
Angin sepoi-sepoi berhembus di kota kecil itu, mengusik daun-daun pohon yang menghijau.
Kedai kopi kecil bernama"KOPI BINTANG"
Terletak di jantung kota. Dengan suasana yang hangat dan kenyamanan yang tak tertandingi,
kedai ini menjadi tempat favorit bagi banyak orang untuk melepaskan penat dan menikmati secangkir kopi yang harum.
Di sudut kedai, seorang pria muda bernama Ethan duduk sendirian di meja kecil.
Dengan mata yang terfokus pada laptopnya, ia merangkai kata-kata untuk novel pertamanya. Namun, pandangannya terus teralihkan pada seorang wanita yang duduk di meja sebelahnya.
"Wanita itu, bernama Sarah"
Tengah menyeruput kopi dengan pelan sambil membolak-balikkan halaman buku yang sedang dibacanya. Rambutnya yang cokelat tergerai lembut, dan senyumnya menghiasi wajahnya yang cantik. Ethan tidak dapat mengalihkan pandangannya darinya.
Dengan hati yang berdebar, Ethan akhirnya memutuskan untuk mengambil keberanian dan menghampiri Sarah. Ia berjalan pelan-pelan, berusaha menenangkan dirinya sendiri. Saat ia sampai di meja Sarah, dia tersenyum lembut.
"Hai, maaf mengganggu. Nama saya Ethan.
__ADS_1
Apakah saya boleh bergabung denganmu?"
Ucap Ethan dengan canggung.
Sarah terkejut, namun senyumannya muncul dengan hangat.
"Tentu, silakan duduk. Saya Sarah,"
balas Sarah dengan suara lembut.
Ethan duduk di kursi yang kosong di hadapan Sarah, menatapnya dengan pandangan yang penuh kagum. Mereka mulai berbincang-bincang,
Mereka berbagi minat yang sama terhadap sastra dan seni. Ethan mengungkapkan impian untuk menjadi penulis terkenal, sementara Sarah berbagi tentang keinginannya untuk menjadi seorang pelukis. Kedekatan mereka semakin terasa setiap menit yang berlalu.
Sementara itu, aroma kopi yang harum dan suara gemerisik cangkir-cangkir yang bersentuhan mengiringi perjalanan pertemuan mereka.
Kopi Bintang menjadi saksi bisu dari cerita cinta yang sedang merekah di antara dua jiwa yang saling terikat.
Jam terus berlalu, dan Ethan dan Sarah semakin tak ingin berpisah. Mereka mengobrol hingga malam tiba, saling tertawa dan mengenal satu sama lain dengan lebih dalam.
__ADS_1
Dalam hati, Ethan menyadari bahwa dia sudah menemukan seseorang yang istimewa, seseorang yang mungkin akan merubah hidupnya selamanya.
Akhirnya, saat lampu kedai kopi mulai redup dan pemilik kedai mengumumkan bahwa mereka harus tutup, Ethan dan Sarah menyadari bahwa mereka harus pulang. Namun, sebelum berpisah, Ethan menggenggam tangan Sarah dengan lembut.
"Sarah, pertemuan kita di sini adalah takdir. Apakah kau mau melanjutkan perjalanan ini bersamaku?"
tanya Ethan dengan nada berdebar.
Sarah tersenyum, matanya berbinar penuh harapan.
"Ya, Ethan. Aku ingin melanjutkan perjalanan ini bersamamu."
Dalam suka cita, mereka berjalan keluar dari kedai kopi menuju malam yang gelap, tetapi penuh harapan. Mereka tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya, tetapi mereka tahu bahwa kisah cinta mereka akan terus berkembang, dan Kedai Kopi Bintang akan menjadi saksi bisu dari ikatan mereka yang semakin kuat.
EPISODE 1: berakhir dengan Ethan dan Sarah berjalan berpegangan tangan, melanjutkan perjalanan hidup mereka dengan keyakinan dan harapan di hati. Di balik mereka, Kedai Kopi Bintang menghadirkan keajaiban cinta yang abadi, dan di hadapan mereka, cerita cinta mereka yang indah masih terus bergulir.
~Terima kasih sudah membaca novel ini~
__ADS_1
o o o o