Chaos Online : Lahirnya Raja Arthur

Chaos Online : Lahirnya Raja Arthur
Chapter 8: Giant Crab


__ADS_3

"Perbedaan level diantara kami sangat jelas sekali."


Sekarang Arthur tengah berlari sambil menghindar dari kejaran Giant Crab yang memiliki level 25. Itu perbedaan yang cukup jauh bagi Arthur yang hanya memiliki level 15.


Jika terkena satu serangan saja. Karena statistik durabilitas nya belum terlalu tinggi. Itu bisa langsung membunuhnya. Yah meski Arthur yakin bahwa Goddess Armor miliknya mampu menahan serangan tersebut. Tapi Arthur tetap tidak ingin kehilangan banyak Hp.


Trang!


Arthur menangkis serangan capit Giant Crab menggunakan Excalibur. Meski pada saat itu Arthur juga memotong capitnya. Tapi ia tidak bisa, ketebalan cangkangnya begitu keras. Sehingga Excalibur sekalipun hanya bisa menggoresnya sedikit.


"Apa-apaan dengan kulit keras itu?"


Arthur mengeluh. Karena ia mengira bisa menembus pertahanan Giant Crab dengan mudah.


"Selain itu ini baru lantai pertama. Bagaimana bisa kesulitannya sangat tinggi?"


Jika lantai pertama saja sudah memiliki kesulitan yang tinggi. Maka bagaimana dengan lantai kedua dan seterusnya? Terlebih Dungeon ini memiliki 200 lantai dan itu cukup gila.


"Kalau begitu, tidak ada pilihan lain selain menyelesaikan lantai pertama ini."


Hanya lantai pertama. Arthur sudah membulatkan tekadnya. Dengan kemampuannya sekarang, sudah dipastikan ia akan mati jika naik ke lantai kedua. Jadi karena dia sudah terlanjur memasuki dungeon ini, setidaknya ia harus bisa menyelesaikan lantai pertama ini.


"Skill : Holy Aura."


Cahaya putih menyelimuti tubuhnya. Kini dengan skillnya tersebut. Ia bisa melemahkan kekuatan monster.


"Seharusnya sekarang aku bisa menembus kulit kerasnya."


Giant Crab melayangkan serangan capitnya lagi ke arah Arthur. Arthur menghindarinya. Lalu memanfaatkan momentum tersebut, ia mengerahkan tenaganya untuk mengayunkan pedangnya menembus lengan Giant Crab.


"Skill : Lightning Slash!"


Lengan Giant Crab berhasil terpotong. Namun, efek dari menggunakan skill Holy Aura juga merugikan Arthur. Karena skill tersebut mengkonsumsi MP yang begitu banyak. Dan hanya bisa bertahan secara singkat.

__ADS_1


"Aku harus segera mengalahkannya sebelum skill ini non aktif."


Arthur mengayunkan pedangnya berkali-kali. Memotong tubuh Giant Crab menjadi beberapa bagian kecil. Perlahan menguras Hp barnya. Dan kemudian, dengan serangan terakhir, ia bisa mengalahkannya bersamaan dengan skill Holy Aura yang mengalami masa Cooldown.


[Selamat Anda naik level!]


[Selamat Anda naik level! ]


[Selamat Anda naik level!]


"Naik tiga level sekaligus, huh? Yah lagipula musuhnya lumayan sulit."


[Mendapatkan daging Giant Crab!]


[Mendapatkan kulit Giant Crab!]


[Mendapatkan Monster Core!]


"Oh, ini dia."


"Apa jangan-jangan dengan menggunakan Monster Core ini aku bisa membuat sesuatu yang memiliki daya sihir?"


Tiba-tiba saja Arthur memiliki ide gila di kepalanya. Jika idenya tersebut berhasil, mungkin saja bisa menggemparkan dunia game ini maupun dunia nyata. Karena ide yang ada di kepala Arthur sekarang adalah sesuatu penemuan menakjubkan.


Tapi teruntuk itu, Arthur ingin menyimpannya untuk nanti. Prioritas sekarang adalah menyelesaikan lantai satu dungeon Monster Tower tersebut.


***


Arthur melanjutkan perjalanannya. Menelusuri hutan dungeon lantai satu ini. Berkat pertarungannya dengan Giant Crab sebelumnya, ia harus menggunakan dari sekian banyaknya MP potion yang dia beli sebelumnya.


Arthur sudah menduga bahwa ia memerlukan cadangan MP. Dan untung saja sebelum memasuki dungeon ia sudah menyiapkan banyak hal. Tapi untuk menggunakan hampir semua MP potion di lantai pertama. Arthur sama sekali tidak menduganya.


Kesulitan di lantai pertama dungeon Tower Monster memang sangat berbeda dibandingkan dungeon Tutorial. Karena di Dungeon ini, seperti disetel di mode Hard. Selain itu monsternya juga memiliki status yang tinggi dan terbilang sangat kuat.

__ADS_1


Mungkin jika ia membentuk tim Arthur bisa naik ke lantai berikutnya. Tapi untuk suatu alasan ia memilih bermain secara solo. Karena ia tidak ingin Hidden Class miliknya terbongkar.


Setelah beberapa menit menelusuri. Ia mendengar suara pertarungan yang tidak jauh dari posisinya. Kira-kira jaraknya sekitar sepuluh meter. Karena Arthur penasaran siapa yang bertarung dengan siapa. Arthur diam-diam mengendap-endap untuk melihat.


Melirik dari balik semak-semak, Arthur sedang melihat seorang gadis Assassin sedang melawan monster Kelabang.


Gadis itu bergerak sangat lincah. Mungkin karena Class yang diambilnya. Namun, Kelabang itu juga tidak kalah lincahnya juga. Karena dia memiliki kaki yang banyak membuatnya mudah dalam bergerak.


Jika dilihat sekilas gadis itu tidak diuntungkan. Hp barnya terus menerus berkurang setiap waktu karena serangan kelabang. Mungkin jika dibiarkan begini terus, gadis itu akan mati.


"Tapi kemampuan gadis itu benar-benar sesuatu. Sangat jarang melihat pemain dengan gerakan selihai itu,"


Biasanya gerakan pemain juga didasarkan pada pengalaman di dunia nyata. Contohnya adalah Arthur. Seni bela dirinya ia pelajari dari guru kendo nya di rumah. Jadi ia bisa menggunakan pedang dengan baik.


Dan gerakan gadis itu bukanlah sesuatu yang bisa dilakukan oleh pemula begitu saja. Dia benar-benar memiliki bela diri yang hebat disana.


Tanpa sadar, gadis itu telah mengalahkan monster Kelabang. Arthur terkejut karena apa yang ia prediksi ternyata meleset. Meskipun gadis itu menang tapi Hp barnya hanya tinggal sedikit. Setelah menjarah item, ia meminum Hp potion dan kembali penuh.


Kemudian, tiba-tiba Arthur merasakan niat membunuh yang tajam dari gadis itu. Dan benar apa yang dia rasakan, tiba-tiba saja gadis itu menghilang dari pandangan Arthur dalam sekejap.


Skill deteksi Arthur menemukan bahwa ada seseorang yang bergerak dengan kecepatan tinggi menuju lehernya.


Trang!


"Siapa kau?! Apa yang kau lakukan bersembunyi disini?"


Dengan Excalibur Arthur berhasil menangkis serangan dari gadis tersebut. Dan mengambil jarak aman dengannya.


"Bagus sekali, aku ingin berbicara sesuatu denganmu."


Arthur berbicara dengan senyum di wajahnya. Gadis itu masih tidak mengubah ekspresinya yang curiga. Tapi ia tidak mengabaikan perkataan Arthur.


"Apa yang ingin kau bicarakan?"

__ADS_1


Senyum Arthur semakin melebar. Kemudian ia menyarungkan pedangnya kembali. Dan mengulurkan tangannya ke arah gadis itu.


"Jadilah rekanku, aku ingin membuat sebuah Guild terkuat di sepanjang sejarah game Chaos Online."


__ADS_2