
aya tiba di kantor kano diantarkan oleh jono supir pribadi kano.
jono membukakan pintu mobil untuk aya,tatapan para karyawan yang lalu lalang pun langsung tertuju kepada ayana.
aya yang ditatap pun berkeringat dingin karena gugup merasa tertekan akan tatapan karyawan yang seperti harimau kelaparan penuh tanda tanya melihat ayana turun dari mobil bos besar,bahkan sang supir presdir pun secara khusus membukakan pintu mobil untuknya.
"siapa wanita ini?pasti wanita penggoda!bisa-bisanya dia naik mobil presdir!"
begitulah pembicaraan para karyawan yang terdengar di telinga ayana.
namun ayana memilih mengabaikan pembicaraan para karyawan dan menganggapnya angin lalu meskipun sebenarnya dia tetap gugup dan tidak enak hati mendengarnya,ayana memilih melangkah lebih cepat menuju ruangan kano diantarkan langsung oleh jono.
silahkan nona ayana,jono membukakan pintu ruangan presdir untuk ayana dan memilih mundur dan kembali kelobi.
"selamat siang tuan!"ayana menyapa kano sopan,namun kano hanya mengangguk menanggapi sapaan ayana.
"tuan bisakah saya duduk?"
ayana merasa kesal lantaran dibiarkan saja berdiri tanpa disuruh duduk,
__ADS_1
"silahkan saja duduk!siapa yang melarang kamu duduk?"
kano menimpali dengan santai tanpa berniat menoleh kearah aya sedikitpun.
aya duduk di sofa dan menaruh rantang yang berisi makan siang kano di atas meja dengan sedikit keras,melepas sedikit rasa kesal nya terhadap kano yang mengabaikannya.
"jelas-jelas dia yang memintaku mengantarkan makan siang tapi malah aku yang diabaikan!bagaimana jika saya jadi istrinya?makan ati donk tiap hari gara-gara dicuekin suami!"ayana terus bergumam pada dirinya sendiri,tanpa memindahkan pandangannya dari kano,
"untung aja tampan!"tanpa sadar ocehan ayana seolah telah setuju menjadi istri kano,membuat kano yang mendengarkan merasa bangga pada dirinya sendiri telah membuat ayana setuju menjadi istrinya.
kano berjalan mendekati ayana,namun ayana tidak menyadari lantaran sedang asik memainkan hpnya melihat oppa oppa korean dalam sereal drakor kesayangan para wanita.
"nona bisakah saya makan siang sekarang?"
"silahkan tuan presdir!"mendengar kano berbicara ketus kepadanya,lantas ayana pun menimpali dengan ketus ucapan kano.
namun ayana tetap menyiapkan makan siang untuk kano di atas meja
"silahkan cuci tangan dulu tuan"kano berucap lembut berusaha meredam perdebatan yang tidak perlu diantara mereka.
__ADS_1
"kamu saja yang cuci tangan,suapi saya!"kano berucap tanpa merubah ekspresi dingin diwajahnya.
"anda sudah dewasa tuan,sudah sepantasnya anda makan sendiri, kenapa harus minta disuapi?!"
ayana kekeh menolak ucapan kano untuk menyuapinya.
"ya sudah tidak usah jadi makan,kita langsung buat surat nikah saja!"kano beranjak dari duduknya dan berjalan kearah pintu
"baiklah tuan mari makan dulu saya suapi,ucap ayana lembut berniat menunda waktu,
"baiklah"kano berseru senang didalam hatinya,merasa menang mengelabui ayana,padahal jadwal pernikahannya jam 3 sore.
kano tahu ayana masih ragu jika membahas pernikahan yang menurutnya benar benar mendadak.
namun jika waktunya tiba ayana benar benar tidak akan bisa menghindar lagi.
kano semakin tidak sabar menantikan pernikahannya dengan ayana.
melihat ayana yang semakin cantik berbalut gaun yang dipilihkan nya.
__ADS_1
namun kano enggan mengakui jika cintanya terhadap ayana semakin berkembang.