapa bekas merah. Salsa yang tersadar akan apa yang dilakukan Satya pun segera mendorong Satya.


"Kak jangan mentang mentang sekarang gue udah jadi pacar lo, lo bisa seenak jidat lo berbuat mesum ke gue" teriak Salsa sembri mengancingkan kembali kemejanya.


"Maaf salsa saya kebablasan" ucap satya kembali mendekati salsa yang sedang merapikan pakaian nya.

__ADS_1


"Udah lah gue mau pulang awas" salsa segera beranjak dari tempat tidur itu dan berjalan keluar.


"Maaf sayang udah dong jangan ngambek oke kita pulang tapi kamu pulangnya sama aku aja, aku anterin pulang." Satya segera mengambil handphone dan kunci mobil di atas meja kerjanya dan berjalan menyusul salsa.


"Ayo aku antar pulang" kini Satya menggandeng tangan salsa dan berjalan memasuki lift. Setelah sampai di parkiran mereka segera masuk ke dalam mobil. Di tengah perjalanan tiba tiba perut salsa berbunyi. Satya menoleh ke arah salsa yang sedang memandang keluar jendela mobil dengan wajah merahnya karena malu.


"Kamu laper sayang yaudah kalo gitu kita mampir ke restoran untuk makan ya" ucap Satya sembari mengusap rambut salsa.


Sekarang mereka sudah berada di restoran favorit Satya. Mereka berjalan memasuki restoran dengan berpegang tangan, memang sedari tadi Satya tidak melepaskan genggaman tangan salsa.


Mereka sudah duduk di meja kosong dan beberapa saat kemudian pelayan datang dan mereka segera memesan makanan. 10 menit kemudian pelayan mengantarkan pesanan Satya dan Salsa. Mereka segera makan Satya yang melihat salsa makan dengan lahap pun tersenyum kecil. Salsa kaget tiba tiba satya mengusap bibirnya.


"Ada nasi di atas bibir kamu nih udah aku ambil" ucap Satya sembari mengusap bibir salsa.


Salsa kembali menunduk melanjutkan makannya dengan wajah bersemu merah, entah mengapa saat Satya mengusap bibir nya salsa merasa gugup.


Setelah makanan habis Satya san salsa membayar dan segera pulang karena kini jam sudah menunjukkan pukul 7 malam.


Di dalam mobil hanya ada keheningan salsa memandang keluar mobil dengan tangan kiri menyangga dagu dan tangan kanannya di genggam Satya sedari tadi.


Sesampainya di rumah salsa, Satya mematikan mesin mobilnya dan menarik salsa kedalam pelukannya.


"Nanti sampe kamar langsung mandi terus tidur ya jangan begadang" ucap Satya tepat di samping telinga salsa. Satya melepaskan pelukannya dan mencium kening salsa lama.

__ADS_1


Setelah merasa Satya sudah melepaskan kecupannya salsa segera turun dari mobil dan berjalan masuk ke dalam rumah tanpa menengok ke belakang.


Sesampainya di kamar salsa segera masuk kedalam kamar mandi dan berkaca.


"Ini kenapa sih gue setiap dicium sama kak satya gue jadi deg degan terus." ucap salsa sembari memegang dadanya yang masih terasa berdetak kencang.


"Mending gue mandi bisa gila gue lama lama mikirin tu cowok" salsa bergegas mandi. Setelah 15 menit lamanya salsa keluar dari kamar mandi sudah berganti pakaian terkejut karena Bian yang duduk di sofa kamarnya sembari memainkan handphone nya.


"Kak lo ngapain disini" ucap salsa sembari berjala kearah meja riasnya dan duduk di sana sembari memakai skincare.


"Lo kok pulangnya malem banget" ucap Satya yang masih fokus memainkan handphone nya


"Gara gara temen lo tuh sebel banget gue" ucap salsa yang kini sudah duduk di samping kakaknya. Melihat adik kesayangannya tengah kesal Bian meletakkan hp nya di atas meja, lalu ia merangkul salsa dan menyandarkan kepala salsa di dadanya.


"Si Satya kenapa lo diapain sama dia cerita sama gue" ucap Bian lembut.


"Dia tuh maksa gue tau nggak buat jadi pacar nya, pake ngancem segala lagi sebel banget gue" ucap salsa cemberut sembari memeluk kakaknya.


"Hahaha udah nyolong start aja tuh orang" Bian ngakak sambil memeluk gemas adiknya.


"Kok lo malah ngakak sih kak bukannya marah adik lo yang cantik ini dipaksa buat jadi pacarnya temen lo tuh" ucap salsa


"Kenapa sih udah lah gapapa terima aja dia baik kok hahaha" ucap Bian

__ADS_1


"Lo mah sama aja kayak si soang itu males lah gue"salsa melepas pelukannya lalu berjalan ke arah ranjangnya dan merebahkan tubuhnya di sana sambil memeluk guling.


"Halah ngambek lo yaudah sekarang lo tidur besok lo kerja" ucap Bian mengecup kening salsa dan berjalan keluar kamar salsa. Dan masuk ke dalam kamarnya sendiri memutuskan segera tidur.


__ADS_2