
3 Jam dokter menjalankan tugasnya di dalam kamar Asmi. muka cemas dari keluarga sangat terpampang nyata..
alga sedari tadi selalu meneteskan air matanya mendapat perhatian dari ayah ibu dari Asmi.
**Kenapa dia menangis.. ini semua gara gara dia asmi jadi gini kan yahh.. ucap ibu armi
bu.. ibu nggk boleh gitu sama alga. ibu kan tau dia anak yang sangat di sayangi oleh asmi.. tambah ayah andika**
Tak lama kemudian dokter keluar menemui keluarga pasien..
**keluarga pasien..
iyya dokk. saya ibunya
bisa kita bicara di ruanganku sebentar... ucap dokter**
setelah sampai di ruangan dokter tersebut wajah dokter itu seakan ragu menanyakannya
maafkan kami bu kalau kami lancang tapii... ucapan dokter tersebut terhenti..
**katakanlah dokter.. jangan buat kami khawatir begini... kata papi aqram
begini pak.. apakah bapak dan ibu tau kalau pasien tersebut sedang mengandung??.. ucap dokter itu terbata bata
kami tau. kemarin terjadi sedikit kecelakaan di keluarga kami.... ucap mama armi
rencananya kami akan melalukan pengguguran kandungan. tapi malah terjadi hal yang seperti ini.. ucap ayah andika
mohon maaf bu pasien sepertinya tidak bisa melakukan operasi karena pasien mudah syok dan itu bisa meningkatkan aliran darahnya terlalu cepat dan jantungnya bisa terganggu... lanjut dokter itu
tolong kami dokter anak kami masih SMP masih sangat muda apalagi ayah dari janinnya tidak bisa menikahi anak kami karena usia mereka masih mudah.. ucap mama armi**
arga merasa ada yang mengacak acak perasaannya mendengar penuturan ibu armi rasanya dia marah tapi.. ntahlah saat itu alga sangat bingung..
tapi buu ini sangat berbahaya bagi pasien..
lakukanlah dokter kami tak ingin menannggung malu.. ucap ayah andika
keluarga aqram hanya bisa terdiam dia merasa sangat kasihan pada keluarga andika akan tetapi sisi lain masa depan anakknya lebih penting.. ibu asya hanya bisa menangis mendengar penuturan dokter. bagaimana pun asmi adalah anak yang sudah mencuri hatinya sejak ketemu dengannya..
maafkan tante nak tak bisa membantumu.. **ucap bu asya lirih sambil terisak
sudahlah bu kita keluarga terpandang kita bisa bayar semua agar semuanya lancar..ucap papi aqram**
jederrrrrrr....
hati ibu armi tersayat mendengar kata kata itu dia berusaha menahannya dan mendekati
**pak aqram yang terhormat dan ibu asya terhormat. kamk tak butuh uang anda tinggalkan tempat ini kami bisa mengurus asmi tanpa bantuan bedebahh seperti kalian.. kata bu armi seraya berteriak
pergii kalian bedebah...
__ADS_1
buu sabar buu.. ucap ayah andika**
**lancang sekali anda mengatakan saya bedebah saya bisa menuntut kamu loh yah.. tegas pak aqram
hukum terkadang buta dan tuli pak tapi Allah tak pernah buta dan tuli untuk hambanya yang memohon bantuannya.. apa anda dengar yg saya katakan tinggalkan tempat ini.. bentak bu armi**
**cukupp semuanya cukup.. apa kalian tak mengerti asmi sedang berjuang di sana kenapa kalian berdebat.hikksss.. ucap alga sambil menangis
alga apa apaan kamu ini kenapa kamu menangisi perempuan hina itu.. tegas pak aqram dengan wajah merah padam
cukuuppp piihh cukupp.. wanita yang papiih hina itu adalah ibu dari anakku. dia mengandung anakku pihh. apa papi dengar itu teriak alga
algaaa kamuuu benner bener.... pak aqram sangat marah
Dok lakukan yang terbaik untuk calon istriku dan jangan lakukan aborsi pada anakku.. apa kau dengar itu dokterr.. teriak alga
baik pak**..
alga sangat marah saat itu dia bahkan tak bisa mengatur nafasnya dengan emosi yang tinggi.. entah keberanian apa yang dia miliki sehingga bisa melawan papinya seperti itu bahkan selama ini dia tak pernah membangkang pada ayahnya hingga ayahnya selalu membangga banggakannya tapi hari ini pertama kali dia membantah papinya..
**ada apa dengan perasaanku ini kenapa aku tidak ingin asmi lakukan aborsi... gerutu alga
algaaaaa...
miii.. hikss hiksss
lohh kok nangis sih sayang.. ucap mami asya
bu armi yang melihat pemandangan itu merasa tersentuh dengan ucapan alga.. akhirnya perasaannya tak salah. alga memang anak yg baik hanya saja keraguannya terlalu tinggi..
terima kasih nak alga.. ucap bu armi dalam hati
2 hari telah berlalu setelah operasi kecil pada kaki asmi. namun tak ada tanda tanda asmi akan sadarkan diri
alga mendekati bangsal tempat asmi berbaring. sembari mengucap kepala asmi dengan lembut.
**inikah perempuan yang sangat mencintaiku?? inikah perempuan selalu berkorban untukku? dia bahkan rela mari untukku sedangkan aku.. akuuu.. hiksssss hiksss..
gaaa...
kamu sudah sadar... alga memeluk erat tubuh kecil asmi**..
**apa ini kenapa dia memelukku.. asmi bingung
akhirnya kamu bangun. terima kasih karena sudah berjuang terima kasih karena sudah kembali.. ucap alga sembari menangis...
aku nggk apa apa kok gaa.. ucap asmi menghapus air mata alga**
tanpa mereka sadari ada 2 pasang mata yang memperhartikan mereka di balik pintu.. yah mami asya dan ibu armi. mereka tampak senang melihat anak2 mereka
**aku senang alga mau bertanggung jawab atas perbuatannya.. ucapk mami asya
__ADS_1
maksud ibu? ibu armi bingung**
bu asya tersenyummm sambil bercerita
#flashback on
buu aku mau menikahi asmi. ucap alga
apaaa kamu sudah gila yah gaa kamu mau nikah dengan anak miskin itu.. ucap papi aqram
cukup pahh wanita itu sudah menyelamatkan nyawa alga.. dia tak memikirkan keadaannya demi diriku pihh wanita itu mencintaiku.. teriak alga
tidak.. papi tidak akan mengijinkanmu menikah dengan anak miskin itu.. tegas papi aqram
setuju atau tidak aku akan tetep menikahinya. ingat pi dalam perut asmi ada cucu papi sendiri darah dagingku piihh.. lanjut alga dengan nada tak kalah kerasnya
algaaaaa...
aku tetep akan menikahi dia pi, titikkk
mii setelah asmi sadar urus resepsi nikahanku. alga menghampiri ibunya
apa kamu yakin nak?? bagaimana dengan sekolah kalian? dan apa kamu mencintai asmi nak??
mii aku yakin mihh. aku tidak tau apa aku mencintainya atau tidak tapi cinta asmi ke aku itu sudah cukup dalam keluarga kami nanti.. ucap alga meyakinkann alga
papi tetep nggk setuju kalian menikah.. lanjut papi aqram
terserah papi. pokkoknya alga tetep akan menikahi asmi
baiklah kalo kamu mau nikah sama anak itu papi tidak akan memberi mu uang sepeserpun kamu urus sendiri hidupmu dan anak istrimu papi tidak mau ikut campur.. tegas papi aqram..
pii jangan gitu dong kasian alga pii.. ibu asya memelas
tidak mii alga sudah keterlaluan mau jadi apa dia menikah muda dengan sekolah yang tidak selesai.. ucap papi aqram
tapi pii bagaimana alga pii..
alga hanya diam mendengar semuanya tampak alga sedang berfikir keras untuk mengambil keputusan..
semangat terus readerssππ
maaf yah baru up soalnya sibuk kuliah dan kerjaan jugaπ£π£
tetep like, vote and coment yah sahabat pembaca..
bagaimana kelanjutannya...
terus baca yah
ππππππππππ
__ADS_1