Cinta Di Sepertiga Malam

Cinta Di Sepertiga Malam
Buah jatuh tak jauh dari pohonnya.


__ADS_3

⚠️Buat para reders tercinta , goyang in sedikit itu jempol nya , bair author semangat nulisnya πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸŒΉπŸŒΉπŸŒΉπŸŒΉβ˜•β˜•β˜•β˜•πŸ’ŒπŸ’ŒπŸ’ŒπŸ’ŒπŸ’Œ


Cusss lanjut ngehalu bareng .....πŸ’ƒπŸ’ƒπŸ’ƒ


"Assalamualaikum ..... Abah , Umi ". Ucap Adiba dan Amalia , sambil mencium tangan Abah dan Umi.


"Wa'alaikum salam....... udah siap?". Sahut sang umi.


"Udah mi....".


"Ya udah yuk kita berangkat , kasihan kalau mereka nungguin kita terlalu lama". Ucap sang Abah sambil berdiri dan mulai melangkah.


Mereka pun meluncur menuju tempat yang sudah Abah dan sahabat nya yang sebentar lagi menjadi besan nya janji kan.



'Tampilan Adiba malam ini πŸ₯° Siap ketemu calon misua '.


...****************...


Setelah menempuh perjalanan kurang lebih satu jam , kini keluarga Abah Fauzan sudah sampai di area bestmen salah satu rumah makan bintang lima di kota Bandung dan sopir pribadi Abah Fauzan pun memarkirkan mobilnya di bestmen tersebut.


Dan Keluarga besar dari Abah Fauzan kini tengah memasuki lobi rumah makan tersebut dan menanyakan apa kah sang sahabat sudah sampai atau belum kepada salah satu petugas di lobi.


"Permisi...... apa tuan Imam sudah sampai?". Tanya sang Abah kepada petugas resepsionis tersebut.

__ADS_1


"Oh sudah pak ..... silah kan , Anda dan keluarga sudah di tunggu di ruang VIP nomer sepuluh , lantai lima pak , mari saya antar". Ucap resepsionis tersebut dengan ramah.



Dan keluarga kecil Abah Fauzan pun melangkah mengikuti sang resepsionis tersebut.


...****...



Sedangkan di salah satu gedung perkantoran yang berdiri kokoh dan megah , ada sosok laki-laki yang tengah sibuk menandatangi setumpuk berkas yang tiada habis nya.


Sosok laki-laki yang berbadan tinggi, tegap , berkulit putih dan berparas tampan dan rupawan tapi memiliki sifat yang dingin sedingin kutup utara .


Saat dia tengah sibuk dengan tugas nya tiba tiba Gawai yang tergeletak di samping laptop nya bergetar.


"Huf..... kenapa sih Abah gak bisa ngertiin kesibukan aku , jugaan aku belum terlalu tua , kenapa harus di paksa paksa nika coba". Gerutu sosok laki-laki tersebut.


"Halo.... assalamualaikum bah.....".


"Wa'alaikum salam ..... Adam , kamu sudah di jalan kan ?". Tanya sang abah , ya sosok laki-laki tersebut adalah Adam Pradipta Amear anak dari Abah Imam Kamil Indrawan, yang akan di jodoh kan dengan Adiban .


"Iya bah , sebentar lagi , ini kerjaan Adam masih banyak bah....". sahut Adam sambil melanjutkan menandatangani kertas kertas penting tersebut.


"Astagfirullah ....... Adam....... kan malam ini kita mau ada acara di salah satu resort milik Abah ". Sungut sang Abah yang merasa sedikit geram dengan anak sulung nya yang selalu gila akan pekerjaan.

__ADS_1


"Hemmm..... iya Bah , Adam inget kok , kan masih ada waktu sepuluh menit lagi buat kesana , jugaan tamu nya belum datang kan bah?".


"Astagfirullah...... Adam , gak baik loh kalau membuat seseorang menunggu , apa lagi yang nunggu lebih tua dari kamu , cepat kesini ! Abah gak mau tau dalam waktu Lima menit kamu harus sudah sampai di resort , titik!". Ucap Abah tegas tak bisa terbantah kan.


"Hufffff...... baik Abah , Adam kesana sekarang , assalamualaikum.....".


"Wa'alaikum salam...." .Ucap Abah lalu mematikan sambutan telfon tersebut.


"Astagfirullah umi..... abah udah gak tau lagi sama anak sulung mu ini , entah dia ini mengikuti sifat siapa , heran Abah?".Ucap sang Abah sambil menyandarkan tubuh nya di kursi sofa ruangan VIP di resort milik nya.



"He'h..... Abah lupa tau pura pura lupa , ya yang punya sifat kaya gitu kan Abah , abah gak inget jaman abah muda dulu?". Sungut sang istri merasa geli dengan sang suami yang lupa akan sifat nya sebelum hijrah membangun pondok pesantren.


"Hehehe, masa sih dulu Abah kaya Adam mi?". Tanya sang suami sambil tersenyum malu.


"Heleh ..... Abah tu lebih parah ea dari kebiasaan Adam sekarang , dulu Abah gak pernah mau kalau di suruh kumpul keluarga , atau sekedar berbincang mengenai keperluan pernikahan kita!". Sungut umi Shanum menggebu gebu.


"Ea ea ea ..... maaf kan sifat abah yang dulu mi , kan sekarang udah berubah , udah gak gila kerja lagi , dan sekarang udah banyak waktu buat Umi dan keluarga kan". Rayu sang suami.


"Hufff ..... makan nya kalau mau ngilangin kebiasaan anak mu tuh harus sabar bah ".


"Iya mi , abah tu cuma gak mau kalau sampai Fauzan dan keluarga nya udah datang tapi anak mu itu belum juga datang kan malu mi". Terang sang Abah.


...πŸ–€πŸ–€πŸ–€...

__ADS_1


⚠️ Jangan lupa tinggalin jejak ea bestyyyy..... like , come , vote , kebang dan kopi nya......biar karya autor bisa nangkring kaya karya karya author yang lainπŸ€—πŸ™


__ADS_2