Cinta Suci Anak Sholeh

Cinta Suci Anak Sholeh
5. Sengsara Membawa Hikmah


__ADS_3

Senin pagi, suasana di kelas XII IPA 1,


baru beberapa murid yang sudah masuk di kelas, termasuk Angela dan teman sebangku nya Eliana, mereka sudah asyik ngobrol sambil mempersiapkan buku untuk pelajaran jam pertama.


" El, tak terasa ujian akhir kurang 2 mingu lagi ya, gimana persiapan elu..?" tanya Angela.


" Yah, lumayan sih.. Rangkuman dari kelas X sampai sekarang udah sekitar 75 % , still on progress..." jawab Eliana..


" Kalo Elu..sih..aku yakin..sudah pasti siap ya Non..Elu tuh udah genius dari sono nya ya .." kelakar Eliana.


" Eh..ga segitunya juga kali..El..aku juga sama dengan dirimu.. ngrangkum pelajaran juga,


yah, sebelas dua belas deh...kayak progress elu, " jawab Angela.


Angela dan Eliana sedang keasyikan ngobrol, sampai tidak menyadari Awang udah berdiri di samping bangku mereka tepatnya di samping kanan Angela.


" Widih...yang lagi pada serius.. kayak anggota DPR aja..lagi ngebahas apa sih.? " gurau Awang.


" Eh E....Elu Wang..ini..lagi ngobrol masalah persiapan belajar untuk ujian, ga terasa dua minggu lagi kan...," jawab Angela sedikit kaget


Sambil dipandanginya cowok gagah dan ganteng yang akhir-akhir ini mengisi relung hati dan mimpinya.


" Nah..ini dia , manusia genius satu lagi nongol .


ujian akhir bagi kalian berdua pasti ga ada masalah...iya kan , Wang ". jawab Eliana.


" He..he..he. bisa aja kau ini..El.., kau lihat mata ku pucat kan, semalaman aku begadang untuk ngrangkum pelajaran .lho..,".Jawab Awang.


" Yang kayak gini...yang gue demen, udah pinter..rajin lagi...pelajar teladan bener Elu Wang.." ujar Eliana.


" Walaah, tambah ga muat baju ku nih, El,


he ...he. ..ya udah aku ke tempat duduk dulu ya.." jawab Awang.


" Eh, bentar Wang..! " sahut Angela.


" Ada apa tuan putri..ada kabar penting apa ?" tanya Awang.


" Papaku ada proyek dekat gerbang tol Salatiga...ke timur lagi sekitar 1 km..kalo rumah kamu sebelah mana nya Wang...,? Angela sedikit serius bertanya.


" Oh. ga terlalu jauh kok ..Non...ke Timur lagi sekitar 5 km..', emang kenapa tuan putri?" jawab Awang sambil tetap godain Angela.


" Ih,. lebay deh Elu Wang,. enggak gitu ..kirain dekat, kalo dekat kan bisa mampir ke rumah mu, ntar siang soalnya aku harus ke sana nyerahin berkas Papaku yang tertinggal." jawab Angela.


" Oh gitu...kalo jadi mau mampir ke rumahku. , pake aja Google maps..Ketik aja Ponpes As Salafi Reksosari Suruh..insya Allah sampai deh tempat tinggal ku..,. Ya udah aku duduk dulu..Non,. El..". jawab Awang.


Kedua nya tersenyum sambil mempersilahkan Awang ke tempat duduknya.


Kemudian obrolan mereka berganti topik,.


" Angel, ..Elu ngerasa ga... tatapan mata Awang ke Elu akhir- akhir ini beda lho..." kata Eliana.


" Maksud elu apa sih El.?., Awang ya emang gitu ga ada yang berubah deh.," jawab Angela.


" Menurut feeling gue..dia naksir kamu deh..Non..,. iya maklum sih.., siapa coba yang ga naksir bidadari SMU 1..,he, he..".


lanjut Eliana.

__ADS_1


" Ih...Elu itu ga usah ikutan lebay deh. ..El..," jawab Angela sambil mencubit tangan Eliana, dan nampak pipi nya berubah merah merona.


" Tuh kan...tapi suka kan...Non.. he..he. " ledek Eliana.


.


" Non..Cowok seperti Awang..itu udah langka di muka bumi ini..lho.".


" Udah gagah, ganteng, pinter,. sopan baik..ga macem-macem,. pokoknya Anak Sholeh banget deh..." lanjut Eliana.


" Coba bandingin dengan cowok-cowok lain di sekolah ini..baru kegantengan dikit ..aja. udah belagu banget...jadi playboy lah...,".


" Cowok kayak Awang itu , menurut sensus penduduk , perbandingan nya seribu satu...eh bahkan sejuta satu...pokoknya Limited edition..deh Non, " lanjut Eliana.


Angela sedikit tersenyum sambil mendengarkan celotehan sahabatnya itu,. dalam hati ia memang membenarkan apa yang dikatakan Eliana baru saja.


Dia dan Awang memang akrab, sebagai sesama pengurus OSIS., ketua dan sekretaris, memang menjadikan keduanya sering jalan berdua,. teman-teman di sekolah nya pun memaklumi nya.


Pokok pembicaraan mereka berdua pun ya hanya sebatas masalah organisasi.


Kalau sekarang timbul perasaan cinta ..ya justru Angela jadi merasa susah dan kikuk untuk mengekspresikan nya.


" Nah..tuh...pake ngelamun lagi ..kan...he..he.." goda Eliana kepada Angela.


Angela yang tersadar berubah merona kembali kedua pipinya...dan itu menjadikan semakin cantik saja bidadari SMU 1 ini.


Siang hari nya sepulang sekolah,


Awang seperti biasanya menaiki motor matic nya melewati jalur pinggiran kota Salatiga yang indah. Kota kecil di lereng gunung Merbabu itu memang sangat menarik.


Gunung Telomoyo di sebelah Barat Laut , dan Gunung Merapi di sebelah Selatan, membuat panorama semakin mengasyikkan.


Tidak jemu-jemu mata memandang barisan ketiga gunung tersebut.


Membuat sejuk dan tentram bagi siapapun yang menatap nya, dan mengajak sekaligus menantang bagi para pendaki untuk menaklukkan nya...


Awang sudah separo jalan melewati pinggiran kota Salatiga dan sudah masuk ke wilayah kabupaten Semarang,. setelah melewati gerbang tol Salatiga., Awang melewati tanah perkebunan kosong yang nampak di pasang patok di tepi ke empat sisinya.


" Apa mungkin ini..tanah yang mau dijadikan proyek milik papa Angela ?," batin Awang.


Belum habis rasa penasaran nya terjawab, tiba-tiba ada mobil Pajero sport putih memepetnya dari arah kanan..yang membuat nya meminggirkan motor matic nya ke arah tanah kosong tersebut.


" Hei..apa-apaan nih...! , teriak Awang sedikit kaget. Awang segera menghentikan motor dan juga membuka helm nya .


Dari dalam mobil Pajero sport putih itu turunlah tiga orang laki-laki.


Yang pertama, adalah laki-laki dewasa berumur kurang lebih 30 tahun, badannya tinggi tegap dan memakai baju karate Putih bersabuk hitam dan terdapat tanda strip tiga baris di ujung sabuk hitam nya, menunjukkan level Dan III.


Yang dua orang masih muda seusia dirinya , memakai baju biasa celana jeans, keduanya memakai kacamata hitam.


Dan ada satu orang yang memegang kemudi mobil Pajero itu tidak ikut turun hanya mengamati dari dalam kaca mobil tersebut.


" Jadi Elu yang bernama Awang. ! " kata laki-laki yang memakai seragam Karate sabuk hitam. Belum sempat menjawab pertanyaan ,


laki-laki itu langsung bicara lebih keras lagi,.


" Mau jadi jagoan elu...!" ujar laki-laki tersebut

__ADS_1


sambil melakukan tendangan kaki kanan lurus ke arah dada Awang. Tendangan itu sangat cepat dan bertenaga.


Beruntung Awang bisa menggeser sedikit badannya ke arah kiri...namun hawa tendangan laki-laki terasa ngilu menerpa wajah nya, menunjukkan cepat dan kuatnya tendangan kaki kanan laki-laki itu.


Baru saja kaki kanan lawan menapak bumi, langsung disambung dengan pukulan tangan kanan kiri berganti an dengan cepat ke arah tubuh dan wajah Awang.


Awang yang belum sempurna menata kuda-kuda nya tak sempat menghindar atau pun menangkis pukulan kedua tangan kanan ke arah perut nya..blug...dan yang kiri kearah wajah nya..desh...meski Awang mencoba melengos sedikit tapi karena cepatnya pukulan tangan itu, tetap menyerempet mengenai sudut mulut sebelah kanan Awang..


Rasa sakit di dada dan ngilu di mulut, membuat Awang refleks melompat ke belakang.


Kali ini Awang berupaya mengatur posisi kuda-kuda nya dan memasang jurus pertahanan silatnya lebih kuat lagi.


Namun kembali laki-laki itu meneruskan serangannya dengan tendangan pisau nya ke arah Wajah Awang...Awang menekuk kedua kakinya merendah sejajar tanah dengan cepat...sehingga tendangan pisau kaki kanan lawan menerpa angin saja. ..whuuut.


Awang segera memperbaiki posisi kuda-kudanya kembali, namun sang lawan kembali melancarkan tendangan kaki kiri memutar ke arah dada Awang.


Awang dengan sigap menangkis tendangan lawan tersebut tapi tangkisan nya tak cukup kuat sehingga tetap menerobos dua tangan nya dan masuk telak ke arah dada Awang ..deeesh......


membuat tubuh Awang spontan terjatuh ke tanah....blug..... .


Awang merasakan nyeri di dadanya..segera menarik nafas panjang dan sejenak.. beristirahat memeluk tanah....


" Cuman segini .kemampuan Elu...bocah sok jagoan...ayo bangun..hadapi aku lagi.." gertak Lelaki karate itu.


Menyadari lawan yang dihadapi sangat tangguh, sambil berdiri Awang segera mengatur pernafasan dan jari jemari kedua tangannya membentuk posisi cakar elang..siap mengeluarkan jurus totok...yang mengandung tenaga dalam.


Sementara dua orang teman lelaki karate yang dari tadi berdiri menyaksikan pertarungan di belakang Awang,. salah satu dari laki- laki tersebut melihat Gerak-gerik badan dan tangan Awang, segera teringat , dua hari yang lalu ketika Awang memakai jurus dengan posisi tangan seperti itu saat melawan boss nya yaitu Alex...Bossnya itu langsung dibuat tak berkutik .


" Wah,. kalau Awang mengeluarkan jurus yang sama seperti kemarin, bisa gawat nih. " pikir laki-laki yang satu dibelakang Awang.


Meski kali ini..lawan yang dihadapi Awang adalah Simpai atau Guru karatenya yang notabene sabuk hitam Dan III.. namun dia tak mau ambil resiko,.


Melihat Awang sedang memasang jurus " ampuh nya" seperti kemarin... diam-diam dari belakang Awang , salah satu lelaki. itu kemudian melompat dan memukul tengkuk Awang Deeeesh....


Argh..Awang mendesis agak keras.


Pandangan matanya tiba-tiba gelap , kepala nya terasa panas dan berputar-putar.


Akhirnya Awang terhuyung jatuh. .pingsan ke atas tanah.


" Hei...kenapa kau pukul bocah itu...?" hardik guru karate itu dengan marah, karena merasa belum sepenuhnya bisa mengalahkan Awang.


" Maaf, Simpai..saya emosi..ga sabar dan reflek langsung memukul anak ini, " jawab lelaki tadi sambil sedikit berbohong tentang alasan ikut memukul si Awang.


" Aku ga suka dengan cara kamu seperti itu ..lain kali elu sendiri akan gue pukul" kata guru Karate itu.


" M..mm maaf Simpai...janji ga gini lagi ...lagi pula Simpai udah menang, anak ini bukan lawan Simpai..." sambung lelaki yang memukul tengkuk Awang itu.


" Ya udah. ayo kita segera cabut dari sini..'


lalu bergegas masuk ke dalam mobil Pajero sport putih itu..


Di dalam mobil itu..si sopir yang ternyata Alex..


dengan girang berteriak.." Simpai emang hebat...Biar kapok tuh si Awang belagu banget"


Mobil Pajero itu perlahan memutar arah dan meninggalkan tempat itu... meninggalkan Awang yang pingsan tersungkur di tanah.

__ADS_1


__ADS_2