Cinta Di Kedai Kopi

Cinta Di Kedai Kopi
Mencapai mimpi bersama


__ADS_3

Ethan dan Sarah, setelah berhasil menerbitkan novel mereka, merasakan euforia dan kebahagiaan yang luar biasa. Kisah cinta mereka yang terinspirasi di Kedai Kopi Bintang telah menemukan jalan ke hati pembaca di seluruh negeri. Tepukan Kopi menjadi buku terlaris dan mereka berdua menjadi penulis yang diakui oleh banyak orang.


Namun, di balik keberhasilan yang mereka raih, Ethan dan Sarah tetap rendah hati dan tidak melupakan akar dari perjalanan mereka. Mereka memutuskan untuk kembali ke Kedai Kopi Bintang untuk merayakan pencapaian mereka dan mengenang awal dari semua ini.


Kedai itu masih sama seperti dulu. Aroma kopi yang harum mengisi udara, cangkir-cangkir berjejer rapi di atas meja-meja kayu, dan suasana hangat yang mengundang. Ethan dan Sarah duduk di meja favorit mereka, dengan senyum lebar di wajah mereka.


"Siapa sangka, kita bisa mencapai ini bersama," ujar Sarah, matanya berbinar.


Ethan menggenggam tangan Sarah dengan lembut. "Kau adalah sumber inspirasiku, dan aku tidak akan bisa melakukannya tanpamu."

__ADS_1


Keduanya menyeruput kopi, menikmati momen tersebut dalam keheningan yang nyaman. Suasana di kedai begitu akrab, seakan-akan mengatakan bahwa ini adalah tempat mereka yang sejati.


Tiba-tiba, pemilik Kedai Kopi Bintang, Mr. Johnson, datang menghampiri mereka dengan senyum ramah. "Selamat atas kesuksesan kalian berdua! Kedai ini begitu bangga menjadi bagian dari kisah cinta dan prestasi kalian."


Ethan dan Sarah tersenyum, berterima kasih kepada Mr. Johnson atas dukungannya sepanjang perjalanan mereka. Mereka mengetahui bahwa tanpa Kedai Kopi Bintang, kisah cinta mereka mungkin tidak akan seindah ini.


Kemudian, seorang wanita muda yang duduk di meja sebelah mereka memperhatikan Ethan dan Sarah dengan tatapan penuh kagum. Dia mendekati mereka dengan hati-hati.


Ethan dan Sarah mengangguk ramah, mengundangnya untuk duduk bersama mereka.

__ADS_1


"Saya adalah seorang penulis pemula, dan cerita cinta kalian telah menginspirasi saya. Bisakah kalian memberikan beberapa saran?" ucapnya dengan penuh kekaguman.


Ethan dan Sarah saling berpandangan, lalu tersenyum. Mereka merasa terhormat bisa membagikan pengalaman mereka dan memberikan dorongan pada penulis lain.


"Mimpi-mimpi itu layak diperjuangkan," kata Ethan dengan tulus. "Jika kita mengikuti hati kita, kita bisa mencapai hal-hal yang tak terduga."


Sarah menambahkan, "Dan jangan lupakan tempat-tempat yang memberimu inspirasi. Kedai Kopi Bintang telah memberikan kami keajaiban dan mempengaruhi kisah cinta kami. Mungkin ada tempat yang sama untukmu juga."


Wanita itu tersenyum berterima kasih dan mencatat setiap kata yang diucapkan oleh Ethan dan Sarah. Mereka bertiga terus berbincang dan berbagi pengalaman, membentuk ikatan yang kuat di antara mereka.

__ADS_1


Bab 3 berakhir dengan Ethan, Sarah, dan wanita itu, yang bernama Emma, duduk bersama di Kedai Kopi Bintang. Mereka menghabiskan waktu berjam-jam, berbagi cerita dan mendorong satu sama lain untuk mencapai mimpi mereka. Semangat cinta, keberanian, dan keajaiban Kedai Kopi Bintang terus hidup di dalam hati mereka, memberi inspirasi kepada mereka dan siapa pun yang berani mempercayai mimpi mereka.


Z z z z z z z z z z z z z z z z z z z z z z z z z z z z z z z z z z z z..


__ADS_2