
"Assalamu'alaikum a melia punya kabar baik"
Ucap melia melalui pesan whatsapp
Reza: kabar baik apa mel?
Melia: tadi bunda melia habis telepon ayah dinda mamah melia bilang, dinda lagi pengen handphone dan butuh biaya untuk dia masuk sekolah, terus ayah dinda bilang katanya besok dinda mau di kirimkan handphone dan uang untuk dinda.
Reza: wah alhamdulillah deh mel kalau gitu, berarti mamah dinda gak jadi kerja keluar kota?
Melia: mamah dinda tetap kerja a kalau sudah mengurusi surat pindah sekolah dinda,
Reza: ohh gitu terus sekarang dinda dimana mel.
Melia: dinda di rumah nya a, tadi melia habis ke rumah dia kasih tau dia tentang kabar itu, dia seneng banget.
Reza: ohh yaudah mel makasih ya sudah kasih tau aa soal kabar ini.
Melia: iya a sama sama.
Keesokan harinya reza datang kerumah
melia untuk melihat dinda sekaligus membantu registrasi handphone baru dinda, terlihat raut wajah dinda sangat senang karena impian nya mempunyai handphone akhir nya terpenuhi.
Setelah selesai reza pun pulang kerumah, dan di sore harinya saat reza sedang bersantai di kamar sambil bermain handphone, tiba tiba ada pesan masuk di akun Facebook "assalamualaikum" Tulis pesan tersebut
Akun dengan nama Adinda namun foto profil akun tersebut hanya menampilkan wanita bercadar
Lantas reza pun menjawab pesan tersebut:
"Walaikumsalam maaf ini siapa"
"Ini dinda kak" jawab akun tersebut
Dengan sangat gembira akhir nya kini reza dan dinda bisa saling mengabari tanpa batas waktu dan mereka saling bertukar cerita bahkan sampai larut malam
Di suatu waktu reza punya inisiatif ingin membuat nama panggilan spesial untuk dinda
"dinda mau gak kalau kakak kasih nama panggilan untuk dinda, tapi nama ini cuma boleh kakak aja yg panggil ke dinda orang lain jangan di kasih ya" Ucap pesan reza ke dinda
Dan dinda pun membalas: iya kak boleh apa nama nya?
Reza: gimana kalau kakak kasih nama panggilan Dindot?
Dinda: ih gak mau kok Dindot sih :D
Reza: kan nama nya dinda, berarti panggilan nya Dindot,
Dinda: ya gak gitu juga kali :(
Reza: yaudah kalau gak mau Dindot berarti bandot aja :D
__ADS_1
Dinda: ih apaan sih gak mau, yg bagusan dikit apa ih
Reza: apa ya, nda aja kali ya simpel
Dinda: nah iya itu aja bagus tuh :)
Reza: yaudah itu aja, nda kaka mau ngomong sesuatu
Nda: ngomong apa kak?
Reza: nda kok gak mau pakai kerudung kalau main?
Nda: gerah kak kalau main pakai kerudung
Reza: tapi kerudung itu wajib buat wanita, nda pakai ya mulai sekarang kalau keluar rumah.
Nda: ih gak mau gerah ah
Reza: yaudah kalau gitu kakak gak mau bertemu nda lagi
Nda: dih ah ngancam, yaudah nda pakai tapi kalau di rumah gak pakai gpp kan.
Reza: iya gpp kalau di rumah mah kalau keluar aja pakai
Nda: iya kak :)
Nda: kak teh melia panggil kakak aa ya,
Nda: nda juga mau panggil aa aja ah!
Reza: hmm yaudah kalau nda mau gpp
Nda: bener nih?
Reza: iya sayang :)
Nda: iihhhh geliiii
Reza: geli mulu emang kenapa sih gak boleh panggil sayang kan sama adik
Nda: gak boleh lah alay banget
Reza: iya iya nggak,
Seperti itulah isi chattingan mereka, sangat seru dan sering membuat mereka lupa waktu bahkan sampai larut malam.
Beberapa hari kemudian tiba lah saat nya, mamah dinda harus pergi berangkat ke luar kota untuk bekerja, karena telah selesai mengurus surat surat kepindahan sekolah dinda
Pada pagi hari dinda dan melia berkumpul di rumah dinda bahkan juga reza yg ikut hadir menyaksikan kepergian mamah dinda,
hati dinda terasa hancur setelah kehilangan ayah, kini dia harus jauh dari mamah nya, orang yg selama ini selalu menjaganya.
__ADS_1
Di sisi lain saat dinda sedang menangis, reza berada di samping nya untuk terus meberikan semangat dan memberikan motivasi untuk dinda,
"walaupun hidup sendiri nda harus jadi pribadi yg baik, nda jangan khawatir kalau nda butuh bantuan ada aa di sini" Ucap reza kepada dinda
Mendengar perkataan itu mamah dinda yg sedang menunggu jemputan, lantas menghampiri reza dan berkata
"A ibu titip dinda ya tolong jaga dia, kalau nakal marahin aja jangan takut anggap aja dia adik kandung aa sendiri" Ucap mamah dinda kepada reza
Mendengar ucapan itu tidak terasa reza meneteskan airmata, karena dia di percaya untuk menjaga dinda selama mamah dinda bekerja di luar kota,
Jelas beban itu akan terasa berat bagi reza, karena harus menggantikan peran orangtua, dan juga harus bisa berperan layaknya seorang kakak laki laki kepada adik nya untuk dinda,
Tapi menurut reza itu bukan hal yg sulit karena dia memang sudah menganggap dinda sebagai adik kandung nya.
mamah dinda pun pergi berjalan menghampiri mobil yg menjemput nya, serta di iringi tangisan dinda yg sambil berteriak "mamah jangan pergiiii"
Jelas hati orangtua akan sangat teriris mendengar teriakan anak satu satunya yg menahan nya untuk pergi, akan tetapi demi menghidupi dinda mamah dinda harus tetap pergi..
Beberapa jam berlalu setelah kepergian mamah dinda, dinda pun di ajak kerumah melia, dan jarak antara rumah melia dan rumah reza hanya terhalang satu rumah, itu akan membuat dinda dan reza akan semakin sering bertemu.
Malam haripun tiba.
yg biasa nya mereka akan mengaji namun kali ini mereka bertiga memutuskan untuk tidak mengaji, karena dinda masih belum bisa melupakan kesedihan nya setelah di tinggal orangtua nya.
Reza pun berinisiatif memesankan makanan untuk dinda ke bunda melia, karena bunda melia memiliki warung sosis bakar, kebetulan makanan itu adalah makanan kesukaan dinda selain coklat
Setelah pesanan selesai mereka pun makan bersama, dan itu mampu membuat dinda merasa lebih baik,
tidak terasa sudah jam 10 malam reza menyuruh dinda untuk masuk kerumah dan tidur, karena besok dinda harus pergi ke sekolah, dinda masih kelas 6 sekolah dasar.
yg arti nya sebentar lagi dinda akan lulus dan akan pindah ke sekolah SMP bersama melia
Saat reza mendengar sebentar lagi dinda akan lulus sekolah dasar, reza justru merasa sedih
Karena dia tau jika dinda lulus sekolah dasar dan pindah ke sekolah SMP, maka dinda akan bertemu banyak cowok, dan bisa saja dinda akan tertarik pada satu cowok di sekolah nya, kemungkinan besar itu akan membuat nya jauh dari reza.
Pada jam 10 malam guru mengaji reza mengirimkan pesan ke pada reza, yg merupakan undangan untuk menghadiri acara Haul anak nya pada besok malam.
Mendengar kabar itu reza pun mengirim ulang pesan itu kepada dinda dan melia, namun dinda tidak membalas nya karena sudah tertidur,
melia yg melihat pesan dari reza lantas membalas "dia akan memberitahu ke dinda besok pagi agar dinda bisa ikut di acara Haul tersebut"
Pagi hari pun tiba dinda dan melia terbangun dari tidur nya dan bersiap untuk bersekolah, dinda pun mengucapkan selamat pagi kepada reza melalui chat
Akan tetapi reza tidak membalas pesan itu, dinda berfikir mungkin reza masih tidur,
Akhir nya dinda pun pergi berangkat ke sekolah,
Singkat cerita dinda pun pulang dari sekolah, karena dinda masih sekolah SD jadi dinda lebih dulu pulang di banding melia, lantas dinda pun buru buru membuka facebook nya karena dia tau reza pasti sudah menunggunya.
Akan tetapi setelah dinda membuka facebook tidak ada sama sekali pesan dari reza, bahkan pesan yg tadi pagi dinda kirim kepada rega pun belum di balas.
__ADS_1
KEMANA REZA PERGI? LIHAT DI BAB KE 5