Cinta Pertama Masa SMA

Cinta Pertama Masa SMA
Merasa bersalah


__ADS_3

Setelah beberapa saat kemudian orang tuanya datang.


Bapak Af:" Kalian baik-baik saja kan?!".


Ibu Af:" Ibu dengar berita ditv kalau RS ini kebakaran karena konsleting listrik, si mbok bilang kalian berdua ke RS ini..! ibu khawatir banget sama kalian ".(cemas)


Bapak Af:" Dimana istri kamu ?!".


Afandi:"(menangis) ini semua gara-gara saya..! dia jadi seperti ini seharusnya saya tidak mengulangi kembali kesalahan yang pernah saya lakukan..!".


Ibu Af :" Ada apa?! tenang dulu !".


Afandi :" Saat kita berdua sudah akan pulang, kita bertemu melinda dan tiba-tiba meminta tolong untuk menebuskan obatnya..! ibu tau kan dia itu sensitif banget sama melinda, dia marah dan langsung pergi ke parkiran sendirian . sedangkan saya terpaksa harus nungguin obatnya mey karena dia bilang mau kekamar mandi...!".


" Seharusnya saya tidak membiarkan dia kembali lebih dahulu ke parkiran sendirian".


Bapak Af:" Sudah..sudah tenang dulu ! biar bapak tanya keadaannya dulu..!"(pergi menemui perawat)


Ibu Af:" Ibu rasa , ibu harus ngomong sama melinda biar istri kamu gak selalu salah faham dan juga agar dia tidak selalu mengandalkan kamu untuk menolongnya..! dia seharusnya tau kamu sudah punya pasangan yg harus dijaga hatinya..!!".


Afandi:" Iya Bu , saya sudah beberapa kali menjelaskan kalau saya tidak bisa selalu ada buat nolongin dia Bu..!".


"Dia selalu ngeyel , kenapa harus cemburu "kita sahabat kecil kan".


Ibu Af:" Iya ibu paham kalian sahabat kecil tapi sekarang sudah pada dewasa kan . gimana gak akan salah faham kalau kalian dekat..! sedangkan wanita itu tak pernah mau laki-lakinya akrab atau dekat dengan lawan jenisnya secara keterlaluan".


Afandi:" Iya bu, merasa bersalah banget tidak bisa jagain dia hufttt (menghela nafas sedih)".


tiba-tiba bapak Af datang memberi tahu bahwa aku sudah boleh dipindahkan ke ruang perawatan VIP 003.


Bapak Af:" Ayo temui dia, bapak ibu mau ngurusin administrasi dulu ya..!".


Ibu Af:" Kalau butuh apa-apa telfon aja ya..!".


Afandi:"Iya bu..!".(menuju ruanganku)


sesampainya di sana, dia masuk dengan perlahan khawatir aku terbangun.


Aku:" (membuka mata)".


Afandi:" Mee maaf ya mee saya benar-benar bersalah banget..!".


"Seharusnya saya..!".(dipotong olehku)


Aku:" Sudah ya mas..saya mau istirahat dulu..!".


Afandi:" Kamu gak mau dengerin saya ?!".


Aku:" Saya mau istirahat..!".


Afandi:" Biar saya tunggu disini aja..!".

__ADS_1


Aku:" saya mau istirahat 🙏".


Afandi:" Iya ..!".


Aku:" Saya mau istirahat.. SENDIRI !!!".


Afandi:" Kamu menyuruh saya keluar?!".


" Saya akan keluar kalau kamu gak marah..!".


Aku:"Hmmmmm mas..?! ".(kesal)


Afandi:" Cium dulu..! baru saya keluar ".(menghiburku)


Aku:" Mas...! tolong !!".


Afandi:" Tolong apa ?! cium dulu !!".(menunjuk ke pipinya)


Aku:" Keluar dulu ya..!".


Afandi:" Ya udah saya samperin ibu bapak dulu ya mee..! janji jangan marah ! nanti saya jelaskan kalau selang oksigen udah dilepas ok..! ".(mencium pipiku)


Aku:" Emm..!".(mengangguk)


beberapa lama kemudian perawat datang mengganti infus dan membuka selang oksigenku . aku bertanya apakah boleh berjalan keluar karena bosen tiduran terus .


ternyata dibolehkan hanya saja tidak boleh sampai ngos-ngosan harus hati-hati jalannya.


kemudian aku kembali ke ruanganku .


Aku:" Bilangnya mau ketemu sama bapak ibu ternyata dia malah ngobrol sama melinda hufttt 😔".


"Berasa gak dihargai hmm (membuka infus)".


Aku berjalan kedepan melewati koridor belakang.


perawat:" Loh kenapa mbak ? kok jalannya terhuyung-huyung?! mbk pusing?".


Aku:" Saya gpp kok mas..!".


tiba-tiba anak-anak yg aku tolong kemaren memanggilku.


Alvaro:" Tante..! makasih udah nolongin kita ya..!".


Aku:" Hem iya sayang sama..brukkk..(jatuh pingsan)".


orang tua Alvaro dan Maldini manggil perawat.


sedangkan afandi masih mengobrol dengan perempuan itu.


Ibu Af:" Tante perlu ngomong sama kamu Mey..! mending kamu kembali ke ruangan..!".

__ADS_1


Afandi:" Loh kemana kok gak ada ?! tadi bilang kalau mau istirahat dulu, ini kok GK ada ?! (mencari di kamar mandi)".


Ibu Af:" Kenapa?!".


Afandi:" Dia gak ada di ruangannya..!".


Ibu Af:" Kenapa ditinggal?!".


Afandi mencariku .


kemudian dia menemukanku terbaring di ruang UGD.


Afandi:" Loh kamu kenapa bisa disini ?!".


Aku:"Gpp".


orang tua Alvaro dan Maldini memberi tahu kalau aku jatuh pingsan.


setelah mereka mengobrol, aku kembali ke ruanganku dengan kursi roda.


Afandi:" Mee..saya gendong aja ya gak usah kursi roda..!?".


Aku:" Gak perlu!".


Afandi:" Kamu masih salah faham?! (Melinda memanggil)".


Melinda:" Hay.. gimana udah baikan kan mbak?! (membawakan makanan)".


" Maaf ya aku ngerepotin kalian, selalu bikin kalian salah faham! besok aku mau balik ke Tanggerang..!".


Aku:" Gpp kok mbk Mel ..!".


Melinda:" Panggil aku Mey aja kayak didii..!"(sambil tersenyum).


Aku:" Iya ".


Melinda:" Aku pamit dulu ya pak de , buk de , dii jagain ya bebebnya ..! lebih peka terhadap perasaan perempuan itu perlu dii..!(tertawa)


pamit ya mbk..!".(keluar dari ruangan)


Ibu Af:" Gimana keadaan kamu sayang?! ibu dengar banyak korban jiwa dalam kejadian kemarin..! tewas 7 orang, luka-luka 13 orang..! ibu ngeri dengernya ! ".


Aku:"Sudah membaik bu ".


Bapak Af:" Ibu bpk pulang dulu ya.! cepat sembuh ya nak ".


Setelah ibu dan bpk pulang, tinggallah kami berdua. setelah menyuapiku dan membantuku untuk ke kamar mandi.


Afandi:"Istirahat dulu ya , gak usah mikir yg Aneh-aneh sama saya..! saya tidak akan macam-macam".


Aku hanya diam saja

__ADS_1


__ADS_2