
Setelah seharian dinda menunggu kabar reza, akhir nya dinda memutuskan untuk bertanya kepada melia yg kebetulan baru pulang sekolah
"Teh reza kemana ya kok tumben gak ada kabar? " Ucap dinda kepada melia
Melia pun menjawab: mungkin lagi bantu bantu di majlis kali kan nanti malam ada acara Haul
Dinda: ohh iya ya dinda lupa teh
Melia: yaudah jangan banyak pikiran dinda kan baru masuk sekolah nanti malah gak fokus belajar nya
Dinda: iya teh makasih udah perhatian smaa dinda
Melia: makan yuk aku lapar nih kebetulan bunda udah selesai masak lauk
Dinda: ayok teh dinda juga lapar
"Setelah dinda di tinggal mamahnya keluar kota dinda sekarang tinggal bersama di rumah Melia"
Saat sedang makan melia hanya bengong dengan tatapan kosong, hal itu di lihat oleh dinda lantas dinda pun bertanya kepada melia
"Kenapa teh kok bengong aja sih? " Tanya dinda kepada melia
Melia hanya menjawab: gpp din.
Dinda: jujur aja teh, kalau ada apa apa cerita sama dinda jangan di pendam sendiri
Melia: gak kok gpp gk ada masalah apa apa
Dinda: bohong ayolah teh cerita kan teteh udah dinda anggap kakak :(
Melia: tapi aku takut kamu marah din
Dinda: nggak kak dinda gak marah
Melia: pasti kamu marah din aku yakin
Dinda: emang masalah apa si teh dinda penasaran
Melia: aku bingung mau ceritain ini atau nggak takut kamu marah
Dinda: nggak teh janji gak marah emg soal apa si ceritanya
Melia: soal reza din
Dinda: hahh?? Reza kan dia belum ada kabar dari pagi teh
Melia: iya din sebenar nya reza belum ada kabar karena dia lagi jalan sama pacar nya
Dinda: pacar???
Melia: iya dinda
__ADS_1
Dinda: tapi kan a reza gak punya pacar?
Melia: reza udh punya pacar sebelum kenal kamu din dia sudah pacaran lama sama pacarnya, tadi teteh liat dia naik motor berdua dengan pacar nya.
Dinda: teteh serius tapi kenapa dia larang dinda buat dekat sama cowok kenapa dia larang dinda main gak pakai hijab. Kenapa dia gak bilang dari awal kalau dia sudah punya pacar, kalau dinda tahu dari awal dinda gak akan dekatin dia..
Melia: udah jangan nangis ih, maafin teteh din ini salah teteh gak bilang dari awal
"Dinda pun berlari pulang dan mengunci pintu"
Melihat itu melia pun mengejar dinda, melia merasa khawatir takut dinda nekat melakukan hal yg tidak di inginkan
Akan tetapi dinda sudah mengunci pintu rumah nya sehingga membuat melia tidak bisa masuk,
melia mendengar tangisan dinda dari luar, tangisan itu sangat kencang mungkin ini adalah sakit hati yg pertama dinda rasakan di dalam hidup nya
Melia yg mendengar tangisan dinda pun dapat merasakan bagaimana hancur nya hati dinda pada saat itu,
Melia pun terus membujuk dinda agar dinda mau membukakan pintu, singkat cerita dinda mau membukakan pintu rumah nya
Dan Melia terus menasehati nya
"jika kita sakit hati jangan menangis itu akan membuat kita semakin terpuruk" Ucap Melia kepada dinda
Dinda masih enggan menjawab nasehat Melia
Melia: udah jam 3 sore mending kita sholat dulu yuk udh jangan nangis
Meliapun mengiringi dinda dan selesai sholat Melia mengajak dinda membaca Al-Quran agar hati dinda bisa tenang kembali,
Di sisi lain reza yg sudah pulang sejak jam 3 sore terus mengabari dinda namun dinda tidak merespon nya,
Reza sangat khawatir dengan dinda karena sudah seharian dia belum bertemu.
Akhirnya reza memutuskan untuk menuju kerumah Melia ingin bertemu dengan dinda, tapi sesampainya di rumah Melia, reza tidak melihat keberadaan dinda dan Melia, di sana cuma ada ayah Melia.
Lantas reza pun bertanya kepada ayah Melia: permisi pak ada dinda sma Melia nya gak,
Ayah dinda: wah gak tau ya kaya nya gak ada di dalam, soal nya saya juga baru balik kerja
Reza: ohh kirain ada yaudah makasih pak
Reza kembali pulang kerumah, dan terus menelpon dinda berkali-kali akan tetapi dinda tidak mau mengangkat telepon dari reza,
Malam pun tiba karena akan ada acara di majlis tempat reza mengaji, lantas reza pun bersiap untuk berangkat ke tempat tersebut sambil berharap di sana ada dinda
Sesampainya di sana reza melihat ada dinda di tempat biasa dinda duduk, reza merasa lega saat melihat dinda berada di sana lantas reza pun mencoba menghubungi dinda melalui whatsapp,
Reza: nda, nda dari mana tadi aa ke rumah Melia gak ada dinda?
Namun dinda tidak membalas bahkan tidak melihat pesan itu, padahal whatsapp dinda terlihat aktif
__ADS_1
Reza pun menatap ke arah dinda namun dinda terus menundukan pandangannya ke arah handphone begitu juga Melia yg juga sibuk dengan handphone nya
"Tidak seperti biasa saat mereka satu majlis mereka saling bertatap tatapan, namun kali ini berbeda karena dinda sudah sangat kecewa dengan reza"
Acara pun di mulai
Saat di pertengahan acara tiba tiba datang seorang pemuda berpenampilan rapih,
memakai jas serta sarung dan juga memakai masker.
pemuda itu membawa motor KAWASAKI ZX10R jelas suara motor itu membuat jama'ah yg hadir di majlis tersebut melihat ke arah nya, termasuk juga dinda yg menatap pemuda itu.
namun tidak dengan reza karena reza sudah mengenal pemuda itu reza justru menatap ke arah dinda yg sedang melihat pemuda itu, serta dinda memfoto pemuda itu
Atas hal itu reza sangat kesal dan merasa cemburu karena dari tadi reza di cuekin dinda tetapi saat pemuda itu datang justru dia malah memfotonya,
Akhir nya reza spam chat ke dinda yg membuat dinda kesal dan akhir nya dinda pun membalas chat reza
Dinda: apaan sih rese banget
Reza: lagian dari tadi gak di balas
Dinda: oh iya sory, btw punya nomor cowok itu gak yg baru datang
Reza: maksud nya apa'an
Dinda: minta nomor cowok yg baru datang naik moge
Reza: oh itu si bram, ngapain minta nomor dia buat apa?
Dinda: pengen kenal aja emang gak boleh?
Reza: gak jangan sama dia, anak gk bener dia
Dinda: oh yaudah kalau gak di kasi nanti aku minta sendiri ke orang nya
Reza: dinda ayolah jangan kayak gitu kan aa udah ajarin jangan mudah dekat dengan cowok
Dinda: apaan sih ngatur ngatur situ aja punya pacar masa saya nggak boleh
Reza: ya tapi jangan sama dia, aa tau dia siapa, aa kenal dia udah lama
Dinda tidak membalas lagi pesan tersebut, selesai acara reza mencoba menghampiri dinda namun dinda langsung pergi dengan terburu-buru
Dalam hati reza berkata
"aa salah nda aa tahu dinda pasti marah setelah dinda tahu aa sudah punya pacar, tapi aa gak bermaksud menyakiti hati dinda,
dari awal aa sudah bilang, aa hanya ingin menjadi kakak angkat dinda mangka nya aa gak pernah nembak dinda jadi pacar aa"
BAGAIMANA SELANJUTNYA HUBUNGAN MEREKA
__ADS_1
LANJUTKAN DI BAB KE 6