Cinta Nada

Cinta Nada
bab 1 : tragedi di malam itu


__ADS_3

maryana nada gadis yg belum genap 20 tahun itu terjebak dalam sebuah janji suci pernikahan, dia terpaaksa menikah dan tidak menlanjut kan studi nya karna sebuah kesalahan yg dia buat.


malam itu , nada sapaan teman - teman sekampus nya, mengadakan pesta di sebuah kafe di dekat kosn - kosn nada, dia dengan terpaksa ikut datang ke acara itu karna ajakan sahabat nya Santi.


"udah masuk saja" , ajak santi,


Dengan malas nada mengikuti sahabat nya itu,


bukan kali ini saja santi memaksa nada untuk bergabung dengan mereka, nada tidak enak menolak ajakan santi , bila dia mengajak nya .


Nada berkuliah di kampus di kota jakarta, dia sendiri bukan dari keluarga yg mampu, seperti teman - teman nya yang lain. dia hidup sendiri di tengah kota yg dia tidak kenal bagaimana dan seperti apa kota itu.


Nada gadis dengan rambut terurai, hidung mancung dan berkulit putih, sedikit pemalu dan feminim gadis populer yg di gilai oleh sebagian pria yg ada di kampus nya.


malam semakin kelam cahya bulan sudah tetutup dengan gelap nya awan hitam yg bergelantung di udara, angin meniup semakin dingin mengingat sudah pukul 3 pagi, ketika Nada terpaksa memaksa pulang ke kos-kosn nya.


Ia terpaksa pulang sendiri, karna Santi sudah di ujung kesadaran nya, Ya teman sekamar nya itu memang berbeda, dia terlalu berani untuk wanita yang suka mabuk padahal Nada sudah sering kali memperingatkan dia, tapi Santi tetap saja begitu, pergaulan memang yg merusak Santi menjadi wanita bar bar yg gemar minum-minum.


"Gara-gara Santi aku harus pulang sendiri begini" . gerutu nada


dia terus berjalan menyusuri jalan jalan yg gelap dan sepi . tampa dia sadari dua orang laki-laki berusia tidak jauh dari nada mengikuti nya di belakang.


"Nad," panggil laki-laki itu,


Nada menoleh, dan dia terkejut karna dia mengenal suara yg memanggil nya, "Lu pulang sendiri Nad? !", tanya Fiki,


ya laki2 itu adalah Fiki, Fiki Raindra ,. teman sekampus nada dan juga pacar dari Santi, tapi sebulan yg lalu Santi memutuskan hubungan nya dengan Fiki,.


"Eh, iya Fik.. lu dari mana..?" tanya Nada


Fiki hanya terdiam melihat kemolekan dan kecantikan nada, tidak bisa di pungkiri bahwa fiki memang menyukai nada,


"Fiik.." nada menepuk bahu fiki.."


"Eh , iya Nad, biasa gua baru nongkrong sama temen2 di sana, gua anterin ya Nad, masih jauh juga kos-kosn lu kan.. cape lu jalan sendiri" . ajak Fiki Nada hanya mengangguk tanda setuju.


Nada sendiri juga takut karna dia jalan sendirian, tampa dia fikirkan bahwa Fiki dan teman nya lebih menakutkan dari Apa yg dia fikir.

__ADS_1


tidak terasa Nada sudah sampai di kosn nya, dia mempersilakan Fiki masuk dan memberi nya minum, Nada meninggalkan Fiki sendiri di kamar yg berukuran kecil itu, sementara teman nya Fiki dia sudah pulang duluan, tinggalah Fiki dan Nada, yg hanya berdua.


Nada keluar dari kamar mandi , dia selesai mandi, dan menemani fiki yg tertidur di atas sofa mini yg Nada beli dari toko onlen shop itu.


"Fik bangun Fik.. lu harus pulang..!!" ucap Nada, membangun kan Fiki tapi Fiki tidak juga Bangun.. terpaksa, dia harus menginap malam ini


Nada mengambil selimut dari daalam lemari dengan niat ingin menutupi pria yg tidur di sofa nya,


dia menutupi tubuh Fiki dengan selimut yg dia ambil, namun ketika itu nada terkejut karna Fiki langsung menarik tangan nya, hingga Nada terjatuh. menindih tubuh Fiki.


Nada bangkit dari pelukan Fiki , namun tidak bisa, tangan kekar Fiki menahan punggung nada hingga ia dan Fiki terus berpelukan,. sehingga saling menindih..


"Lepas Fik,, apa-apan lu.." ucap Nada


namun Fiki tidak melepas kan nya, dia terus memeluk erat Nada, kali ini Fiki membisikan sesuatu yg membuat Nada bergidik ,


"Nikmati malam mu Nad, gua ingin lu.." bisik nya di telinga Nada.. dengan sigap Fiki, mendorong tubuh nada, hingga dia terjengkang ke kasur mungil nya,


"tubuh mu wangi Nad," ucap nya..


fiki mencium wajah nada dan mengulum bibir nya, nada berontak tapi Fiki tidak melepas nya dan nada tidak kuasa melawan tubuh kekar Fiki "Fik lepasin gue, jangan fikk.. gue mohon..!!" ucap Nada menangis..


Fiki menindih tubuh nada, menciumi bibir nya, wajah nya tidak luput dari Fiki nada hanya menangis, menangisi nasib yg dia alami, dia tidak bisa melawan, kedua kaki dan tangan nya di ikat.


Ficki dengan mudah membuka baju yg nada pakai, Dia tersenyum melihat wanita di depan nya, "Nikmti saja malam ini sayang.. kita akan bersenang-senang.." bisik nya.. Fiki msh terus melakukan hal bejat itu pda gadis lugu itu


Nada hanya menangis dia sudah tidak bisa berfikir lagi dia hanya pasrah dengan apa yg dia alami..


tiga puluh menit berlalu, Fiki masih menindih tubuh Nada, dengan gontai Fiki meraih baju yg berserakan di lantai dan memakai nya kembali,


Fiki tertawa puas tanpa memikirkn perasaan gadis itu.. "Lu itu enak juga Nad.. Virgin pula..!! mimpi apa gue semalem bisa dapetin lu.." uca nya, Sambil terus memakai pakaian nya.. Nada hanya terdiam..


kata-kata itu bagaikan petir yg menyayat hati Nada,. hidup nya hancur, dia. kotor.. Nada menangis sejadi nya, di pinggir kasur, mengigat kejadian yg baru dia alami, Ada rasa sakit yg menjalar di tubuh nyaa dan bagian sensitif nya, darah yg mulai mengering di ujung sprai dia merasa malu, dan hancur..


Dan Ficki.. dia pergi begitu saja, dengan meninggal kan sejumlah uang yg dia lempar ke wajah Nada.. semakin terluka harga diri Nada,,


Nada bangkit dengan semua kekuatan yg dia punya dia membersihkan dirinya, dan dia meninggal kosn itu dengan membereskan barang seadanya , dia pergi dari tempat itu. ...

__ADS_1


deertt derrt...


dering ponsel nada membangunkan Nada dari tidur nya, dia membuka pesan whats up yg Ficki kirim.. sebuah Vidio yg Fiki rekam malam kejadian itu..


"kalu lo diam gue akan trasfer berapa pun yg lu minta, tapi kalo lu buka mulut, vidio ini akan gue sebarin.. ingaat jangan macam-mcam" ancam ficki..


Nada yg belum bisa menerima keadaan itu dia menangis seketika dan membuang nomer ponsel yg dia punya,


dia sudah tidak ingin menemui apalagi mengenal Ficki Raindra, laki-laki yg sudah menghancurkan hidup nya..


waktu terus berlalu, malam berganti pagi, hari-hari telah di lalui Nada dengan menangis, dia masih tidak percaya malam yg mengerikan itu untuk dia .. dia ingin melupakan semua, tapi semakin dia lupakan semakin dia terus ingat kejadian yg sudah menimpa nya.


sebulan berlalu , Nada gadis yg masih belum genap 20 tahun itu ,, mundar-mandir, dengan bingung nya,


tedengar suara ketukan keras di dari luar pintu, menyerukan nama nya,,


"Naad..!! naad..!! kamu tidak apa-apa..?" teriak wanita parubaya berumur 45 tahunan itu.. "tidak buk.. nada tidak apa-apa.." jawab nya


dengan segera Nada keluar dari kamar mandi itu , dan berlari menuju kamar nya,. dia menghiraukan ucapan ibu Sekar, yg menghawatirkan nya karna dari tadi Nada muntah tak kunjung henti nya,,


ya nada sekarang ada di kampung nya di bandung,, dia meninggalkan kuliah nya di jakarta, untuk menenangkan diri.


dan sekarang, dia harus menelan pil pahit itu.


nada membuka bungkusan yg dia selip kan di saku celana yg dia pakai, agar ibu sekar tidak melihat nya,


dengan cemas nada membuka bungkusan itu..


garis berwarna merah dengan bentuk seperti itu menyilang 2,, "positiv.. !!" batin nada


dia lunglai.. lutut nya lemas tak tertahan..


air mata nya berlinang keluar, "a-akuu hamiil..." lirih nada, dengan suara bergetar menahan tangis..;


"naad, kamu di dalam.." teriak ibu sekar, ketukan pada kamar nya membuat nada tersadar, ibunya pasti kecewa dengan ini..


kehamilan yg dia tidak mau, dan tidak tau ..

__ADS_1


apakah Fiki akan mau bertanggung jawab.. ..


bersambung...


__ADS_2