
Shalat Maghrib pun sudah ku laksanakan tepat waktu. Dengan berbekal keyakinan dan niat setelah shalat maghrib, akupun bergegaas menuju ke laptop untuk melanjutkan aktivitas ku untuk mengerjakan pesanan bumper dari beberapa klien dan salah satu diantara mereka harus segera selesai dalam wktu esok hari.
Ku bergegas menuju ruang kerjaku dengan membawa handphone yang tadi ku bawa. Dan saat ini pun, handphone tersebut masih ku pakai dalam mode panggilan pesawat karena ingin fokus ibadah shalat maghrib. Tetapi pikiranku bermain disini
“ kenapa tadi tidak aku simpan hapeku di dekat laptop yah sekalian hapeku dichas disana biar ga ngedrop banget. Kan sayang gitu hape ga dichas, mana lagi baterenya udah merah banget. Bisa ga yah aku ngelive pake hape lowbat begini? “ gumamku dalam hati
Ku melangkahkan kakiku menuju ruang kerjaku. Langkah demi Langkah jalan ini ku susuri untuk sampai ke ruang kerjaku dan sudah ada laptop yang menungguku untuk segera ku kerjakan beberapa karya Voice Over deadline besok hari.
Pasti ada pertanyaan yang terbesit. Sales mobil ga dikerjakan ? atau memang lagi focus didunia voice over? Atau sepeti apa? Benar tidak? Hmmm pasti aka nada pertanyaan semacam itu. Hehe mungkin ini seperti distorsi dalam kehidupan yang dimana pekerjaan utama yang dikesampingkan demi kerjaan sampingan. Pada dasarnya, bukannya pekerjaan utama harus diutamakan daripada pekerjaan sampingan yah?
Menurut beberapa orang, cintailah pekerjaanmu, maka kamu akan dicintai pekerjaanmu, Sukai pekerjaanmu maka kamu akan disukai oleh pekerjaan kamu.
Disinilah jawaban aku sudah muncul. Saya mecintai pekerjaan sampingan saya daripada saya mencintai pekerjaan utama saya sebagai sales marketing penjualan mobil. Apakah saya tidak mencintai pekerjaan itu karena pekerjaan itu tidak sehat untuk aku ? atau lingkungannya tidak baik? Atau seperti apa? Disini pun saya masih bertanya dalam diri saya pribadi seperti apa jawabannya? Namun yang jelas, ada beberapa faktor yang menjadikan saya memilih dunia voice over dalam pekerjaan yang saya geluti walau itu pekerjaan sampingan
Kenapa saya menyukai dunia voice over ? dunia ini benar – benar ramah untuk ku singgahi dan geluti sebagai dunia pekerjaan. Karena apa? Disamping mengisi suara voice over, kita juga bisa belajar mengenai pembuatan script baik untuk voice over iklan, narasi, audiobook, dan lain sebagainya. Dan dunia voice over ini pula, kita diasah untuk bisa mempersiapkan diri untuk terjun di dunia broadcasting dan entertainment, seperti contohnya desta dan Vincent. Mereka berdua adalah satu artis entertainment yang berawal dari dunia voice over di dunia radio announcer. Mereka adalah penyiar radio kondang di Jakarta. Dan aku bercita – cita ingin menjadi seperti beliau yang sukses dari dunia voice over dan menekuni di bidang entertainment
Aku terinspirasi dari salah satu voice over professional yang sudah malang melintang di dunia voice over. Salah satunya adalah bimo kusumo yang sering kita jumpai suara suaranya di Iklan – iklan di tivi atau radio. Suara Bimo Kusumo sangatlah berkarakter dan unik untuk di jadikan produk suara ( voice over ) seperti iklan, narrator maupun Teknik public speaking. Dari sana, aku belajar untuk bisa menjadi voice over professional.
Teknikal voice over yang saya pelajari dari kehidupan saya saat ini adalah dengan belajar melalui Teknik voice over. Voice over adalah tehnik produksi di mana suara (bukan bagian dari sebuah narasi) digunakan di radio, televisi, pembuatan film atau lainnya. Voice over atau pengisi suara atau dubber dapat dilakukan oleh seseorang yang professional atau oleh orang awam atau bahkan dilakukan oleh agensi voice over.
Tehnik Voice over atau pengisi suara atau dubber paling sering kita jumpai dalam film-film animasi. Selain untuk mengisi suara pada tokoh yang ada didalam film animasi tersebut, Voice over atau pengisi suara atau duber juga berfungsi untuk memperkuat karakter tokoh dalam animasi tersebut. Jadi bisa dikatakan pemilihan tipe suara aktor/talent Voice over atau pengisi suara atau dubber berpengaruh pada tokoh tersebut.
__ADS_1
Selain diterapkan dalam dunia hiburan (film, drama radio, dll), Voice over atau pengisi suara atau dubber juga banyak diterapkan di dunia jurnalistik. Semisal dalam sebuah berita di televisi sedang menampilkan video sebuah kejadian dan disertai suara reporter yang berusaha menjelaskan tentang kejadian tersebut. Dengan adanya suara reporter tersebut, maka berita tentang kejadian itu akan menjadi lebih jelas. Seperti dimana kejadian tersebut atau kapan kejadian terbesut terjadi.
Bidang periklanan juga menerapkan tehnik Voice over atau pengisi suara atau dubber. Pertama kali yang menerapkannya adalah radio, yang kemudian disusul oleh televisi. Pada saat sebelum ada tehnik rekaman dan sound efek popular. Iklan diproduksi secara langsung dan dilakukan secara bersama seluruh talent Voice over atau pengisi suara atau dubber dan diiringi oleh orchestra.
Selain yang telah disebutkan tadi, Voice over atau pengisi suara atau dubber juga banyak digunakan dalam bidang-bidang lain. Semisal, jasa terjemahan, perkantoran, video instruksional, audiobook dan lain-lain. Di luar negeri, Voice over atau pengisi suara atau dubber sudah menjadi sebuah industri yang sangat menjanjikan bagi pelakunya. Tetapi di Indonesia Voice over atau pengisi suara atau dubbing masih belum bisa dianggap sebagai pekerjaan yang layak. Bahkan tidak semua orang tahu apa itu Voice over atau pengisi suara atau dubber.
Disini juga, kita juga mendalami tentang dunia dubber atau pengisi suara. Tetapi, ada perbedaan antara dunia dubber dengan voice over. Sama-sama masuk dalam kategori sulih suara, voice over dan dubbing itu ibarat dua sisi dalam satu koin yang sama. Memang, sama-sama mengandalkan suara, tapi dubbing dan voice over ini tetap saja memiliki perbedaan.
Voice over itu?
Dalam beberapa sumber dalam laman khusus soal industri sulih suara, seperti Future Trans menjelaskan bahwa voice over mengacu pada teknik produksi di mana suara akan terpisah dari adegan film atau radio. Naskah atau teksnya diterjemahkan dan direkam oleh artis pengisi suara atau narator yang tidak tampil di layar.
Konten visual semacam ini membutuhkan voice over karena ada sedikit penekanan pada nuansa nada dan emosi. Voice over berfungsi dengan baik untuk konten yang lebih kecil seperti rekaman dari lapangan, atau konferensi di mana voice over dilakukan oleh penerjemah langsung.
Menurut Tisa Julianti, seorang dubber dan voice over profesional pun membedakan voice over dan dubbing dari segi produksinya. Biasanya proyek-proyek voice over yang ia kerjakan meliputi sulih suara untuk iklan atau company profile dengan durasi yang tidak lama.
“Kalau voice over iklan itu cuma 1 menit, paling lama 5 menit untuk company profile. Tapi, dua-duanya (dubbing dan voice over) sama saja. Sama-sama acting, kita berperan sebagai orang lain, memakai jasa suara juga,” ini adalah kutipan mbak tisa Julianti yang saya ingat
lalu untuk dubbing sendiri bedanya apa?
Masih dalam laman yang sama, dubbing dijelaskan jauh lebih aktif. Dubbing, juga dikenal sebagai penggantian bahasa (language replacement), menggantikan bahasa target dengan setiap orang yang muncul di layar. Layanan sulih suara direkam oleh aktor suara profesional yang meniru ekspresi, nada dan sinkronisasi bibir aktor di layar, tetapi dalam bahasa yang berbeda.
__ADS_1
Dalam hal ini mungkin kalau kamu sering nonton kartun anime atau serial televisi India yang datang ke Indonesia dengan bahasa asli, namun disajikan ke televisi dengan suara berbahasa Indonesia untuk setiap tokoh yang ada.
Sebelum perusahaan sulih suara melakukan dubbing, skrip dan dialog perlu diterjemahkan ke dalam bahasa yang diinginkan. Ini bisa rumit karena pilihan kata harus menyampaikan pesan dalam kerangka waktu yang sama.
Dubbing menggabungkan nada suara, dialek, kata, emosi, nuansa, dan aksen untuk menyampaikan pesan yang lebih kaya. Ini digunakan oleh industri hiburan untuk film, film dan video pertunjukan untuk menangkap maksud konten asli.
Tisa sendiri mengartikan dubbing lebih untuk proyek-proyek film atau berseri. Ia kerap mengerjakan dubbing untuk serial televisi India, Korea, juga film Disney Princess.
Kalau dubber itu biasanya makan waktu lebih panjang karena episodenya lebih banyak, waktu durasi filmnya juga lebih panjang, bisa satu jam bisa 30 menit. Kita akan mengisi beberapa karakter dalam satu film.
Kalua dunia radio broadcasting?...
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Hallo semuanya. Selamat datang di karyaku ini. Semoga kamu terhibur dan menyukai karyaku ini 😊🤗
Oh iya, Mohon bantuan sebelumnya. setelah membaca cerita kami, Kaka boleh titipkan saran dan kritik Kaka di kolom komentar ini 🤗 dan Kaka juga boleh memberikan likenya. karena like itu bisa memberikan saya semangat dan energi baru.
Terimakasih banyak atas kedatangan anda 🤗 Sehat selalu dan sukses ya
💖
__ADS_1