Chaos Online : Lahirnya Raja Arthur

Chaos Online : Lahirnya Raja Arthur
Chapter 7: Terpisah


__ADS_3

Terbang di langit. Arthur bisa menikmati angin sejuk yang menerpa wajahnya. Namun, di tengah-tengah perjalannya. Dia sempat berpikir, bahwa game ini sangat realistis hingga hampir saja Arthur melupakan bahwa ia berada di dalam game dan sedang berada di dunia nyata.


Karena sensasi angin yang terasa sangat asli. Selain itu ia juga menemukan bahwa bau rumput, bahkan bau makanan dan rasa dari mereka juga sangat realistis. Menambah keraguan Arthur menjadi bertambah apakah dunia ini benar-benar game atau bukan. Tapi itulah kehebatan teknologi sekarang, dengan. Teknologi yang sudah sangat maju mampu menciptakan game seperti ini. Yang membuat manusia sudah terlihat seperti seorang dewa karena bisa menciptakan dunia meski hanya virtual.


Kemudian. Setelah beberapa jam saja. Arthur bisa melihat sebuah tower yang megah dan tingginya sampai-sampai menembus awan. Itu adalah dungeon Tower Monster. Dungeon yang katanya memiliki kesulitan yang tinggi.


Tapi apakah Arthur siap untuk itu? Nah, levelnya saat ini masih mencapai angka lima belas. Yah tidak masalah, karena ia percaya diri bahwa ia memiliki skill-skill yang sangat kuat. Arthur yang sekarang sudah jauh lebih kuat dibandingkan sebelumnya. Jadi tidak masalah bukan?


***


"Tapi. Sebelum itu aku harus mempersiapkan MP potion dan Hp potion terlebih dahulu."


Benar. Arthur tidak sebodoh itu untuk mengulangi kejadian sebelumnya. Dimana ia langsung masuk begitu saja tanpa mempersiapkan apapun. Dan berkat kecerobohannya itu, ia hampir saja mati di Dungeon termudah di dunia. Nah, meski ia bisa mengatasinya entah bagaimana. Tapi Arthur berakhir dengan memasuki dungeon yang lebih sulit lagi. Dimana di Dungeon tersebut ia harus mengalami ujian Raja dan benar-benar meninggal.


Meski telah kehilangan beberapa item sebagai penalti. Tapi Arthur sepertinya tidak terlalu menyesal karena tidak terlalu membawa banyak perlengkapan pada waktu itu.


Saat ini Arthur berada di Kota Vermicia. Kota yang dikatakan menyediakan banyak quest yang memudahkan pemain untuk naik level dan meningkatkan kemampuan mereka dengan cepat. Dari kota ini juga banyak pemain terkenal lahir, diantarnya adalah orang-orang yang saat ini masuk ke dalam lima Guild besar bahkan ada beberapa diantaranya menjadi seorang pemimpin disana.

__ADS_1


Nah, Arthur yang sekarang akan mengesampingkan quest yang ada di Kota ini. Setelah membeli beberapa potion yang dimaksud. Sekarang Arthur pergi menuju ke dungeon Tower Monster. Dan ternyata sudah ada banyak pemain juga yang sedang menunggu di depan gerbang masuk.


Banyak dari mereka yang membentuk Tim. Ada yang bersisi dua orang atau bahkan lebih. Selain itu, ada juga sebuah Guild. Mereka membawa beberapa anggota mereka mengenakan seragam yang menunjukkan nama Guild yang mereka pimpin.


Salah satu yang menarik perhatian Arthur adalah sebuah Guild yang anggotanya tidak terlalu mencolok. Atau bisa dibilang sangat biasa. Mereka sepertinya terdiri dari pemula sepertiku. Namun, dilihat sekilas. Perlengkapan Arthur lebih mewah dibandingkan dengan mereka semua.


Yah lagian itu adalah salah satu Item yang diberikan oleh Class King Arthur jadi mau bagaimana lagi. Arthur mencoba untuk melepas armornya karena tidak ingin mencolok. Tapi tiba-tiba terdapat sebuah layar pemberitahuan yang muncul.


[Apakah anda ingin menyembunyikan bentuk fisik dari Goddess Armor anda?]


"Menyembunyikan bentuk fisik?"


"Kalau begitu, Excalibur mungkin juga bisa...."


Arthur mencari fitur tersebut pada Excalibur. Dan ternyata juga ada. Namun itu fitur yang berbeda. Fitur tersebut bernama, "Kamuflase." Dan saat Arthur mencobanya. Excalibur berubah bentuk menjadi pedang biasa.


Jadi fitur tersebut bisa merubah bentuk Excalibur menjadi pedang biasa. Namun tidak mengurangi kekuatannya sama sekali. Pihak developer game mungkin menyiapkannya bagi seorang pemain yang pemalu seperti Arthur. Nah, kesampingkan hal itu. Sekarang Arthur benar-benar menjadi orang biasa. Dia tidak terlihat mencolok seperti sebelumnya.

__ADS_1


Meskipun begitu, beberapa pandangan aneh tetap tertuju ke arahnya. Karena rambut emasnya yang nyentrik. Yah, Arthur tidak bisa berbuat apapun terhadap warna rambutnya. Jadi mau bagaimana lagi.


Pintu dungeon terbuka. Dan para pemain yang bermain secara individu maupun tim mulai memasuki dungeon satu per satu. Arthur juga ikut memasukinya, dan saat semua pemain sudah masuk pintu dungeon tertutup dengan sendirinya.


***


Banyak pemain yang membentuk tim. Namun tidak banyak juga yang bermain secara solo. Diantaranya adalah Arthur. Dengan tekad untuk menjadi lebih kuat dia nekat masuk ke dalam dungeon dengan seorang diri.


Lantai satu dungeon Monster Tower lagi-lagi berbentuk hutan. Yah, itu bagus karena Arthur memiliki pengalaman di Dungeon seperti ini contohnya adalah dungeon Ezi. Tapi Arthur tahu bahwa dungeon Ezi tidak bisa dijadikan patokan untuk dungeon dengan kesulitan tinggi seperti Monster Tower. Jadi ia harus tetap memasang sikap waspada.


Karena keasyikan mengagumi kemewahan dungeon. Tiba-tiba saja Arthur terpisah dengan kelompok para pemain. Nah, itu buruk karena Arthur sama sekali tidak memiliki peta di dalam dungeon tersebut.


Biasanya ada beberapa pemain yang pernah memasuki dungeon. Jadi ia tahu betul tata letak lantai dungeon tersebut. Dan biasanya mereka menjadi pemimpin dalam Raid dungeon. Nah tanpa mereka, Arthur hanya akan tersesat.


"Tidak, aku sudah benar-benar tersesat."


Keberuntungannya sangat buruk sekali. Bagaimanapun juga Arthur harus segera kembali menemukan rombongan pemain jika tidak ingin langsung mati di dalam dungeon. Jadi dia melanjutkan jalannya dengan hati-hati.

__ADS_1


Inilah salah satu kesulitan karena tidak membentuk tim di dalam dungeon. Jika saja Arthur membentuk tim dengan orang lain. Dia bisa menghubungi orang itu dan mengirimkan lokasinya agar dijemput. Namun menyesal pun tidak ada gunanya.


Sekarang sudah terlanjur begini. Jadi Arthur hanya harus menerimanya dan menghadapinya sebisa mungkin.


__ADS_2