
“Oke anak-anak sekarang buka LKS IPA kalian halaman 20”Perintah Bu Syifa ke seluruh muridnya
Perintah dari Bu Syifa pun membuyarkan pandanganku terhadap laki-laki sebangku ku yang berwajah datar itu.
“Sekarang kerjakan yang bagian esay nya kalau sudah selesai nanti dikumpulkan di ketua kelas, ibu mau ke ruang guru dulu dikarenakan ada tamu penting”Ucap Bu Syifa
“Iya bu”Jawab para murid serentak
“Untuk ketua kelas,nanti kalau semua tugas yang ibu kasih tadi udah terkumpul semua ntar kamu bawa ke meja ibu ya”Perintah Bu Syifa yang ditujukan untuk ketua kelas
“Siap Bu”Ucap laki-laki disampingku
Hal itu membuat aku terkejut dan tak percaya, apa iya laki-laki bermuka datar dan bersifat dingin ini adalah ketua kelas dari kelas 11A?
Pertanyaan itu langsung muncul begitu saja di dalam kepalaku.
“Ah biarin ajalah walaupun dia ketua kelasnya gak ada hubungannya juga sama gua trus juga gua pasti gak akan deket banget sama dia palingan sampai gua naik kelas nanti bakalan terus diem-dieman kagak gini”Batinku
Ya, aku memank memiliki prinsip buruk yaitu menilai orang begitu saja tanpa tau asal-usulnya.
Aku pun tak memperdulikan pertanyaan yang dari tadi ada di kepala ku.
Aku langsung mengambil LKS ku dari dalam tas ku lalu mengerjaan soal yang tadi sudah diberikan oleh Bu Syifa.
__ADS_1
Setengah jam kemudian....
“Fiuh! akhirnya selesai juga”Ucapku pelan
Ketua kelas itupun setelah menyelesaikan esay miliknya ia pun langsung berdiri lalu berjalan ke arah meja khusus untuk guru yang mengajar.
“Semuanya kalo udah selesai sekarang kumpulin kedepan”Ucap laki-laki yang duduk sebangku denganku (Ketua kelas)
Seluruh murid yang telah selesai mengerjakan tugasnya tadi pun maju kedepan untuk mengumpulkannya.
“Adit ini LKS gua”Ucap salah satu murid laki-laki yang maju kedepan sembari memberikan LKSnya
“Iya”Jawab ketua kelas yang barusan dipanggil Adit itu
Akupun ikut maju kedepan untuk mengumpulkannya tugas ku.
“Mmm.. maaf ini LKS gua”Ucapku sembari memberikan LKS ku
“Ya”Jawabnya cuek
Aku yang memdengar ucapannya yang cuek itu pun langsung merasa kesal dan langsung berjalan kembali ke tempat dudukku.
“Ih kok dia cuek gitu sih?! emanknya apa salah gua? gua kan tadi udah ngomong pelan-pelan ke dia trus juga tadi udah senyum kedia, ih! jadi nyesel tadi udah senyum kedia!”Batinku yang sedang kesal
__ADS_1
Aku pun diam dan hanya duduk dibangkuku dan tidak melakukan apa-apa.
Tiba-tiba...
“Woy diem-diem aja”Suara yang tiba-tiba mengagetkanku dari arah belakang
Aku pun terkejut dan sontak langsung menoleh ke belakang, dan tak kuduga ternyata dua orang perempuan yang cukup cantik itu yang mengagetkanku.
“Mmm.. kamu kaget ya? maaf ya dia emank orangnya pecicilan”Ucap salah satu dari kedua orang itu yang terlihat cukup polos
“Hehe.. iya gak papa kok”Jawabku sembari menunjukkan gigi putihku
“Oh iy btw nama aku Alvira Dwi Ramadhani kamu bisa panggil aku Vira kalo dia yang pecicilan ini namanya Tiara Cahya Haviza kamu bisa panggil dia Tiara”Ucap si gadis polos tadi yang bernama Vira itu
“Eh iya salam kenal:-)”Ucapku
“Sekarang giliran lu donk yang kenalin diri”Ucap gadis pecicilan tadi yang bernama Tiara itu
“Mm iya, kenalin nama gua Lidya Putri Aisyah kalian bisa panggil gua Lidya”Ucapku
“Salam kenal Lidya”Ujar Vira
“Salken ya gess”Ujar Tiara
__ADS_1
Aku pun hanya mengangguk dan tersenyum.