
"nona, maafkan saya karna tadi meninggalkan nona begitu saja,saya tidak bermaksut meninggalkan tanggung jawab saya,hanya saja tadi saya benar - benar sedang terburu - buru,sekali lagi saya minta maaf.
apakah kita perlu kerumah sakit nona? saya takut ada luka yang tidak nona sadari akan lebih baik jika ditangani sebelum terlambat"
"panggil saja saya aya tidak usah panggil nona tuan,
tidak apa,saya mengerti maksut anda tuan
tidak perlu kerumah sakit saya tidak apa apa
saya masih sanggup bekerja.
jika tidak ada hal lain saya akan lanjut bekerja"
"oh,
ya sudah,ini kartu nama perusahaan tempat bos saya jika nona aya merasa perlu kerumah sakit nona bisa hubungi no perusahaan karna ini perintah langsung dari atasan saya!"sambil menyerahan kartu nama sekertaris pribadi tuan muda kano.
jono memang diperintahkan kano untuk memakai kartu nama asisten pribadi nya 'yoke' jika diperlukan.
sepeninggal nya jono aya menatap kartu nama yang dipegang nya untuk sekedar membaca nama pemilik kartu nama tersebut.
__ADS_1
"yoke abraham" gumam aya membaca kartu nama tersebut sambil berjalan ke kasir,mengambil alih kembali pekerjaan yang di serahkan kepada lala tadi.
dengan antusias dan perasaan kepo tingkat lanjut nya lala menyambut aya kembali ke kasir
pasalnya selama 2thn kerja bersama lala belum pernah melihat aya di datangi laki laki.
"siapa ayy?pacar lu ya? udah berapa lama? kok nggak di kenalin sih?" dan banyak lagi pertanyaan yang dilontarkan mulut bawel dan otak kepo nya lala.
dengan santainya aya mengusir lala dari kasir yang pada dasarnya lala datang ke kasir atas panggilan aya sendiri.
dengan memutar bolanya malas sambil menghentakkan kaki lala pergi meninggalkan aya yang dengan sengaja mengusirnya
meskipun begitu lala tetap menjadi teman baiknya karna lala tahu aya hanya bergurau
dan aya pun tahu jika lala hanya sekedar bertanya bukan untuk benar benar tahu urusan aya,karena selama ini aya hanya akan bercerita jika dia ingin menceritakannya.
karna bagaimana pun juga teman tetap membutuhkan privasi.
tak terasa waktu jam kerja berlalu aya lala dan zio bersiap untuk pulang ke kandang masing-masing.
"jaran goyang jaran goyang "begitulah suara nyanyian lala yang menggema di dalam toko sambil merapikan sisa pekerjaannya.
__ADS_1
dengan diikutin zio menggoyang kan pinggulnya sambil menyapu agar esok mereka masuk pagi toko tidak terlalu berantakan dan kotor
dan aya sibuk menghitung pemasukan toko hari ini.
"makan malem dulu yok di warung pojokan"
aya dan zio mengangguk kompak.
pasalnya cacing cacing diperut mereka juga sudah ikut bergoyang goyang sejak lala menyanyikan lagu jaran goyang di toko tadi.
mereka makan di warung pecel lele pojokan langganan mereka.
tanpa disadari ada beruang yang diam diam memperhatikan pergerakan mereka.
ya,tuan muda kano masih menyimpan rasa penasaran sejak terjadinya tragedi tabrak tapi tak lari pagi tadi.
kano terus memperhatikan aya dari kejauhan layaknya "cinta pandangan pertama" kata jono sang supir.
sayangnya kano menganggap itu sekedar rasa penasaran belaka,kano belum menyadari cinta pandangan pertamanya atau berpura pura tidak menyadarinya
entahlah hanya kano dan tuhanlah yang tahu.
__ADS_1