
"Kriiiing Kriiing" . . Nada telpon berbunyi.
"Hoaaaaammm..... Duhh siapa sih pagi pagi nelpon ah ganggu ajah" .
Lia melihat siapa yang menelponnya di pagi seperti ini.Karena baru bangun dari tidur nya lia asih mengantuk,untuk mencari letak handphonenya lia meraba tempat sekelilingnya.
"Hahh ketemu juga,duhh lemes ngantuk gimana gitu,mimpi ku jadi bersambung kan ahh sebel banget sih. Eh tapi tunggu ini kan Nani ngapain dia telpon pagi begini.Telpon balik ajah kali yah".
Lia menelpon balik untuk memastikan ada hal penting apa yang akan Nani sampaikan.Namun telpon Lia tidak ada respon dari Nani,tapi beberapa lama Nani mengangkat telponnya.
"Hallo Nani ".
"Iya li,baru bangun kamu?".
"Iya nih ada apaan sih pagi pagi buta telpon mimpi aku jadi bersambung ngga jelas deh".
"Hahh pagi buta halu kali yah ini udah jam 10 lia hampir mau siang , ngga kira-kira baru bangun".
"Haaaa yaudah yaudah mau ngomong apa penting banget apa kangen,ini libur loh waktunya bobo hahaha."
"Haissshhhh kebluk dasar. umm jadi gini li aku bingung deh sama si dodo ko kaya gantungin aku yah,aku ngga mau deh deket dia lagi malesin,masa semua cewe direspon tapi dia bilang dia cinta aku tapi belum bisa pacaran dulu."
"Hoaaaaammm dodo lagi,ehhh wahh ngga bener tuh anak harus di omongin nih. nanti deh aku tanya yah".
"Hmm iya li".
"Aku mau mandi dulu yah nanti kita cerita lagi oke".
"Yaudah byyy"
"Byy."
Lia pergi mengambil handuk untuk mandi.
Setelah selesai mandi lia baru ingat untuk menanyakan sesuatu hal pada dodo.
"Ohhh iya aku lupa Dodo harus ditanya nih masa gantungin anak orang".
Tuuuuutt tuuuttt
"Ihh ni anak kemana sih ngga di angkat terus.Coba lagi deh."
Kriiing kringg.
"Hallo ."
"Ada apa li kamu tadi nelpon yah?"
"Iyah,kamu kok gantungin si Nani sih?".
"Jadi gini li kakak aku ngelarang aku buat pacaran dulu,jadi aku ikhlasin dia sama yang lain ajah,tapi aku udah bilang semuanya."
"Ouhh yaudah deh kalau gitu".
"Ihh gitu doang ".
"Iyah aku laper mau makan dulu byy"
tutt tutt . lia memutuskan telponnya.
Lia sambil chattingan dengan nani. Disitu Nani mencurahkan hatinya yang lelah . Bahkan keesokan harinya disekolah Nani dan Dodo bersikap dingin seakan mereka saling menghindar satu sama lain.Setelah satu minggu berlalu mereka saling diam tanpa ada respon sedikitpun.
Di satu sisi lia merasa senang karena setidaknya hatinya tidak terlalu sakit karena sahabatnya tidak menjadi pacar dari orang yang dia suka.Namun lia tidak tau bahwa dibelakang dia nani dan dodo sama sekali tidak sedingin saat bertemu.Bahkan Ani pun tau semuanya.
Keesokan harinya lia pergi ke sekolah.lia lupa mengabari ibunya.Lia meminjam handphone nani untuk mengabari ibunya,karena ia lupa bawa handphone.
"Nani aku pinjem hp kamu dong,aku lupa bawa hp."
"ouh nih pake aja".
Lia tidak berniat untuk ingin tau isi pesan siapa saja di handphone nani tapi ternyata pesan teratas itu dodo dan ani.Lia membuka pesan dodo,lia terkejut dengan isi pesannya ternyata mereka sedekat itu bahkan ada kata kata dodo yang membuat lia merasa cemburu.Tapi lia berusaha untuk tidak perduli,namun hatinya tidak bisa.
Tidak hanya dodo tetapi lia membaca pesan dari Ani.Lia tidak menyangka kedua sahabatnya sekarang saling merahasiakan darinya. Ternyata isi curhatan Nani berbeda saat nani cerita dengan lia.Lia berpikir apa maksud mereka kenapa mereka seakan akan membuat aku bingung.
Lia mengingat jika Nani tidak ingin lagi berhubungan dengan dodo bahkan chatting sekalipun,tapi nyatanya itu berbanding terbalik dengan apa yang ia katakan.Lia merasa kesal akhirnya mengembalikan handphone nani.
__ADS_1
"Ni,ini makasih yah".
"Ko bentar emang udah selesai? kalau belum pakai ajah".
"Udah ko makasih".
Nani merasa sikap lia menjadi dingin setelah mengembalikan handphone nya.Tapi nani berpikir mungkin lia sibuk.
Di tempat lain Ani sedang mencari-cari lia,semua ruangan didatangi nya tapi ani tidak menemukan lia.Ani melihat Nani dan yang lain.
"Nani liat lia ga sih? tadi aku muter-muter ngga ketemu dimana sih dia tumben banget biasanya keliatan mulu ampe bosen."
"Ngga tau,diruang osis,kantin ngga ada?toilet?" jawab nani
"Ngga ada ih .ikut aku yu cari".
"Eh ngga bisa aku dipanggil guru dulu".
Tanpa banyak bicara lagi Ani pun pergi untuk mencari Lia.Sambil berjalan Ani meracau .
"Ihh ini anak di lubang semut kali ya susah banget cape.Eh iya perpustakaan."
Ani pergi menuju perpustakaan .Sesampainya disana benar saja lia ada disana,ia sedang mencari buku untuk dibaca.
"Huhh lia ketemu juga."
"Ada apa nyari aku?" jawab lia dengan sikapnya yang dingin tidak seperti biasanya.
"Ini aku mau tanya kunci ruang pramuka katanya ada di kamu,aku mau pinjam soalnya anak-anak lain mau latihan ."
"Ada di ruang guru tadi aku udah simpen di tempat biasa,cari ajah". sambil pergi mencari tempat duduk
Ani merasa heran dengan sikap lia yang tidak seperti biasanya,ia berpikir mungkin lia lagi serius sama buku yang mau dibaca.
Ani memilih untuk pergi mengambil kunci.
"Yaudah li aku pergi dulu yah.by".
"Ok".
Sepanjang jalan Ani bingung karena sikap lia tidak pernah seperti itu ia merasa sikapnya dingin sekarang,ia bingung tapi dia tidak ingin berpikir buruk.
"Ouh iya ni ambil ajah noh ditempat biasa."jawab salah satu guru.
Setelah ani memberikan kuncinya kepada siswa yang akan menggunakan ruangan ani kembali ke kelas untuk mencari Nani.
Sesampainya di kelas lia melihat nani dan dodo serta yang lainnya sedang berkumpul.
"Lagi pada ngomongin apa sih?". tanya ani
"Si dodo sama nani pacaran mulu". jawab Raka.
"Hishh apaan sih". tersipu malu nani.
"Ehh ngomong-ngomong sendiri ajah ni? lia mana?" tanya dodo.
"Nah itu dia do,kalian hari ini sama si lia ngga sih?". tanya ani
"Ngga tuh,malah tadi aku nyari dia ngga ada." jawab dodo.
"Tadi aku ketemu dia di deket kantin,tapi dia ko kaya lagi bt gitu sih ngga kaya biasanya". ucap Raka.
"Tadi juga gitu pas udah pinjem hp aku dia beda deh,mungkin masalah sama ibunya.soalnya tadi dia abis pinjem hp aku buat hubungin ibunya." jelas nani.
Ani bengong mendengar kata-kata nani,ia berpikir apa lia membaca isi pesannya dengan nani. Tapi lamunannya terhenti oleh dodo .
"Ani nanti malam ada pasar malam kesana yu". ajak dodo.
"Ayo,kamu ajak nani yah ciee."
"Tentu dong ". dengan pandangan yang berbeda.
Malam pun tiba Ani,dodo,nani dan raka dan hendri pergi ke tempat pasar malam itu tapi tidak ada yang ingat untuk mengajak lia.
Tidak lama dodo ingat untuk mengajak lia juga.Dodo menulis pesan singkat untuk lia.
__ADS_1
"Li.ke pasar malam yu".
"Ngga deh makasih". balas lia
Dodo pun menanyakan kepada Ani dan Nani.
"Si lia ngga di ajak?"
"Ngga ketemu pas pulang sekolah." jawab ani.
Ani dan Nani seakan tidak perduli dengan lia,ani hanya fokus pada nani dan dodo.doa selalu berusaha agar dodo dan ani dekat dan memanfaatkan momen malam ini untuk senang-senang.
Di rumah lia melihat postingan Nani yang sedang berpegangan tangan saat menaiki wahana disana. Hati lia hancur seketika lia merasa di bodohi.
"Bukannya ngga mau deket tapi ko pegangan tangan sih berdua lagi ". ucap lia
Lia merasa sangat kesal dengan nani karena sudah percaya dengan ucapan nani yang pada kenyataannya berbeda .
Bahkan yang mengajak dia ikut pergi pun dodo bukan ani dan nani.Padahal ani tau kalau lia suka sama dodo juga tapi lia merasa ani lebih mendukung nani,didepannya ani bersikap seperti perduli tapi lia merasa ani lebih perduli dengan nani.
"Ani.kamu tau aku suka sama dodo kenapa kamu kaya gini.ini sandiwara kalian atau apa sih.disaat aku merasa iba dengan nani karena walau aku suka sama dodo tapi kalau dodo nyakitin nani aku ga rela tapi kenapa iti kayak mempermainkan aku sih?".
Lia menangis sendiri dikamar nya,setiap kali lia melihat postingan itu lia kesal.Dia langsung mengetik pesan untuk nani.
"Ciee nani udah baikan yah sama dodo pegangan tangan mulu".
"Ahh lia ya gitu aku juga ngga ngerti sama semuanya". jawab nani.
Lia tidak menghiraukan balasan nani,lia merasa nani itu plinplan.
Lia berusaha untuk tidak perduli lagi karena lia ingin memfokuskan dirinya untuk mempersiapkan diri mengikuti praktek kerja lapangan (PKL)dari sekolah.
Satu Minggu kemudian..
Semua siswa bersiap untuk pergi ke tempat praktek kerja lapangan.Lia pun mengesampingkan permasalahan yang terjadi sebelumnya.Lia berpisah dengan sahabatnya,lia harus bergabung dengan siswa lain begitupun ani dan nani.
Tapi berbeda dengan Nani,nani dipilih untuk menjalankan sendirian tidak perkelompok.
"Lia aku sendirian ngga mau ih masa yang lain berdua,bertiga,aku sendiri". keluh nani.
"Banyak ko yang sendiri ". jawab lia.
Tidak banyak bicara antara nani dan lia karena lia harus bergegas pergi ke tempat yang akan dituju.
Semua siswa sudah mendapat tempat masing-masing,tidak ada keluhan dari siswa kecuali nani.Nani tetap mengeluh karena belum terbiasa di tempat itu.
Nani mencoba membicarakannya dengan Guru pembimbing namun semua itu di tolak. karena keputusannya sudah diambil dan tidak dapat diganggu lagi.Akhirnya nani hanya bisa pasrah.
1 Bulan berlalu,tinggal 1 bulan lagi untuk menyelesaikan praktek itu.Lia merasa nyaman dengan tempat prakteknya begitupun dengan siswa yang lain.
Nani pun sekarang merasa lebih nyaman apalagi disana ada teman yang mendekatinya. Lia sudah pulang,lia sengaja mampir ke tempat praktek nani.
"Nani lagi apa?". tanya lia
"Lia.udah pulang?". tanya lagi nani
"Udah ko,kamu gimana? betah kan?"
"Betah ko. ehh aku lagi deket sama cowo,aku pengen lampiasin ke dia ah karena si dodo."
"Siapa? tapi jangan gitu lah ga baik tau".
Lia asik mengobrol dengan nani sampai waktunya nani pulang .Mereka pulang bersama.Di perjalanan pulang nani menjelaskan jika dia sedang menjalin hubungan dengan teman prakteknya .
sontak saja lia terkejut mendengar itu.
"Li aku tuh udah jadian loh sama dia".
"Hahhh.jadian? kapan?".
"Ya ada lah satu hari".
"Dodo?"
"Dia udah tau dari postingan aku".
__ADS_1
Lia hanya terdiam tanpa berkata apapun.
Lia sudah sampai di rumahnya,lia pergi untuk membersihkan diri lalu tidur.