
beberapa hari sebelum acara tunangan arsya.
arsya dan ivana mempersiapkan untuk tunangan tersebut.arsya agak sedikit sibuk di karenakan bentar lagi acara tunangan dia di tambah di kantor dia harus mengawasi kantor baru yang akan di bangun di kota xx.setelah selesai pekerjaannya arsya menjemput ivana di rumahnya untuk mengajak belanja persiapan tunangan mereka.
"siang tante Ani,,,,ivana ada,,,,????"
"ada arsya,,,,,kamu ini gimana sih arsya bentar lagi saya ini jadi ibu mertua kamu lhooo kok masih canggung aja manggilnya Tante,,,,!!!!"
"belum terbiasa tan,,,,"
"harus di biasanya dari sekarang panggil mama,,,,!!!"
"baik tan,,,ehh mama,,,,"
"ya boleh lah,,,,ivana,,,,!!!!! arsya sudah datang,,,,"
dari dalam kamar
"iya ma,,,,"
arsya yang sedang menunggu ivana keluar,ada yang gedor pintu ruang tamu dan langsung masuk ternyata itu adiknya ivana,,,tidak lain tidak bukan viola.sambil memandang arsya viola agak bingung.
"kak arsya ya,,,,????"
"iya,,,,masa lupa????"
"gak lupa sih cuma sedikit beda sama pertama kita bertemu kak,,,,kak arsya ngapain ke rumah viola,,,???"
"jemput kak ivana,,,,viola,,,,"
"ngapain jemput kak ivana,,,,kak ivana bukan anak kecil kak arsya,,,, jangan suka di manjain,,,,"
dari samping ivana langsung lari kecil menuju adiknya dan di bekap itu mulut adiknya,,,,
"apa apaan sih kak ivana,,,sakit tau,,,,"
"viola,,,,bukannya kasih salam mala ngoceh aja,,,buruan masuk kamar,,,"
"kenapa jadi kakak yang ngatur ngatur,,,,,lagian kak ivana tumben sih di rumah terus,,,bukannya berangkat kuliah,,,,"
"berisik,,,,,,anak kecil ikut campur aja urusan orang dewasa,,,,sudah masuk sana ke kamar,,,"
sambil berlalu meninggalkan ivana dan arsya,viola meledek kakaknya.ivana pun pamit sama mamanya.
ivana dan arsya pun berangkat bersama untuk belanja keperluan tunangan mereka,salah satunya adalah cincin tunangan .
sesampainya di mall mereka langsung ke toko baju pesta yang sudah di pesan oleh arsya tinggal ivana memilih mau pakai gaun apa,sambil menunggu di kursi yang sudah di siapkan arsya duduk santai.sedangkan ivana mencoba baju yang di pilihkan pelayan untuknya.
"mas arsya,,,,ini cocok gak,,????"
__ADS_1
"terlalu biasa,,,,buat kamu juga kurang anggun ivana,,,,"
"kalau yang ini,,,,???"
"warnanya terlalu tua,,,,kurang cocok sama kemeja aku ivana,,,,"
beberapa kali ivana mencoba gaun yang di berikan pelayan untuknya.dan jawaban dari arsya selalu kurang puas,,,
membuat ivana sudah mulai gusar dan lelah sama arsya.
kenapa sih cowok ribet banget,,,ini kurang cocok lah,ini kurang anggun lah,ini kurang cantik lah,,,
sabar,,,sabar,,,hadapi calon suami.
untuk ke sekian kalinya baru arsya merasa cocok di hatinya dan dia sudah pilih gaun dan sepatunya,,,,
tinggal memilih cincin yang akan di siapkan untuk pertunangan nya nanti.
"apa lagi yang kamu mau belanja ivana,,,,"
"apa ya mas,,,,ivana rasa semuanya sudah siap tinggal cincin tunangan kita,,,,"
"kita tinggal ke golden jewelry,,,,aku sudah pesan beberapa cincin di sana,,,nanti kita tinggal pilih,,,,"
"baik mas arsya,,,,"
"pak arsya ini pilihan perhiasannya,,,silakan di pilih mana yang cocok buat pak arsya,,,,"
"terima kasih saya akan pilih bersama calon istri saya,,,,"
ivana dan arsya pun memilih cincin di jari mereka ada yang cincinnya sangat besar sekali permata nya,tapi ivana gak setuju.karena tidak nyaman sekali kalau cincin nya terlalu mencolok.
"ini bagus ivana,,,,kamu pasti suka,,,,"
"mas,,, ivana yang pakai kan,,,,biar ivana yang pilih ya,,,,"
"jangan lupa kalau aku juga ikut memakainya,,,,"
"iya,,,,"
mereka pun tersenyum bersamaan,sepertinya mereka berdua berantusias atas tunangan mereka berdua.dan cincinnya pun jatuh pilihan yang sedang dan hanya ada permata kecil.ivana ingin nyaman saja memakai setiap hari cincinnya.
...----------------...
pertemuan yang tak terduga
arsya dan ivana setelah belanja mereka makan dulu di restoran yang ada di mall tersebut.sebelum balik mengantarkan ivana ke rumahnya.
"kamu mau makan di sini,,,,???"
__ADS_1
"boleh,,,,,aku ikut mas Arsya aja,,,,"
saat mereka mencari cari duduk yang kosong,akhirnya mata mereka tertuju meja di tengah yang kosong.ivana dan arsya pun duduk bersama di meja tersebut.tak berapa lama pelayan pun menghampiri meja ivana dan arsya.mereka memilih menu makan yang mereka minati dan saat sudah selesai mereka mengobrol dulu.tak di sangka di restoran tersebut ada Natasya dan Kevin lagi makan bersama di restoran tersebut.natasya pun menghampiri arsya yang sedang mengobrol bahagia.
"owhhh jadi gini kamu arsya,,,,kamu menuduh aku selingkuh,,,,sedangkan kamu ini apa,,,,"
"Natasya,,,, kenapa kamu bisa di sini,,,,!!"
"di sini kata kamu,,,,harusnya aku yang bertanya kenapa kamu bisa di sini sama cewek lain,,,,"
"kamu jangan bikin keributan di tempat umum Natasya,,,,,"
"kamu yang memulai arsya,,,,aku tidak terima kamu putusin aku begitu saja,,,,"
"hebat sekali kamu nat,,,, membolak-balik kan fakta,,,,aku gak mau ribut sama kamu ya,,,,lebih baik kamu pergi,,,,,"
ivana pun mulai risih dengan sikap Natasya.akhirnya ivana melerai mereka berdua agar tidak bertengkar di muka umum.
"sudah mas arsya,,,,apa kita pergi aja,,,,"
"diam kamu pelakor,,,,kamu gak berhak bicara di sini,,,,"
"tutup mulut anda ya mbak,,,dari tadi saya sudah cukup diam dengan sikap anda,,,,"
"kenyataan nya emang begitu kak,,,kamu pelakor,,,,lebih baik kamu tinggalkan pacar aku,,,,"
"saya calon istrinya dan bentar lagi kami akan menikah,,,,"
"apa,,,,apa benar arsya,,,,kamu gak bisa perlakukan aku seperti ini arsya,,,,"
"kenapa tidak bisa,,,,tuh hak aku menikah dengan siap,,,,,"
"selama ini aku bertahan denganmu arsya,,,,agar kamu mau menikah dengan ku,,,,tapi apa kenyataannya kamu baru mengenal nya dan sudah mengajak menikah,,,,kamu anggap aku apa,,,,"
"kamu pikir aja sendiri,,,,,apa yang kamu perbuat terhadapku,,,,kamu bersenang senang dengan cowok itu,,,,kamu menikmati uang aku dengan cowok itu,,,,dan sekarang kamu mintak di nikahin,,,,enak banget ya hidupmu,,,,"
sambil menggandeng arsya yang sudah marah besar,ivana menarik dan menjauhkan arsya dari hadapan Natasya. ivana langsung ke kasir mintak di bungkus dan langsung membayarnya.pergilah ivana dan arsya meninggalkan restoran tersebut dengan Natasya yang masih marah.
"mas arsya,,,,harusnya tadi bisa lebih sabar mas,,,,"
"aku sudah muak banget lihat muka dia ivana,,,,,di tambah dia mala menyalakan aku,,,,"
"iya aku ngerti mas,,,,tapi seharusnya kamu bisa bersikap lebih dewasa aja,,,,"
"iya maafin aku ya,,,,"
"iya,,,,"
mereka pun pergi menuju parkiran mobil dan pulang mengantarkan ivana.meskipun gak bisa makan bersama.tapi sudah cukup puas karena kebutuhan buat tunangan pun selesai.
__ADS_1