
Nada menangis sejadi nya dia tidak tau harus berbuat apa,, dengan susah payah di berbohong pada ibu nya, dia berkata dia hanya masuk angin saja, makaa nya sedari pagi dia muntah-muntah,..
''apa yg harus aku lakukan..??bagaimana bila ibu tau aku hamil..?? bagaimana dengan adiik2 ku..!! aku harus bagaimana.. !" batin nya semua berkecamuk di dalam hati Nada, dia tidak mungkin memberitau ibunya, itu hanya akan membuat nya kecewa dan terluka..
Nada dengan gugup,, menghubungi Ficki.. namun apa..
ponsel Ficki tidak dapat di hubungi..
semakin terpuruk Nada, dia tidak tau harus berbuat apa..
malam itu di lewati nada dengan gelisah, nada sudah memutuskan bahwa dia besok akan ke Jakarta ,, mencari Ficki dan meminta pertanggung jawaban nya,
ke'esokan hari nya , awan mendung tak terhalang waktu, seolah tau bagaimana perasaan Nada saat ini..
dia terbangun dengan mata yg sembab dan tidak tau harus di sembunyikan di mana kesedihan dan kebingungan nya.
"bu..!!" lirih nya.. nada mendekati ibu nya, yg berada di dapur..
"Ada apa sayang..?" jawab ibu sekar.."nada izin ke Jakarta siang ini..!! nada sudah dapat pekerjaan di sana,," ucap nya
lagi-lagi nada berbohong.
Semua dia lakukan untuk mencari ficki, laki2 bejat ayah dari anak yg sekarang dia kandung. "benarkah.. sukur lah jika memang. sudah ada pekerjaan," jawab ibu nya
"iya neng.. ibu izin kan kamu kesana, tapi ingat di jakarta Nada harus hati-hati dan menjaga diri..!!" ujar ibu sekar..
nada memeluk erat ibu nya, tampa dia sadari air mata nya membasahi punggung ibu sekar,
"iya buk..!! nada akan berhAti-hati." jawab nya
berangkat lah nada siang itu dengan di iringi doa ibu sekar,
dalam hati, Nada dia tidak bermaksud membohongi ibu nya, dia hanya belum bisa jujur dengan apa yg dia alami.
sesampai nya di jakarta, nada langsung menuju kosn yg dulu dia tempati,
karna memang rumah itu sudah dia bayar untuk waktu yg lama, dan masih banyak sisa waktu,
baru saja sampai di dalam kamar itu, kamar yg membuat luka hati nya , dia tidak dapat pungkiri bagaimana dia bisa melewati hari-hari di tempat, yg sudah nerenggut kegadisan nya, dan sekarang dia hamil ..
Nada menangis sejadi nya, andai malam itu dia tidak mengikuti Santi, tentu kejadian itu tidak akan terjadi..
"sudah nada sudah.. bukan waktu nya kamu menangis,
sekarang bangkit dan cari Ficki.." batin nada, Nada beranjak .. dan merapikan barang yg dia bawa..
___________________________________________________
keesokan harinya di kampus,, dia mencari Ficki, tapi Ficki tak juga terlihat batang hidung nya, dia. sudah lelah mencari namun tak juga di temui sosok Ficki yg telah menghamili nya.
Nada terdiam duduk sendiri di bangku taman kampus, karna bukan lagi mahasiswa di sana Nada tidak di perbolehkan masuk ke area kampus tersebut.
dia menghubungi Santi. namun Santi pun tidak dapat di hubungi, satu satu nya sahabat yg dia punya tapi tak bisa dia di mintai pertolongan nya.
__ADS_1
dengan gontai nada melangkah pulang ke rumah dia bingung dengan semua keadaan yang dialami dia mencari Vicky yang tidak tahu keberadaan nya di mana dia menangis sejadi-jadinya entah apa, yang harus dilakukan nada.
dia menelpon Vicky berulang berulang kali tapi ponsel Vicky tidak dapat dihubungi akhirnya nada mencari alamat rumah yang ditinggali Vicky dia menghubungi Fahmi teman vicky yang saat itu itu ikut mengantar nada pulang malam itu
dengan susah payah nada mendapatkan nomor ponsel Fahmi dia menghubungi Fahmi dan langsung menelepon Fahmi.
tuut tuut...
nada akhirnya dapat menghubungi Fahmi
tidak lama dari itu akhirnya Fahmi mengangkat telepon dari nada
"halo ..." ucap Nada, "ya dengan siapa??" jawab Fahmi.. "aku nada, ini Fahmi kan..!!" tanya nya.. "iya kenapa, ada apa nad...?" tanya nya.. "Fahmi kamu tahu dimana fiki? aku mencarinya tapi aku tidak menemukan dia dimana pun aku sudah ke kampus aku sudah ke tempat biasa Vicky nongkrong tapi aku tidak menemukannya.!! kamu tahu nggak rumah vicky dimana aku aku ingin bicara sesuatu padanya...!!" taya nya..
"oh ,viki gue tahu sih ..!!
tapi gue nggak tahu kalau sekarang Vicky ada di sini atau tidak. soalnya kemarin dia itu bilang ke gue kalau dia mau melanjutkan kuliahnya ke luar negeri, ke Paris kalau nggak salah dan sampai saat ini gue pun nggak bisa hubungin Vicky..!! emang kenapa nad.. ada apa kenapa lu cari Fiki..?" jawab Fahmi..
"apa ... !!! Vicky pergi ke Paris dari kapan..? gue harus bagaimana..? gue udah bingung cari dia kemana-mana sekarang gue harus cari dia kemana.. mana mungkin gue harus cari dia ke Paris, emang kurang ajar Fiki" jaawab Nada
akhirnya nada memutuskan teleponnya,
dan membuat bingung Fahmi yang tidak tahu ada masalah apa antara nada dan Vicky
airmata nada lagi-lagi terus mengalir dia tidak tahu harus bagaimana dan siapa yang akan bertanggung jawab atas kehamilannya.
akhirnya nada pergi memutuskan untuk berjalan-jalan keluar, dengan pikiran putus asa nada berjalan mengikuti arah langkah yang dia tapaki.
untuk pulang kampung pun ada tidak bisa karena tidak mungkin dia harus bercerita kepada ibunya.
apa yang dialami, kehamilannya dan semua apa yang dia rahasiakan itu hanya akan membuat ibunya kecewa.
dengan berjalan gontai nada tidak melihat ke arah jalan manapun, dia terus berjalan tanpa dia sadari dia berada di tengah jalan raya yang sedang banyak dilalui mobil-mobil sepeda motor, dalam diam dia menangis.
jam di tangannya sudah menunjukkan pukul 1 dini hari..
dia tidak tau arah kemana dia harus melangkah.
dia tidak melihat ke arah manapun. ada sebuah mobil berwarna hitam dan hampir menabrak dirinya.
akhirnya mobil itu berhenti tepat di kedua kaki nada.
dengan histerisnya nada berteriak,, "kenapa lu gak bunuh gue aja..!! tabrak gue, tabrak gue, kenapa lu nggak tabrak gue, gue itu pengen mati..!!" dengan teriakan seperti itu nada seperti orang kehilangan akal, dia menangis dia menjerit tanpa tahu siapa yang ada di dalam mobil itu..
akhirnya seorang pria, tampan.. dengan jas berwarna biru itu,, keluar dari dalam mobi.. Renaldi Pratama
nama pria tampan yg keluar. . dari dalam mobilnya..
" heii nona..
anda ini gila apa tidak waras...!! kalo anda ingin mati.. bukan di sini tempatnya..!!" seru Relandy...
Nada yang masih histeris dan masih tidak mengerti dengan keadaan yang dialami dia hanya terdiam menangis dan sesekali dia menyeka air matanya yang basah dia tidak tahu harus berkata apa dan harus bagaimana.
__ADS_1
"are you oke...??"seru renaldy..
"nona.. anda ini memang tidak waras.. !! tadi anda teriak teriak.. sekarang anda diam seribu bahasa.. ??" ujar Renaldy..
"ayo kev.. tinggalkan saja perempuan gila ini..!!
menyusahkan..!!" ucap nya sambil berlalu Renaldy yg sedari tadi bicara, sama sekali tidak dapat jawaban dari nada..
ketika mobil itu sudah berlalu..
pergi meninggalkan nada. nada masih pada tempat nya berdiri.. gerimis mulai berubah menjadi buih2 air hujan..
''ah.. gadis itu.." fikir aldy,, sapaan orang2 terdekat nya..
"kev....!! kita kembali ke wanita gila tadi..
putar balik kev..!!"perintah aldy.. kevin hanya mengangguk tanda setuju .. Aldy, keluar menyodorkan payung untuk nada..
"ini ambil..!!" ucap nya
"saya hanya tidak mau melihat wanita basah kuyub dan menjadi tontonan orang".. ucap nya lagi
dia memberikan payung itu kepada nada, lalu berlalu menuju mobil nya.. sesaat sebelum aldy masuk kembali ke dalam mobil nya. dia berbalik..
"masuk..!!"perintah aldy pada nada. namun nada hanya diam..
"ahh wanita ini.." batin nya.. aldy menarik tangan nada,, dan menyuruh nya masuk ke dalam mobil nya.
"saya hanya tidak suka melihat wanita gila,
yg ingin bunuh diri di jalanan.. dan membahayakan pengguna jalan lain.." ucap aldy..
nada melirik sekilas, tapi dia tidak menjawab.. nada sudah berada di kediaman renaldy Pratama,,
CEO yg memang belum menikah di usia yg sudah mapan itu.
nada hanya menunduk.. malu.. dan tidak mengerti mengapa dia di bawa ke rumah aldy,
"ini bersihkan diri mu,..!!" ucap nya, aldy menyodorkan handuk bersih pada nada
"ayo ikut aku..!!" perintah aldy..
nada hanya mengikuti tampa banyak bicara dia membututi aldi di belakang nya.
"ini kamar mu, istirahat lah. dan bersihkan badan mu,, nanti bi ratna akan memberi mu baju ganti. untuk sementara kau boleh tinggal di sini . sampai keadaan mu membaik.." ucap nya
tampa menunggu nada menjawab, aldy keluar dan menutup kamar itu.
"apa-apan orang itu.." nada mendengus,, "dan kenapa gue di bawa ke sini.." batin nya tidak lama wanita setengah muda itu datang dan mengetuk pintu, membawakan baju ganti untuk nada.
"oh.. mungkin ini bi ratna.." batin nada..
"bersambung.
__ADS_1