Cewek Humoris VS Cowok Dingin

Cewek Humoris VS Cowok Dingin
Huh! Dasar Pelit!


__ADS_3

“Loh.. dek kamu disini?”Tanya kakakku


Aku yang pertama kali mendengar kakakku memanggilku dengan panggilan "KAMU" itu membuatku merinding tetapi aku tau kalau kakakku melakukan itu agar dia tidak terlihat buruk di mata para fansnya itu.


“Eh.. i..iya kak rencananya tadi aku mau beli makanan tapi ternyata kantinnya rame banget kayak gini terus tadi aku ngeliat kakak lagi ada disini ya udah deh aku samperin aja”Ucapku


Aku pun terpaksa harus mengikuti rencana kakakku itu dengan berkata manis dan memanggilnya dengan sebutan "Kakak" dan bukan abang seperti biasanya.Lagi pula kalau aku tidak mengikuti rencana kakakku,aku pasti akan mati karna mendengar ocehannya dan pintu kamarku pun pasti akan rusak lagi karna dipukul atau ditendang olehnya.


“Ya udah. Oh iya pas banget nih kakak punya roti nih buat kamu aja lagi pula tadi kamu bilang kamu belum makan kan”Ucap kakakku sembari menodongkan sebungkus roti isi selai stroberi


“Eh iya kak makasih ya”Ucapku


Saat aku ingin mengambil roti itu, dia membisikan kalau...


“Nanti balikin loh ya roti gua, gua beli nihh bukan nyolong”Bisiknya


Mendengar kata-katanya itu membuatku sangat geram dan ingin sekali memukul bokongnya dan menjambak rambutnya itu tapi aku harus bersabar demi agar pintu kamarku tidak dirusak lagi olehnya.Jadi,akupun hanya membalas bisikannya tadi dengan bisikan juga.

__ADS_1


“Iya dasar kang pelit!”Bisikku


Akupun langsung mengambil roti itu lalu berbalik untuk pergi menuju ke kelas ku.


“Tiara ayo kita ke kelas”Ajakku


“Eh emm..emm.. iya deh”Ucap Tiara


Aku dan Tiara pun bergegas menuju ke kelas.Saat diperjalanan banyak orang yang menatap kami tapi lebih tepatnya adalah menatapku. Sebenarnya,tujuan ku untuk bergegas ke kelas bukan karena ingin makan disana tetapi untuk menghindari semua tatapan itu.


Saat sampai di kelasku, banyak teman sekelas yang bertanya "Apakah benar aku itu adiknya Bang Rakka?" pertanyaan itu terus terulang-ulang bahkan ada yang berkhayal "Bagaimana kalau dia yang menjadi adiknya Bang Rakka" aku pun tidak menghiraukan mereka semua, Akhirnya aku memutuskan untuk duduk dikursiku.


“Eh Lidya lu beneran adeknya Kak Rakka?”Tanya salah satu teman sekelas perempuanku kalau tidak salah namanya itu Amelia


“Eh iya gua adeknya”Jawabku malas


“Wahh hebat donk! gimana rasanya jadi adek dia? pasti enak banget ya? soalnya bisa ngeliat wajah ganteng nya itu(≧∇≦)”Ucapnya panjang kali lebar kali tinggi sembari antusiasnya yang setinggi Monas

__ADS_1


“Emm.. nggak kok biasa aja Hehe...ヘ( ̄▽ ̄*)ノ”Ucapku


“Coba aja kalo dia tau rasanya jadi adeknya bang Rakka itu super gak enak setiap hari berantem,berantemnya juga pasti ngerusakin pintu kamar terus”Batinku yang jijik mendengar pujian-pujian tentang kakakku


Dan pada akhirnya pun Tiara dan Vira pun datang menghampiriku.


Saat Vira dan Tiara sudah sampai di tempat dudukku yang dikerumuni oleh banyak orang itu, aku pun memasang wajah melas yang seakan-akan meminta bantuan agar menyuruh mereka pergi. (╥﹏╥)


“Mmm.. Ti kayaknya si Lidya mau minta tolong dehh buat nyuruh mereka semua pergi”Ucap Vira yang sembari tadi melihat mimik wajahku yang melas ini


“Mmm iya juga ya kasian tuhh lagipula gua juga mau nanya sesuatu ke dia”Ucap Tiara yang ikutan melihat mimik wajahku yang semakin lama semakin melas


“Eh?! emangnya kamu mau nanya apa ke dia? jangan bilang kamu mau nanya pertanyaan yang sama kayak orang-orang itu”Ujar Vira


“Hehe... itu lu tau”Ujar Tiara sembari cengengesan


“Ish! jangan lahh kamu gak kasian ya sama Lidya kan tadi kamu juga udah denger kalo dia itu emang beneran adeknya Kak Rakka”Ucap Vira

__ADS_1


“Iya dehh iya gua gak nanyain hal itu ke dia. Oh iya btw gimana caranya biar bisa ngeusir mereka?”Tanya Tiara


“Mmm Aha! aku punya ide”Ujar Vira


__ADS_2